Berbagi Berita Merangkai Cerita

Covid 19 Menggila, Dokter Jack Usul RS Darurat Dihidupkan

274

FOTO. dr H Lalu Herman Mahaputra. (FOTO. RUL)

MATARAM, DS- Peningkatan kasus warga Kota Mataram yang terpapar Covid-19 terus mengalami lonjakan dan kian menggila. Tercatat, hingga Senin (25/1) Pukul 12.00 Wita, jumlah pasien positif Covid-19 yang masih dalam perawatan mencapai sebanyak 228 orang.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram juga mencatat sebanyak 103 orang meninggal dunia dengan 1.355 orang telah dinyatakan sembuh.

Untuk itu, pembukaan kembali rumah sakit (RS) darurat sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 berkondisi baik harus dilakukan. Hal ini agar perkembangan mereka dapat dipantau secara maksimal.

“Kalau ada tempat isolasi terpusat seperti awal pandemi Covid-19 di Wisma Nusantara, bisa lebih aman karena kita bisa melakukan pengawasan dan pemantauan ketat serta fokus,” ujar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra pada wartawan, Senin (25/1).

Dokter Jack mengaku, ide dirinya mengusulkan pembukaan kembali RS darurat, lantaran tren kasus warga Kota Mataram yang terpapar Covid-19 kian meningkat akhir-akhir ini.

Apalagi, lanjut dia, jumlah pasien yang masih dalam perawatan itu, justru ada yang dirawat di rumah sakit. Selain itu, ada juga mereka melakukan isolasi mandiri karena dalam kondisi baik. Khusus yang dirawat di RSUD Kota Mataram sebanyak 28 orang, sedangkan yang isolasi mandiri di bawah pantauan RSUD Mataram tercatat 58 orang.

“Mereka yang isolasi mandiri inilah yang menjadi fokus kita, sebab jika tidak diawasi maksimal maka bisa berpotensi menularkan lagi ke yang lain,” tegas Dokter Jack.

Menurut dia, pemantauan pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri selama ini, dilakukan
melalui pelayanan kesehatan di rumah atau home care dan via telepon. Akan tetapi, pelayanan itu tidak dapat maksimal karena tim home care juga melayani pasien reguler.

“Untuk itu, kami berharap Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram dapat mengeluarkan SK untuk pembukaan kembali RS darurat untuk menangani warga Kota Mataram yang terpapar Covid-19 dalam kondisi baik,” jelas Dokter Jack.

Jika awal pandemi Covid-19 merebak, kata dia, RS darurat yang digunakan adalah Wisma Nusantara, kali ini bisa saja menggunakan Hotel Natuna dan Fiz Hotel yang sudah siap.

Mengingat, jika pasien melakukan isolasi terpusat, maka petugas bisa memberikan edukasi dan mengobati mental mereka.

Sebab, selama ini banyak yang belum tahu apa yang harus mereka lakukan jika sudah terpapar dan ketika melakukan isolasi mandiri.

“Karena itulah, pembukaan kembali RS darurat untuk pasien Covid-19 yang akan melakukan isolasi mandiri saat ini perlu menjadi prioritas,” tegas Dokter Jack.

Terkait, kapasitas ruang perawatan pasien Covid-19 di UGD pengembangan masih mencukupi. Dimana kapasitas tempat tidur yang disiapkan sebanyak 50 unit, dan yang terisi saat ini 28 tempat tidur.

“Kita kekurangan ruang isolasi atau ruang ICU untuk merawat pasien yang bergejala. Saat ini kita baru punya dua, yakni satu untuk pasien reguler dan satu untuk Covid19, dengan jumlah kebutuhan ideal sekitar 6-7 ruang ICU. Tapi Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada pasien Covid-19 yang dirawat di ICU,” tandas dr H Lalu Herman Mahaputra. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.