Berbagi Berita Merangkai Cerita

Cegah Anak Terpapar Covid-19, Hajjah Selly Turun Bagikan Masker ke KLU

40

MATARAM, DS – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Hj. Putu Selly Andayani membagikan masker kepada anak-anak di wilayah KLU.

Pembagian masker dimaksudkan sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan pola hidup sehat sejak dini di tengah situasi pandemi Covid-19.
Apalagi anak-anak merupakan golongan yang termasuk rentan terpapar Covid-19, untuk itu diperlukan Alat Pelindung Diri (APD) yang berbeda dari orang dewasa. Pasalnya, beberapa anak merasa risih menggunakan APD terlebih dengan warna-warna yang tidak ramah anak.


“Jumlah anak-anak di NTB adalah sepertiga dari jumlah penduduk, tapi saya heran justru anak-anak ini. Termasuk, di KLU saat bermain layangan malah tidak menggunakan masker. Makanya saya turun membagikan sekaligus memasangkan langsung masker pada anak-anak disana,” ujar Hajjah Putu Selly Andayani dalam siaran tertulisnya, Rabu (17/6).

Menurut Hajjah Selly, kendati kasus anak-anak terpapar virus asal Wuhan ini tinggi di NTB saat ini, namun ia mengherankan kesadaran para orang tua untuk mengikuti protokol kesehatan terhadap anak-anaknya sangat minim.


Oleh karena itu, ia berinisiatif bersama LPA NTB untuk turun langsung ke kantong-kantong wilayah pemukiman masyarakat di wilayah NTB untuk membagikan masker sekaligus memasangkannya.

“Setiap saya turun melakukan sosialisasi terkait tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak, saya sempatkan untuk membagikan masker. Ini upaya kami agar bisa menghambat penularan Covid-19 di kalangan anak-anak. Salah satunya, di Dusun Lading-lading, KLU saat ini,” kata dia.


Hajjah Selly mengungkapkan, jika fakta terkait pemakaian masker untuk menghambat penularan virus Covid-19 di kalangan masyarakat, masih dirasa sangat kurang, apalagi untuk anak anak dibawah usia 10 tahun kebawah.
Oleh karena itu, pascadicanangkannya gerakan menggunakan masker untuk anak-anak pada tanggal Juni oleh Ketua PKK NTB bersama PKK kabupaten/kota dan DP3AP2KB NTB dan DP3A kabupaten/kota se-NTB, pihaknya terus intensif turun memasangkan masker pada anak-anak.
“Jadi, dimana wilayah ramai, misalnya pasar dan lapangan yang biasanya setiap anak-anak kumpul bermain, kami akan datangi untuk kita bagikan sekaligus memasangkan masker pada anak-anak. Harapan kita jelas, dengan begitu anak-anak kita di NTB akan bisa terhindar dari paparan Covid-19,” jelasnya.
Hajjah Selly tak menampik, kesadaran memakai masker masih rendah termasuk edukasi orang tua terhadap anak mengenai pencegahan Covid-19 dirasa masih kurang.
“Di jalan, di pasar, pusat perbelanjaan dan di tempat keramaian lainnya masih banyak anak-anak tidak memakai masker, sementara orang tuanya pakai,” tegasnya.
Sementara itu, jumlah total anak yang yang terkonfirmasi postif covid-19 di NTB hingga Selasa (16/6) mencapai 107 orang, tiga orang diantaranya meninggal dunia.”Tapi hingga saat ini yang masih di rumah sakit sekitar 30 orang anak sedang dirawat. Karena sudah banyak yang sembuh,” ucap Hajjah Selly.

Jumlah kasus anak yang terpapar Covid-19 hingga saat ini terus menurun, bahkan beberapa hari terakhir tidak ada tambahan kasus baru anak yang terkonfirmasi positif. “Sekarang menurun, mudah-mudahan tetap menurun tidak ada tambahan kasus baru. Karena ada tiga yang meninggal selain itu banyak yang sembuh,”ungkapnya.


Hajjah Selly sangat berharap ada kesadaran dari para orang tua untuk lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan. Baik ketika membawa anak-anak keluar rumah supaya menggunakan masker dan rutin mencuci tangan. “Ya tentu ini perlu menjadi perhatian bagi orang tua agar semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar jumlah kasus tetap menurun,”tegasnya.
Disamping itu, kata Hajjah Selly, dengan banyaknya tempat hiburan anak-anak yang mulai dibuka saat ini, tentu harus menjadi perhatian bagi orang tua agar bisa mengawasi anak-anak. Salah satu contoh beberapa hari lalu, ada tempat wahana bermain anak-anak di kawasan Ampenan Kota Mataram yang dipadati anak-anak bermain tanpa mengindahkan kerumuman dan protokol kesehatan. “Maka kami langsung menelpon pihak dari Kota Mataram agar ditutup. Alhamdulillah tidak lama kemudian wahana tempat bermain anak ditutup dan dibubarkan,” tandasnya.


Pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi dengan berbagai pihak agar diterapkan protokol kesehatan dengan penggunaan masker guna meminimalisir penyebaran virus Corona. “Kita tetap bergerak menggalakkan penggunaan masker dikalangan anak-anak. Dengan gerakan masker ini tidak hanya dari dinas saja, semua bergerak baik organisasi yang ada di kabupaten kota,” pungkas Selly.
“Gerakan membagikan masker anak-anak juga harus digaungkan oleh BUMN dan BUMD melalui dana CSR mereka. Hal ini agar anak-anak sebagai penerus bangsa bisa terus terlindungi kesehatan mereka,” sambungnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.