Cerita Kepala SDN 3 Ketapang Raya Yang 20 Siswanya Keracunan Setelah Makan Abon Ikan

Suasana pertolongan siswa keracunan

Selong,DS – Kepala SDN 3 Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Zainil Mansur mengakui sebanyak 20 siswanya mengalami keracunan diduga setelah makan abon ikan yang dijajakan salah seorang siswa.

Semua siswa dibawa ke Puskesmas Keruak dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patuh Karya Keruak. “Delapan orang di Puskesmas dan dua belas di Rumah Sakit Keruak,” tuturnya.

Siswa diduga mengalami keracunan usai konsumsi abon ikan yang dibuat salah satu wali murid. Abon ikan ini setiap harinya memang dijajakan di sekolah oleh salah seorang siswa. Para siswa mengaku jajanan itu cukup enak sehingga sering dikonsumsi.

Tidak tahu apa sebabnya, saat konsumsi terakhir ini siswa mual mual dan muntah. Utamanya anak yang konsumsi langsung. “Abon ini biasanya dikonsumsi anak-anak sebagai lauk, ada juga yang konsumsi langsung dan itu yang paling parah dampaknya,”ucap Zainil.

Hingga Rabu siang, kondisi semua siswa sudah mulai membaik setelah mendapat pertolongan medis. Mereka sudah dipulang ke rumah masing masing.

Abon ikan sudah diminta pihak sekolah untuk tidak lagi dijalankan di sekolah. Sampel dari makanan hasil olahan ini pun sudah diserahkan ke Puskesmas untuk diperiksa lebih jauh penyebab terjadinya keracunan. Dugaan sementara, keracunan terjadi akibat bahan-bahan pembuat abon ada yang sudah kadaluwarsa.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, H. Pathurrahman, mengatakan pihaknya sudah menerjunkan petugas mengambil sampel, untuk dibawa ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram.

Dikes Lotim juga sudah berkoordinasi dengan Dikes Provinsi NTB terkait masalah itu. Berdasarkan laporan, akibat dugaan keracunan makanan ini gejala dirasakan korban, mual, gatal di lidah dan pusing. Tim medis di Puskesmas dan RSUD Patuh Karya sudah menangani semua korban dan setelah sembuh langsung diizinkan pulang.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.