Menu

Mode Gelap

Politik · 11 Jun 2022 18:05 WITA ·

Civitas Akademika Unhas Sebut TGB Layak jadi RI 1 atau RI 2


					FOTO. TGB Muhamad Zainul Majdi (tengah) saat menghadiri acara dialog bersama jajaran civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas). (FOTO. RUL/DS). Perbesar

FOTO. TGB Muhamad Zainul Majdi (tengah) saat menghadiri acara dialog bersama jajaran civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas). (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamad Zainul Majdi menghadiri acara dialog bersama jajaran civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas).Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PB NWDI itu didoakan agar mampu menjadi pemimpin masa depan.

“Insya Allah pak TGB dengan kapasitas keilmuannya yang tidak saja ulama. Beliau sangat layak jika masuk menjadi Umara. Ya kalau enggak RI 1 (presiden) ya RI 2 (wakil presiden) atau jabatan strategis lainnya di pemerintahan Indonesian kedepanya,” ujar Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa dalam sambutannya, Jumat Petang (10/6).

Rektor mengemukakan bangsa Indonesia harus kuat dalam penguasaan sains dan teknologi. Termasuk, para ustad di Indonesia harus digerakkan, disaat agama bangkit, ilmu juga harus bangkit ditengah iklim negara yang kompetitif harus terus didorong kedepannya.

“Seperti handphone, itu merupakan buatan negara lain. Generasi muslim harus bangkit untuk menunjukkan kualitas Indonesia,” kata Jamaluddin.

Ia bercerita bahwa pada sekitar 15 tahun lalu, sempat memimpin para akademisi muda Indonesia untuk bisa bersaing dari bangsa lainnya. Sayangnya, Guru Besar kelautan dan perikanan itu, menemui jalan terjal. Padahal, jika merujuk potensi sumber daya manusia maka penduduk Indonesia masuk peringkat nomor empat terbanyak di dunia.

“Tapi sayang, usaha saya itu gagal. Ini karena kita enggak mampu menunjukkan kualitas persaingan global, terlebih kalangan perguruan tinggi enggak memperoleh dukungan pendanaan dari kalangan pemerintahan,” jelas Jamaluddin. “Kalau saya mau jujur itu, sakitnya disini. Itu karena indeksnya (kompetisi global) menyakitkan hati kita,” sambung dia sembari menunjuk ke dada.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unhas, Armin mengatakan, hal yang serupa. Ia sejak lama mengaku mengidolakan TGB untuk bisa menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

“Pak kiai ini (TGB) doktor yang sudah berpengalaman dan memimpin Provinsi NTB dua periode,” tegas Armin seraya berharap kekuatan politik Islam yang selama ini berserakan dimana-mana dapat bersatu kembali. Hal ini akan bisa memudahkan jalur pemimpin Islam yang memiliki kompetensi bisa tampil menuju RI 1 atau RI 2.

“Nah, Pak TGB ini adalah satu dari pemimpin muda Islam yang pemikirannya layak untuk bisa memimpin bangsa Indonesia kedepannya. Semoga kekuatan Islam yang berserakan bisa bersatu padu untuk memperjuangkan, agar ada tiket menuju RI 1 atau RI 2,” tandas Armin. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Surat PAW Wakil Ketua DPRD Belum ke Mendagri, Gerindra NTB Pertanyakan Sikap Gubernur

10 Juni 2022 - 17:50 WITA

Selamat Hari Pancasila

1 Juni 2022 - 16:11 WITA

Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB Gaungkan Tanam Pohon Produktif di Tempat Ibadah

1 Juni 2022 - 16:09 WITA

Zakiy : “Ungkapan Pak SBY Sometime We Win, Sometime We Learn jadi Spirit Bangun Kebersamaan Kader Demokrat Mataram

27 Mei 2022 - 16:10 WITA

Daftar Ketua Demokrat Mataram, Imam “Gas Poll” Diantar Zaini dan Ustad Ahda

23 Mei 2022 - 17:42 WITA

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

Trending di Politik