Berbagi Berita Merangkai Cerita

Cinta Anak, Didiklah Mereka dalam Bekerja

0 14

SELONG,DS-Peringatan Hari Anak Nasional dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap tumbuh kembangnya anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menghasilkan Generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia, yang dimulai dari keluarga.

Selasa (2/8) Lombok Timur memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sekaligus Pencanangan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Lombok Timur tahun 2017, yang dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, Dr.Moh.Ali bin Dachlan,  di Gedung Wanita Selong.

Dalam sambutannya bupati menyampaikan bahwa anak anak bagian dari sistem sosial kemasyarakatan, karena itu hati-hati memisahkan mereka dari kehidupan keluarga. Apa yang dialami oleh anak sekarang cermin kondisi orang tua.

“Yang dialami oleh anak masa lalu lebih berat dari sekarang termasuk di bidang pendidikan,” katanya seraya menilai bahwa kekerasan terhadap anak anak sudah ada sejak zaman dulu. “Setelah reformasi ada komisi yang mengambil peran pemerintah, seperti Komisi Perlindungan Anak, Komisi Pendidikan dan lain-lain. Ini salah satu model untuk memperbanyak peran masyarakat dan ini adalah tanda demokrasi,” urai Bupati Ali.

Menurutnya, anak anak milenia sekarang punya banyak tantangan selaras dengan perkembangan teknologi. Karena itu Bupati mengingatkan anak anak Indonesia tidak lepas dari pengawasan menyeluruh sebagai bentuk peran dari orang tua. “Orang tua harus menanamkan pendidikan karakter sejak dini terhadap anaknya,” ujar Ali.

Ali BD juga mengatakan pemerintah sudah memberikan perhatian untuk perkembangan anak-anak. “Saya tidak setuju anak dilarang bekerja, tapi harus diajarkan bekerja keras seperti membantu orang tua dan ini adalah bagian dari pendidikan anak. Jangan sekali asingkan anak dari pekerjaan, ini yang diparktikkan oleh negara maju. Cinta anak, didiklah mereka dalam bekerja,” paparnya.

Khusus kepada orang tua yang salah mendidik anaknya dengan cara memanjakan anak, sama dengan membunuh anaknya sendiri. Kata dia, anak anak seperti ketimun muda, karena itu harus dididik dengan baik. “Orang tua harus bertanggung jawab terhadap masa depan anaknnya, taman kanak kanak sejati sebenarnya hidup di lingkungannya, tidak boleh diasingkan sejak kecil,” kata Bupati.

Sementara itu Ketua LPA Lotim, Judan Putrabaya,SH, menyampaikan kegiatan Hari Anak Nasional dan Pencanangan Lombok Timur menuju Kabupaten Layak Anak bertujuan memenuhi hak-hak anak dalam masa tumbuh kembangnya yang merupakan tanggung jawab bersama; memberikan pemahaman kepada anak agar tidak tergerus arus globalisasi terutama yang berdampak negatif bagi anak; menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Pd kesemptan itu Bupati Lombok Timur menyerahkan piagam penghargaan kepada Kades Masbagik Utara Baru,  Kades Aikmel Utara dan Kades Seruni Mumbul yang berpartisipasi aktif dalam meminimalisir terjadinya kasus kekerasan terhadap anak, menyosialisasikan tentang pentingnya pendewasaan usia perkawinan dan kebijakan alokasi anggaran bidang Perlindungan perempuan dan anak.

Bupati juga melepaskan balon sebagai tanda Pencanangan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Lombok Timur. Acara itu sendiri dihadiri Kepala DP3AKB Kab. Lotim,  DP3AKB Provinsi NTB,  Kadis Kesehatan Kab. Lotim, Dinas terkait dan 200 orang lebih perwakilan dari LSM, LPADes, Forum Anak Lombok Timur (FALTIM),  SLTA,  SLTP, SD dan Anak Buruh Migran (ABM). hmslt

Leave A Reply