Berbagi Berita Merangkai Cerita

Cegah Virus Corona, Gubernur Larang ASN dan DPRD Berpergian ke Luar NTB, Sekolah Diliburkan

0 21

MATARAM, DS – Rapat Koordinasi Pimpinanan Daerah terkait Virus Corona yang dipimpin Gubernur NTB memutuskan untuk meliburkan siswa sekolah di NTB mulai hari Senin (16/3) hingga dua minggu ke depan. Namun untuk peserta Ujian Nasional tingkat SMA/SMK masih akan tetap berjalan.

“Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) libur dua minggu diganti secara online dari jenjang SD, SMP hingga SMU/SMK. Namun, khusus kelas tiga, mereka akan tetap masuk dengan kelas yang sudah sterlil, termasuk komputernya juga dipastikan sudah aman,” ujar Gubernur menjawab wartawan, Minggu (15/3) petang.

Menurut Zul, rapat koordinasi pimpinan daerah itu dilakukan mendadak mengantisipasi merebaknya persoalan COVID-19 yang kini sudah meluas. Kata dia, rapat itu juga dihadiri para bupati/walikota se-NTB, OPD lingkup Pemprov dan pejabat terkait lainnya.

“Pastinya, rapat ini adalah feed back atas respon masyarakat yang sudah tahu situasi terkini melalui saluran televisinya. Makanya, kita respon cepar agar tidak ada kekhawatiran yang berlebihan,” kata Gubernur seraya menjelaskan, tracking terkait pasien yang positif Corona di berbagai wilayah di NTB belum ada laporan mengarah suspect Corona.

Oleh karena itu, pihaknya mengatensi kesigapan pemda kabupaten/kota dalam melakukan pemantauan pada orang yang masuk dalam pemantauan khusus. Salah satunya di Kabupaten Bima sudah ada upaya hebat dari Pemkab setempat terkait pemantauan terhadap pasien yang kini negatif.

“Kita harapkan situasi kesiap siagaan dalam memantau orang-orang yang masuk kategori itu agar terus dilakukan. Sehingga, upaya pro aktif dan kesigapan kita sebagai aparat pemerintah terus ada dilakukan,” katanya.

Berkenaan sekolah yang diliburkan, Gubernur mengemukakan surat edarannya akan dilakukan oleh para bupati/walikota mengingat kewenangan untuk menerbitkannya adalah hak bupati dan walikota selaku pemilik wilayah.

“Tadi pak Kadis Dikbud juga memaparkan soal kesiapan libur itu. Artinya, siswa SD, SMP dan SMU yang diliburkan tetap dalam pemantauan. Yakni, mereka harus belajar di rumah. Teknisnya, pembelajaran dilakukan secara online,” ucap Zul.

“Libur sekolah bukan berarti siswa itu asyik ke luar dan berpergian ke pusat perbelanjaan (mall) namun mereka harus menghindari kerumunan dan keramaian. Disini, Dikbud Provinsi dan Dikbud Kabupaten/Kota punya kewenangan mengatur teknis pengawasannya,” ujar Zul sambil. “Saya sudah minta tadi Pak Kadis Dikbud agaf bisa bagaimana memindahkan cara belajarnya, apakah mungkin peralatan itu diberikan secara online, akan jajaki pararel,” sambungnya.

Terkait Universitas di NTB, Sekda HL Gita Ariadi menjelaskan kegiatan masal yang mengumpulan banyak mahasiswa akan ditunda. Salah satunya wisuda di Universitas Mataram. “Libur sekolah ini juga menyasar semua sekolah baik negeri maupun sekolah di bawah pendidikan swasta alias Ponped di NTB,” tandas Ariadi.

Dalam kesempatan itu. Gubernur menambahkan, selain meliburkan siswa. Pihaknya juga melarang jajaran ASN di lingkup Pemprov hingga DPRD NTB agar berpergian ke luar daerah. Hal ini guna meminimalisir penyebaran virus COVID-19.
“Kecuali ada kebutuhan mendesak penting, ASN dan DPRD NTB enggak boleh berpegian dari NTB,” tegas Gubernur. RUL.

Leave A Reply