Menu

Mode Gelap

Lingkungan Hidup · 25 Mei 2022 17:55 WITA ·

Cegah Abrasi Laut Sambelia, 10.000 Bibit Mangrove di Gili Petagan Mulai Berkembang


					FOTO. Inilah penanaman mangrove yang dilakukan PLN bersama masyarakat di  kawasan Gili Petagan, Sambelia, Lombok Timur. (FOTO. RUL/DS). Perbesar

FOTO. Inilah penanaman mangrove yang dilakukan PLN bersama masyarakat di kawasan Gili Petagan, Sambelia, Lombok Timur. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Dibulan November 2021 lalu, PLN Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Mataram menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan Gili Petagan, Sambelia, Lombok Timur. Dalam upayanya untuk merawat dan memantau perkembangan dari bibit mangrove ini, PLN UP3B Mataram berkolaborasi dengan Kelompok Masyarakat Pengawas Petrando.

Samsul Hadi, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Petrando menjelaskan setelah melakukan penanaman mangrove, maka selanjutnya akan masuk dalam tahap perawatan yakni pemantauan pertumbuhan mangrove. Proses ini merupakan penentu keberhasilan program penanaman yang sudah dilakukan.

Kegiatan penanaman mangrove akan dikatakan berhasil apabila mangrove tumbuh subur yang ditunjukkan daun-daun yang tampak hijau segar dan oleh adanya pertumbuhan pucuk daun baru, dan sebaliknya

“Kami terus melakukan perawatan bibit mangrove yang telah ditanam oleh PLN. Hasil dari pemantauan kami, bibit mangrove yang ditanam sudah mulai bertunas dan berdaun. Ini menunjukan bahwa mangrove berkembang dengan baik di Gili Petagan”, ungkap Samsul pada wartawan, Rabu (25/5).

Perabasan terhadap tanaman pengganggu yang tumbuh di area mangrove secara berkala juga terus dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Pengawas Petrando . Hal ini dikarenakan akan muncul beberapa tanaman pengganggu setelah aktivitas penanaman. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mangrove, untuk mengetahui apakah mangrove masih hidup, kondisi baik, buruk atau sudah mati.

“Saat keadaan pasang, sulit untuk melihat bibit mangrove yang sudah ditanam. Namun, di pagi hari, ketika nanti air laut mulai surut baru akan terlihat batang batang mangrove yang sudah ditanam,” jelas Samsul.

Samsul juga mengungkapkan terima kasihnya kepada PLN karena dengan penanaman 10000 bibit mangrove ini, manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan mangrove merupakan habitat beragam hewan laut dan sumber makanan bagi berbagai jenis ikan, kerang dan beberapa biota di dalam laut. Apabila ekosistem mangrove terjaga, maka ekosistem di bawah laut pun juga akan dapat berkembang.

Sementara itu, Manager PLN UP3B Mataram, William Randa Kasoa, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap perkembangan mangrove yang telah ditanam oleh PLN harus dilakukan untuk memastikan program tersebut berhasil dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di Sambelia, Lombok Timur.

“Salah satu bentuk kontribusi PLN dalam menjaga kelestarian alam adalah dengan penanaman mangrove. Tak hanya menanam, tapi wajib kita jaga untuk keberlangsungan hidup dari ekosistem mangrove,” tandas William.

Di tahun ini, PLN UP3B Mataram juga telah merencanakan kegiatan transplantasi terumbu karang di area Gili Petagan, Gili Kondo dan juga Gili Bidara. Selain untuk memperbaiki ekosistem dan menjaga kelestarian alam bawah laut, tentunya rehabilitasi terumbu karang ini dapat menambah hasil tangkapan nelayan dalam jangka pendek. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tekad NTB Menuju Nol Emisi Karbon Tahun 2050

26 Agustus 2022 - 19:33 WITA

Sampah Rinjani jadi Isu Penting, Ini Jawaban Wagub NTB

14 Agustus 2022 - 21:55 WITA

Ini Peristiwa Penting 10 Muharram

5 Agustus 2022 - 18:05 WITA

Selamatkan Lingkungan Dimulai dari Rumah

8 Juni 2022 - 17:56 WITA

Sambut Hari Lingkungan Hidup, Bandara Lombok Gandeng Pemprov Bersih-bersih

4 Juni 2022 - 18:07 WITA

Kebakaran di Nitu Kota Bima, Pemprov Gerak Cepat

14 Mei 2022 - 06:58 WITA

Trending di Lingkungan Hidup