Menu

Mode Gelap

Politik · 23 Mei 2022 17:42 WITA ·

Daftar Ketua Demokrat Mataram, Imam “Gas Poll” Diantar Zaini dan Ustad Ahda


					FOTO. Salah satu pengacara muda kondang di NTB, Imam Sofian (tiga kanan) didampingi Ustad Badruttama Ahda (dua kanan) dan seluruh fraksi dan ketua DPC Demokrat Mataram saat mendaftarkan sebagai Bakal Calon Ketua DPC Demokrat Kota Mataram. (FOTO. RUL/DS). Perbesar

FOTO. Salah satu pengacara muda kondang di NTB, Imam Sofian (tiga kanan) didampingi Ustad Badruttama Ahda (dua kanan) dan seluruh fraksi dan ketua DPC Demokrat Mataram saat mendaftarkan sebagai Bakal Calon Ketua DPC Demokrat Kota Mataram. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pendaftaran bakal calon Ketua DPC Demokrat yang dilakukan DPD Demokrat Provinsi NTB, penuh kejutan. Salah satu pengacara muda kondang di NTB, Imam Sofian, memastikan ikut berkompetisi meramaikan bursa Ketua DPC Demokrat Kota Mataram, Senin Petang (23/5).

Menariknya, Dae Imam yang dikenal dengan panggilan akrabnya diantar oleh Ketua DPC Demokrat H. Muhamad Zaini bersama Fraksi Demokrat DPRD Mataram dan enam PAC se-Kota Mataram ke kantor DPD Demokrat NTB di kawasan Jalan Udayana, Karang Baru, Kota Mataram.

Selain itu, mantan calon wakil wali kota Mataram, Ustad Badruttama Ahda juga terlihat dalam barusan pendaftaran tersebut.

Ketua Stering Comitte Bakal Calon Pendaftaran Ketua DPC Demokrat se-NTB, H. Syamsul Fikri dan jajaran fungsionaris DPD Demokrat NTB mengaku suprise atas kedatangan rombongan tersebut. Sebab, selain dengan rombongan besar, Imam juga menyertakan pasukan gendeng belek.

“Jujur, pendaftaran mas Imam ini, seperti pendaftaran calon kepala daerah di Pilkada. Semoga dengan banyaknya warga dan kader Demokrat ini, suara Demokrat yang sempat menjadi pemenang Pemilu, bisa bisa direbut kembali di Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang,” ujar Syamsul Fikri dalam sambutannya.

Wakil Ketua I DPD Demokrat NTB itu mendaku, bahwa kehadiran Ustad Badruttama Ahda, mengingatkannya akan sosok mantan Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh.

Hal ini, selain Ustad Ahda adalah putra mantan Wali Kota Mataram dua periode, para pendukungnya tetap terjaga hingga kini.

“Jadi, regenerasi kepemimpinan itu akan benar menuju keniscayaan. Insyaallah duet Pak Imam dan Ustad Ahda akan bisa merebut hati warga Kota Mataram kedepannya,” kata Syamsul Fikri.

Menurut dia, mekanisme pendaftaran bakal calon ketua DPC kali ini, berbeda dengan pola sebelumnya. Sebab, usai menyerahkan berkas pendaftaran. Nantinya akan ada tahap verifikasi faktual yang akan dilakukan DPP bersama DPD Demokrat NTB pada Rabu (25/5) mendatang

“Nanti, semua PAC pendukung pak Imam, termasuk ketua DPC Kota Mataram juga harus hadir secara fisik. Ini karena DPP akan menguji kompetensi para bakal calon Ketua DPC terkait visi dan misinya. Di mana, Muscab Serentak DPC Demokrat NTB akan digelar pada tanggal 26 Mei mendatang,” jelas Syamsul Fikri.

Sementara itu, Bakal Calon Ketua DPC Demokrat Kota Mataram, Imam Sofian mengaku, jika pendaftaran yang dilakukannya bersama jajaran PAC, Ketua DPC hingga Fraksi Demokrat DPRD setempat, adalah bentuk kekompakan semua elemen partai yang telah bertekad menjadikan Partai Demokrat pilihan warga Mataram di Pemilu 2024 mendatang.

“Dengan Pak Zaini, dan fraksi Demokrat DPRD Kota Mataram juga Mas Ahda. Serta, 6 ketua PAC ini, kami sudah berbicara lama terkait figur Ketua DPC Demokrat. Nah disitu, saya yang ditunjuk untuk bisa menambah kursi dari 4 kursi bisa mencapai 9 kursi di Pemilu 2024 mendatang. Insyaallah dengan kekompakan dan kebersamaan kita bisa mewujudkan target itu,” ungkap Imam.

Ia menyatakan, kendati sudah menjadi Ketua Divisi Hukum DPD Demokrat NTB. Namun Imam rela turun ke Ketua DPC Demokrat Mataram, lantaran sosok Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Demokrat NTB Indra Jaya Usman (IJU), dinilainya sangat menginspirasi kalangan muda untuk berkontribusi dalam perjuangan partai politik.

“Mas AHY dan IJU itu adalah dua sosok anak muda yang menginspirasi kalangan muda untuk mau terjun ke politik. Saya termasuk anak muda yang terpanggil ingin terlibat dan berkontribusi dalam parpol, yakni Partai Demokrat,” tegas Imam.

Terpisah, Ketua DPC Demokrat Kota Mataram H. Muhamad Zaini, menegaskan dukungannya pada Imam Sofian sebagai calon tunggal ketua DPC Demokrat kali ini, telah diputuskan pada rapat harian DPC yang diperluas bersama 6 PAC.

“Hampir semua kader Demokrat di Mataram ingin Mas Imam menahkodai Demokrat menggantikan saya. Apalagi, Mas Imam juga dekat Ustad Ahda, maka jika duet pemimpin muda ini bersanding di partai, tentunya target partai untuk kembali membirukan Kota Mataram akan bisa terwujud di Pemilu 2024,” tegas Zaini yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Mataram itu.

Senada dengan Zaini. Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Mataram, I Gustu Bagus Hari Sudana Putra atau yang karib dikenal dengan Gus Arik, menyakini manakala kepemimpinan Imam dan Ustad Ahda, akan membuat warna Demokrat akan kental dengan nuansa muda.

“Antara Imam dan Ustad Ahda ini adalah sosok pemimpin muda yang dibutuhkan Kota Mataram. Kami yakin keduanya, yang memiliki spirit energik dan fleksibel akan membuat jaminan pada generasi muda Mataram untuk kembali memilih Demokrat di Pemilu kedepannya,” tegas Gus Arik.

Tak ketinggalan Ustad Badruttama Ahda juga mengungkapkan, bahwa ketertarikan untuk masuk ke Partai Demokrat, dipicu sosok Imam Sofian yang dinilainya sangat fenomenal dengan tagline Gas Poll dalam setiap alat peraganya selamanya.

“Atas nama pribadi saya bersyukur Mas Imam mengajak saya masuk ke partai Demokrat. Bagi saya, itu ajakan yang enggak akan bisa saya tolak karena kiprah beliau (Imam), cukup luar biasa dengan kegiatan sosial kemasyarakatan yang positif yang dilakukannya selama ini guna mewarnai seluruh lapisan masyarakat di Kota Mataram,” jelas Ahda.

Terkait pilihan politiknya yang akan berbeda dengan ayahnya Ahyar Abduh yang sudah berlabuh ke Partai Nasdem dari Partai Golkar. Menurut Ahda, sejauh ini, Ahyar tidak mempersoalkan pilihan politiknya masuk sebagai kader Demokrat.

“Pak Ahyar itu adalah sosok tokoh yang sangat membimbing siapapun. Termasuk ke saya sebagai anaknya. Intinya, beliau berharap agar pondasi Kota Mataram yang relegius, berbudaya dan metropolitan itu bisa dilanjutkan seperti pemimpin Kota Mataram sebelumnya. Jadi, enggak soal jika saya berbeda pilihan politik dengan beliau,” tandas Ahda. RUL

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 157 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Civitas Akademika Unhas Sebut TGB Layak jadi RI 1 atau RI 2

11 Juni 2022 - 18:05 WITA

Surat PAW Wakil Ketua DPRD Belum ke Mendagri, Gerindra NTB Pertanyakan Sikap Gubernur

10 Juni 2022 - 17:50 WITA

Selamat Hari Pancasila

1 Juni 2022 - 16:11 WITA

Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB Gaungkan Tanam Pohon Produktif di Tempat Ibadah

1 Juni 2022 - 16:09 WITA

Zakiy : “Ungkapan Pak SBY Sometime We Win, Sometime We Learn jadi Spirit Bangun Kebersamaan Kader Demokrat Mataram

27 Mei 2022 - 16:10 WITA

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

Trending di Politik