Berbagi Berita Merangkai Cerita

Cuti Bersama ASN

0 17

SELONG,DS-Serangkaian Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, Pemda Lombok Timur (Lotim) cuti bersama selama 5 hari. Cuti tersebut berlangsung dari tanggal 27-30 Juni dan ditambah tanggal 1 Juli 2017 plus 3 hari libur nasional.

Kabag Humas dan Protokol Setda Lotim, Ahmad Subhan, SH., Rabu (14/6/17), mengemukakan pelaksanaan cuti bersama ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Lombok Timur nomor : 060/60/ORG/2017 tanggal 12 Juni 2017 tentang cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Surat Edaran ini dikeluarkan dengan memperhatikan Keputusan Bersama Menteri Nomor SKB 109 Tahun 2016 dan Nomor 01/SKB/MENPANRB/04/2016 tentang Hari libur nasional dan Cuti bersama tahun 2017.

Dijelaskan, ASN Pemda lotim akan libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini selama 8 hari. Hari Ahad dan Senin tanggal 25-26 Juni libur nasional, kemudian cuti bersama pada hari Selasa-Jumat tanggal 27-30 Juni dan ditambah hari Sabtu 1 Juli 2017, dilanjutkan lagi libur nasional pada hari Ahad 2 Juli 2017.

Namun dalam Surat Edaran Bupati tersebut ditegaskan agar tidak mengurangi jumlah jam kerja ASN pada bulan Juli 2017. Penambahan cuti bersama tgl 1 Juli 2017 harus diganti dengan penambahan jam kerja selama 1 (satu) jam setiap hari kerja kecuali hari Jumat penambahannya 30 menit.

Subhan menambahkan ASN tidak dapat diberikan cuti tahunan sebelum dan sesudah pelaksanaan cuti bersama, kecuali bagi ASN yang pada saat cuti bersama karena tugasnya harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, misalnya pegawai Rumah Sakit Umum, Puskesmas, dinas Dukcapil, dll sehingga tidak dapat melaksanakan cuti bersama.

Tambahan cuti tahunan sejumlah cuti bersama tersebut seperti diatur dalam pasal 333 ayat (3) PP nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Kaitan hal ini dan sebagai tindaklanjut Surat MenPanRB nomor B/21/M.KT.02/2017 tentang Himbauan untuk tidak memberikan cuti tahunan sebelum dan sesudah Idul Fitri, telah dikeluarkan juga Surat Edaran Bupati Lotim Nomor 060/61/ORG/2017 tanggal 12 Juni 2017 dan setiap pimpinan OPD dihimbau melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Surat Edaran dimaksud untuk menjaga kedisiplinan aparatur kusmiardi

Leave A Reply