Berbagi Berita Merangkai Cerita

Cegah Klaster Pilkada, Danrem 162/WB Minta KPU Lakukan Penyemprotan TPS Sebelum Pencoblosan

10

FOTO. Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) bersama Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Wakapolda NTB saat menerima kunjungan Wakil Ketua DPD RI Dr. H. Mahyudin beserta rombongan, kemarin. (FOTO. HUMAS KOREM 162-WB/DS)

MATARAM, DS – Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, bersama Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Wakapolda NTB, menerima  kunjungan kerja Wakil Ketua DPD RI H. Mahyudin beserta rombongan di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Selasa Petang (17/11) kemarin.

Kunjungan Wakil Ketua DPD RI bersama rombongan dalam rangka Pengawasan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020 di wilayah NTB.

Danrem 162/WB mengatakan, berdasarkan instruksi Komando Panglima TNI, maka pihaknya diwajibkan mendukung dan memback-up Polri dalam pengamanan Pilkada serentak tahun 2020. Hal ini, sesuai dengan pengamanan Pilpres dan Pileg tahun 2019 lalu yang telah berjalan aman, tertib dan lancar.

“Kesuksesan itu, tentu karena adanya koordinasi dan sinergitas yang baik antara Korem dengan Polda NTB yang telah berbuat maksimal dalam mengawal pelaksanaan Pemilu,” kata Danrem dalam siaran tertulisnya, Rabu (18/11).

Menurut Rizal, pihaknya telah menyiapkan personil untuk memback-up Kepolisian dalam pengamanan Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di Provinsi NTB.

Hanya saja, ia berharap agar penyelenggara pemilu mempersiapkan  pelaksanaan Pilkada di tujuh kabupaten/kota agar lebih fokus dan serius. 

Mengingat, kata Danrem, tingkat kerawanan Pilkada justru lebih tinggi dari pada Pilpres karena Paslon dan pendukungnya berada di dalam satu wilayah yang sama.

“Maka, agar tidak ada kluster baru yakni, Pilkada, sebaiknya pengawasan di TPS harus benar-benar sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19. Bila perlu sebelum pencoblosan, semua TPS dilakukan penyemprotan disinfektan terlebih dahulu,” tegas Danrem.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPD RI H. Mahyudin menyampaikan jika penyelenggaran Pilkada ditengah Pandemi Covid-19 ini, tentu sangat membutuhkan perhatian, keamanan dan keselamatan yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Jangan sampai penyelenggara dan masyarakat tertular Covid-19 yang menimbulkan klaster baru yakni klaster Pilkada,” tegasnya.

“Jadi, sebaiknya nasing-masing TPS harus disiapkan masker, sarung tangan dan handsanitizer untuk petugas TPS dan masyarakat,” sambung Mahyudin.

Mahyudin juga berharap agar seluruh pihak  menjaga keberlanjutan tahapan Pilkada yang jujur, adil dan demokratis serta tidak ada diskriminasi antar paslon.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2020 di tujuh wilayah di NTB, Pemprov NTB bersama TNI, Polri dan seluruh stakeholder sejak awal sudah memiliki komitmen untuk menyelenggarakan Pilkada serentak dengan mengedepankan dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Komitmen tersebut diawali dengan mengundang seluruh bakal calon sebelum mereka ditetapkan sebagai calon untuk membuat komitmen yang memiliki sanksi pidana bahwa selama proses Pilkada, mereka harus mematuhi protokol Kesehatan Covid-19.

“Kita juga berharap, sinergitas Pemda, TNI dan Polri dalam pengawalan dan pengamanan Pilkada harus terus berjalan, sehingga Pilkada yang aman dan sehat dapat berjalan dengan sesuai harapan kita bersama,” kata Wagub. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.