Pariwisata – Duta Selaparang https://dutaselaparang.com Berbagi Berita Merangkai Cerita Wed, 02 Dec 2020 08:46:02 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.5.3 https://i2.wp.com/dutaselaparang.com/wp-content/uploads/2017/02/cropped-duta-selaparang2.jpg?fit=32%2C32&ssl=1 Pariwisata – Duta Selaparang https://dutaselaparang.com 32 32 160699187 BPS: Ada Kenaikan Tamu Menginap di Hotel NTB pada Oktober 2020 https://dutaselaparang.com/bps-ada-kenaikan-tamu-menginap-di-hotel-ntb-pada-oktober-2020/ Wed, 02 Dec 2020 08:45:57 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=21155 FOTO. Sejumlah wisatawan mulai mendatangi kawasan Gili Trawangan saat pandemi Covid-19. (FOTO. RUL/DS). MATARAM, DS – Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mengumumkan rata-rata lama menginap (RLM) tamu asing dan domestik pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2020 tercatat sebesar 1,98 hari. Jika dibandingkan dengan periode September, maka ada kenaikan sebesar 0,26 hari yang hanya berkisar […]]]>

FOTO. Sejumlah wisatawan mulai mendatangi kawasan Gili Trawangan saat pandemi Covid-19. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mengumumkan rata-rata lama menginap (RLM) tamu asing dan domestik pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2020 tercatat sebesar 1,98 hari. Jika dibandingkan dengan periode September, maka ada kenaikan sebesar 0,26 hari yang hanya berkisar sebesar 1,72 hari.

“Sedangkan RLM tamu di hotel nonbintang pada Oktober 2020 sebesar 1,24 hari. Angka itu mengalami kenaikan sebesar 0,06 hari dibandingkan dengan RLM pada September 2020 yang berkisar sebesar 1,18  hari,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB, Muhammad Saphoan, Rabu (2/12) dalam siaran tertulisnya.

Saphoan mengatakan, jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Oktober 2020 tercatat sebanyak 40.490 orang yang terdiri dari 39.880 orang tamu dalam negeri atau setara dengan 98,49 persen. Sedangkan, sebanyak 610 orang diantaranya merupakan tamu luar negeri sekitar 1,51 persen.

“Untuk jumlah tamu yang menginap di hotel nonbintang pada Oktober 2020 tercatat sebanyak 44.497 orang yang terdiri dari 44.348 orang tamu dalam negeri atau setara dengan 99,67 persen. Serta, sekitar 149 orang adalah tamu luar negeri atau setara 0,33 persen,” kata dia.

Terkait tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di NTB, juga mengalami kenaikan pada Oktober 2020. Kenaikannya mencapai 2,56 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

BPS mencatat TPK pada Oktober 2020  sebesar 34,49 persen, sedangkan TPK pada September 2020 sebesar 31,93 persen. Namun, jika dibandingkan dengan TPK pada Oktober 2019, tahun ini mengalami penurunan sebesar 15,80  poin dari TPK sebesar 50,29 persen.

TPK hotel nonbintang pada Oktober 2020 juga mengalami kenaikan meski tipis, yaitu 0,42 poin.TPK tercatat sebesar 16,47 persen, naik dibandingkan September 2020 dengan TPK sebesar 16,89 persen.

“Tetapi hunian selama pandemi Covid-19 ini, jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 13,29 poin dari 29,76 persen, ”tandas Muhammad Saphoan. RUL

]]>
21155
Ikuti Perkembangan MotoGP NTB, DPD RI Minta Gaungnya Lebih Masif https://dutaselaparang.com/ikuti-perkembangan-motogp-ntb-dpd-ri-minta-gaungnya-lebih-masif/ Wed, 25 Nov 2020 07:15:24 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=20994 Ramah Tamah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan Gubernur NTB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB, Mataram,DS – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, meminta Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, untuk terus mempromosikan dan menggemakan   pembangunan Sirkuit MotoGP di KEK Mandalika untuk event Internasional tahun 2021. Upaya tersebut […]]]>

Ramah Tamah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan Gubernur NTB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB,

Mataram,DS – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, meminta Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, untuk terus mempromosikan dan menggemakan   pembangunan Sirkuit MotoGP di KEK Mandalika untuk event Internasional tahun 2021.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan promosi melalui berbagai konten informasi yang mampu membangkitkan kepedulian dan semangat partisipasi masyarakat.

Menurutnya, selama ini kemungkinan masyarakat kurang memahami manfaat dari pembangunan, sehingga menimbulkan apatisme terhadap program-program besar pemerintah. Padahal dukungan masyarakat menjadi spirit dan semangat bagi kita untuk melakukan percepatan pembangunan.

“Kalau masyarakat NTB telah mendapat gambaran yang utuh, baik melalui tayangan video, infografis dan konten menarik lainnya,  manfaat dan untungnya  pembangunan KEK Mandalika dan Sirkuit MotoGP, pasti dukungan masyarakat akan semakin kuat,” kata AA Lanyalla Mahmud Mattalitti pada acara Ramah Tamah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan Gubernur NTB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB, Selasa (25/11/2020) di Pendopo Gubernur NTB.

Lanyalla menekankan, penting untuk dilakukan terus sosialisasi dan komunikasi ini. Melalui video yang masif ditayangkan di berbagai kanal, baik di TV lokal maupun nasional sehingga semua orang Indonesia memiliki harapan dan kebanggaan.

“Hal ini menjadi energi bagi pemerintah,” tegasnya.

Bukan hanya tentang pembangunan KEK Mandalika, namun seluruh proses dan persiapan masyarakat dan pemerintah agar terus digaungkan. Apalagi,
KEK Mandalika dan kawasan pendukungnya bukan hanya kebanggaan bagi masyarakat NTB tetapi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu secara khusus saya meminta Senator asal NTB untuk aktif membantu dan berkoordinasi intensif dengan Gubernur Zul, dalam rangka mempercepat pembangunan sirkuit Mandalika di kawasan penyangga-penyangganya,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyambut baik kunjungan dan dukungan DPD RI untuk percepatan pembangunan-pembangunan di NTB. Termasuk dukungan persiapan KEK Mandalika sebagai tempat degelarnya event akbar MotorGP 2021.

“Ini pertama kalinya ketua DPD RI dan anggota senator berkunjung ke NTB,” kata Doktor Zul sapaan akrabnya.

Diakuinya, Pemerintah NTB secara maksimal telah mempersiapkan diri untuk menyambut MotoGP 2021. Komunikasi dan harmonisasi antar FORKOPIMDA terus dibangun. Ini modal bagi NTB untuk menyelesaikan segala persoalan di NTB.

“Termasuk pembangunan sirkuit MotoGP, alhamdulillah berjalan dengan baik,” ungkap Doktor Zul.

Dijelaskan Gubernur, musibah Gempa Bumi dan Pandemi Covid-19 yang mendera sejak awal pelantikannya, ternyata membawa efek yang baik bagi tumbuhnya UMKM di NTB.

“Saat musibah covid, usaha masyarakat ternyata banyak di NTB, produk-produk dapat dibuat oleh UMKM kita dari masker hingga motor listrik,” ujarnya.

Sehingga menghadapi MotoGP, UMKM di NTB akan terus berlatih dan berinovasi menghadapi pengunjung dan penonton even motoGP dari seluruh dunia. Pemerintah akan terus memberdayakan dan melatih UMKM untuk terus menghasilkan produk.

Acara ramah tamah ini turut dihadiri Danrem 162/WB, Kapolda NTB, Sekda Provinsi NTB, Asisten I, Asisten II, Kadiskes Provinsi NTB. ikp

]]>
20994
Upaya Bangkitkan Ekonomi Pariwisata Dimasa Pandemi Covid-19, Dispar dan Pelaku Wisata Bakal Gelar Event Promosi di Tiga Gili https://dutaselaparang.com/upaya-bangkitkan-ekonomi-pariwisata-dimasa-pandemi-covid-19-dispar-dan-pelaku-wisata-bakal-gelar-event-promosi-di-tiga-gili/ Tue, 24 Nov 2020 09:49:00 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=20967 Suasana di Gili Trawangan KLU, DS-Sejak ditimpa bencana pandemi Covid-19, Tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air) sepi pengunjung. Untuk menghidupkan kembali sektor yang menjadi andalan pendapatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) maupun Provinsi NTB, berbagai upaya dilakukan pemrintah maupun para palaku usaha.  “Kita tidak ingin meratapi terlalu lama kondisi bencana ini. Berbagai upaya akan kita lakukan […]]]>

Suasana di Gili Trawangan

KLU, DS-Sejak ditimpa bencana pandemi Covid-19, Tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air) sepi pengunjung. Untuk menghidupkan kembali sektor yang menjadi andalan pendapatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) maupun Provinsi NTB, berbagai upaya dilakukan pemrintah maupun para palaku usaha. 

“Kita tidak ingin meratapi terlalu lama kondisi bencana ini. Berbagai upaya akan kita lakukan termasuk terus menggandeng para pelaku wisata menggelar event-event promosi,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Vidi Ekakusuma, Senin (23/11). “Ada gelaran yang kita kemas dengan pelaku usaha tiga gili bertemakan “Pekenan Dayan Gunung”,” ucapnya.

Vidi menegaskan event yang dijadikan ajang promosi itu tetap memperhatikan protokol Covid-19. Pasalnya, sampai dengan sekarang ini tiga gili masih berstatus zona hijau. 

“Even Pekenan Dayan Gunung ini kolaborasi antara Dispar dengan pelaku pariwisata dengan tema Culture to Nature,” pungkasnya.

Dikatakannya, Lombok Utara sendiri mendapatkan dana hibah pariwisata dengan jumlah Rp 15 milyar dan anggaran ini digunakan untuk membantu pelaku pariwisata yang terdampak dan promosi pariwisata. 

“Dana hibah untuk di NTB, Lombok Utara menerima paling besar dan dana hibah ini akan di alokasikan untuk membantu pelaku pariwisata yang terdampak dan juga untuk membantu even promosi pariwisata,”tutup Vidi. 

Sementara itu, Ketua Gili Hotel Asosiasi (GHA), Lalu Kusnawan, mengatakan pihaknya bersama semua anggota terus berupaya menghidupkan kembali pariwisata tiga gili. 

Sejumlah upaya dilakukan untuk menghidupkan kembali pariwisata di gili, kata Kusnawan,  mengawali program Gili Gets Ready, dilanjutkan dengan simulasi menghadapi covid-19 dan yang teranyar adalah program Pekenan Dayan Gunung Ngemunggahang Dowe Banda Gumi Sasak. 

Lalu Kusnawan menjelaskan Program ini selain upaya membangkit kondisi pariwisata di gili juga untuk melestarikan adat budaya di wilayah KLU. 

“Sekitar 50 vendor akan ikut dalam event itu nanti,” sebutnya.

Kegiatan ini, ujar Lalu Kusnawan, bertujuan untuk menggerakan UMKM dan pariwisata. Panitia akan bersurat ke bupati dan gubernur dan meminta semua kadis untuk ikut meramaikan acara ini namun datang sebagai wisatawan.

Adapun sejumlah kegiatan yang akan digelar meliputi Pekenan Keris dan Batu permata, Pekenan Kerajinan dan Khas Dayan Gunung, Pekenan Kuliner masyarakat Gili, Workshop, Kesenian tradisional Dayan Gunung, Restorasi terumbu karang yiga gili dan penanaman pohon tiga gili.man

]]>
20967
Lombok Timur Hanya Punya 142 Penginapan untuk Sambut 150.000 Penonton Moto GP https://dutaselaparang.com/lombok-timur-hanya-punya-142-penginapan-untuk-sambut-150-000-penonton-moto-gp/ Mon, 23 Nov 2020 09:58:24 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=20939 SELONG, DS – Gelaran Moto GP yang akan dilaksanakan di Lombok pada 2021 mendatang, tentunya akan berdampak pada peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Diperkirakan lebih dari 150 ribu penonton Moto GP dari seluruh dunia akan hadir pada gelaran ini. Lombok Timur sebagai kawasan yang “kecipratan” manfaat dari gelaran ini, tentunya harus siap menerima gelontoran […]]]>

SELONG, DS – Gelaran Moto GP yang akan dilaksanakan di Lombok pada 2021 mendatang, tentunya akan berdampak pada peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Diperkirakan lebih dari 150 ribu penonton Moto GP dari seluruh dunia akan hadir pada gelaran ini.

Lombok Timur sebagai kawasan yang “kecipratan” manfaat dari gelaran ini, tentunya harus siap menerima gelontoran wisatawan yang akan membeludak. Namun, dimanakah Lombok Timur akan menempatkan wisatawan ini? Mengingat Lombok Timur hanya memiliki 142 penginapan.

Kepala bidang Promosi, Dinas Pariwisata Lombok Timur, Saharudin merincikan jumlah penginapan di Lombok Timur hanya 142. Dengan jumlah kamar yang tersedia sebanyak 874.

“Jumlah penginapan di Lombok Timur, mulai dari hotel hingga homestay sebanyak 142. Kamarnya ada 874, dengan 1.066 tempat tidur,” rinci Saharudin.

Dikatakan olehnya lebih lanjut, jumlah penginapan yang ada di NTB tidak mampu menampung seluruh wisatawan yang akan hadir menyaksikan Moto GP. Bahkan disebutkannya ada selisih kekurangan mencapai 3000-an kamar, jika seluruh penginapan hanya dikhususkan untuk menampung pengunjung Moto GP.

Wilayah selatan Lombok Timur harus siap dengan kondisi ini. Karena wilayah selatan sebagai daerah yang paling dekat dan paling potensial sebagai pilihan menginap pengunjung Moto GP.

“Ada gap 2000 sampai 3000-an kamar. Wilayah selatan harus tanggap dengan situasi itu. Kita harus siapkan mulai dari yang kelas menengah,” kata dia.

Selain itu, Bidang Promosi Dispar akan mempersiapkan berbagai event untuk menarik minat penonton Moto GP agar betah berlama-lama di Lombok Timur. Baik event pra maupun pasca gelaran Moto GP.

“Untuk persamaan persepsi, kita akan undang pokdarwis untuk membahas pola menyambut Moto GP. Event ini harus berbeda untuk membuat mereka tetap bertahan di Lombok Timur,” ujanya. Dd

]]>
20939
Wisata Halal, ‘Vaksin’ Pariwisata Dimasa Pandemi Covid-19 https://dutaselaparang.com/wisata-halal-vaksin-pariwisata-dimasa-pandemi-covid-19/ Sat, 21 Nov 2020 02:55:33 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=20884 Ngobrol bareng bertajuk “Wisata Halal dan Momentum Kebangkitan Pariwisata Indonesia” Mataram,DS- – Wisata halal atau halal tourism sudah menjadi trend baru dalam konsep pengembangan destinasi wisata di Indonesia. Konsep wisata halal semakin mendunia tatkala Provinsi NTB dinobatkan sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination di negara Dubai pada tahun 2015 […]]]>

Ngobrol bareng bertajuk “Wisata Halal dan Momentum Kebangkitan Pariwisata Indonesia”

Mataram,DS- – Wisata halal atau halal tourism sudah menjadi trend baru dalam konsep pengembangan destinasi wisata di Indonesia. Konsep wisata halal semakin mendunia tatkala Provinsi NTB dinobatkan sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination di negara Dubai pada tahun 2015 lalu.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, justru konsep wisata halal menjadi momentum untuk segera membangkitkan pariwisata Indonesia. Konsep halal tourism dinilai menjadi ‘Vaksin’ pariwisata di masa pandemi, karena sangat selaras dengan kebijakan era new normal di masa Covid-19.

Wisata halal adalah ‘lifestyle’ atau gaya hidup para wisatawan itu sendiri untuk memilih makanan dan tempat yang sehat, bersih, dan aman. Untuk itu, dengan selera wisata domestik dan lokal yang menjadi target, pariwisata diharapkan bisa segera pulih lebih cepat.

Hal itu diungkapkan oleh Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja, S.Sos, M.Si saat menjadi narasumber pada acara ngobrol bareng bertajuk “Wisata Halal dan Momentum Kebangkitan Pariwisata Indonesia” bertempat di Resto Taliwang Moerad, Mataram, Jumat (20/11).

“Wisata halal merupakan solusi dari pandemi Covid-19. Halal itu berbicara tentang kebersihan, kesehatan, tentang makanan yang sehat dan tempat yang bersih,” kata pria yang akrab disapa Bang Guntur tersebut.

Menurut Guntur, inovasi wisata halal yang diterapkan di NTB bukan hanya sebagai pemantik mempercepat pemulihan pariwisata. Konsep wisata halal bukan hanya berbicara tentang Islam, namun lebih kepada layanan dan tempat yang mengedepankan kebersihan. Sehingga wisatawan yang datang ditawarkan pilihan, apakah ingin menikmati konsep wisata konvensional ataukah konsep wisata halal.

“Halal tourism bukan dikotomi antara muslim dan non muslim tetapi tentang pilihan konsep pelayanan dan gaya hidup wisatawan yang sedang berkembang, apalagi Indonesia merupakan negara muslim terbesar, ini adalah opportunities” jelasnya.

Berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, negara-negara eksportir produk halal terbesar di dunia memang bukan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Brasil merupakan eksportir produk halal nomor 1 di dunia dengan nilai US$ 5,5 miliar dolar, Posisi nomor dua diduduki Australia dengan nilai ekspor US$ 2,4 miliar.

Anehnya, meski memiliki banyak penduduk Muslim, Indonesia justru menjadi konsumen produk halal besar dunia. Proporsinya bahkan mencapai 10% atau mencapai US$ 214 miliar.

“Inilah saatnya Indonesia mengambil peluang dari konsep wisata halal. Wisata halal merupakan solusi pariwisata di masa pandemi Covid-19” tutup Guntur.

Senada dengan itu, Jubir Sandiago Uno Bidang Pariwisata, Taufan Rahmadi menegaskan, wisata halal merupakan sebuah energi dan solusi dari kebangkitan pariwisata nasional di masa pandemi Covid-19. Berbicara tentang kesehatan sebenarnya sudah ada sejak wisata halal diterapkan. Jadi, pola new normal dan gaya berwisata di era saat ini merupakan bagian dari halal tourism.

“Halal tourism adalah vaksin pariwisata. Artinya halal tourism dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Produk-produk dan servia wisata halal merupakan vaksin dalam gaya hidup kita saat ini,” tegas pria kelahiran Lombok tersebut.

Menurutnya, wisata halal yang didorong di NTB harus menjadi bagian dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Kalau pandemi ini masih terus mewabah, berarti halal adalah cara untuk tetap survive. Konsepnya tetap menjadi contoh dan standar. Pandemi merupakan sesuatu yang tidak pasti, namun kepastian dalam layanan berwisata pilihannya adalah halal.

“Ingat, konsep wisata halal tidak memaksa, karena ia adalah pilihan gaya hidup. Yang ditawarkan kepada wisatawan adalah layanan, makanan, tempat penginapan dan servisnya. Selanjutnya tergantung dari wisatawan itu sendiri, mau memilih layanan konvensional atau layanan halal” tegas pria yang merupakan bagian penting kala memenangkan NTB penghargaan sebagai wisata halal terbaik dunia kala itu. IKP

]]>
20884
Sembalun Ecosystem Forum Bedah “Penyakit” Pariwisata Lombok Timur https://dutaselaparang.com/sembalun-ecosystem-forum-bedah-penyakit-pariwisata-lombok-timur/ Sun, 15 Nov 2020 13:25:13 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=20718 Sembalun-Nina bersama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menginisiasi gelaran Sembalun Ecosystem Forum (SEF). Dalam forum ini dilaksanakan berbagai kegiatan untuk membedah “penyakit” pariwisata Lombok Timur. Seperti permasalahan sampah, distribusi air, konflik lateral, peralihan fungsi lahan, dan penjualan tanah yang tidak terkontrol. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, yakni mulai tanggal 13-15 November ini telah mendapatkan […]]]>

Sembalun-Nina bersama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menginisiasi gelaran Sembalun Ecosystem Forum (SEF). Dalam forum ini dilaksanakan berbagai kegiatan untuk membedah “penyakit” pariwisata Lombok Timur. Seperti permasalahan sampah, distribusi air, konflik lateral, peralihan fungsi lahan, dan penjualan tanah yang tidak terkontrol.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, yakni mulai tanggal 13-15 November ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang siap mendekonstruksi dan merekonstruksi pariwisata Sembalun. Serta merumuskan poin-poin penting sebagai usulan dalam penyusunan regulasi pariwisata Sembalun yang berkelanjutan dan berdaulat kedepannya.

Ketua LPPM STP Mataram, Putrawan Habibi mengatakan SEF dapat dijadikan contoh penanganan pariwisata dengan metode kolaboratif dan partisipatif multipihak. STP Mataram sendiri berkomitmen untuk mendukung masyarakat lokal dalam sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alamnya (SDA).

Pada kesempatan tersebut juga telah dibentuk lembaga pemeliharaan dan pengelolaan destinasi Sembalun sebagai lembaga independen, dalam bentuk Destination Management Organization (DMO). Keberadaan DMO ini pun telah mendapat lampau hijau dari anggota DPRD Lombok Timur yang hadir pada kesempatan tersebut.

“Alhamdulillah, DPRD Lombok Timur memiliki komitmen yang kuat dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan di Sembalun. Mereka juga siap memberikan dana untuk kegiatan DMO yang sudah terbentuk,” ungkapnya.

DMO yang telah terbentuk di kecamatan Sembalun ini diharapkan menjadi embrio terbentuknya DMO lainnya di NTB.

Selain itu, telah ditandatangani Fakta Integritas oleh seluruh pihak yang hadir dalam forum ini. Adapun beberapa poin yang disepakati dalam fakta integritas tersebut adalah pelaksanaan fungsi manajemen pembangunan pariwisata berkelanjutan secara tertib dan utuh.

“Harus membangun komunikasi dan koordinasi dengan multipihak secara sehat dan terbuka, untuk menghindari tumpang tindih program. Tentunya demi keberlanjutan pariwisata Sembalun,” terangnya.

Keterlibatan sebanyak mungkin elemen masyarakat Sembalun dan keterwakilan perempuan juga menjadi salah satu poin dalam fakta integritas tersebut.

Menariknya lagi, forum ini juga menyepakati untuk memfasilitasi pembangunan Perusahaan Air Minum Desa (PAMDes). Namun dengan menerapkan konsep Imbal Jasa Lingkungan (Payment for Ecosystem Services/PES).

“Ini sebagai solusi dan resolusi masalah air di Kecamatan Sembalun,” kata dia sembari menjelaskan akan difasilitasi juga pembangunan unit pengolahan sampah mandiri (UPS-Mandiri) untuk mengatasi permasalahan sampah.

Sementara itu, Ketua SembalunNina, Baiq Sri Mulya, menyayangkan ketidakhadiran kepala unsur pemerintah desa dan kecamatan Sembalun pada kegiatan tersebut. Meskipun demikian, ia berharap pemdes maupun kecamatan dapat bersepakat dengan poin-poin dalam fakta integritas.

“Kami berharap camat dan kades menyetujui dan merestui fakta integritas tersebut. Maka kekecewaan kita akan terobati. Tentunya itu juha akan memudahkan langkah kita ke depan,” harap Sri.

Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh element yang telah hadir dan bersedia menandatangani fakta integritas. Diantaranya, DPRD Lombok Timur, DLHK NTB, TNGR, dan Desa Sembalun.

“Kami menaruh rasa hormat yang sangat dalam kepada seluruh elemen yang hadir, dan menandatangani fakta integritas ini. Serta komitmennya dalam mewujudkan ekosistem pembangunan pariwisata sembalun yang berkelanjutan,” ucapnya.

Diterangkan lebih lanjut olehnya, UPS-Mandiri akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Kecamatan Sembalun.

“Fasilitas UPS-Mandiri ini akan dikelola melalui BUMDesma, Desa Sembalun sebagai leading sectornya,” pungkasnya. Dd

]]>
20718
Kuota Pendakian Rinjani Ditambah dengan Penerapan Protokol Covid-19 https://dutaselaparang.com/kuota-pendakian-rinjani-ditambah-dengan-penerapan-protokol-covid-19/ Fri, 13 Nov 2020 13:14:35 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=20675 Wagub NTB ketika memberikan keterangan pers Mataram,DS – Kabar baik datang dari destinasi wisata Taman Nasional Gunung Rinjani terkait pendakian yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Kabar baik itu adalah disetujuinya jumlah kuota maksimal pendaki yakni dari 30% jumlah pendaki normal menjadi 50% dan waktu kunjungan pendakian yang awalnya dua hari satu malam menjadi […]]]>

Wagub NTB ketika memberikan keterangan pers

Mataram,DS – Kabar baik datang dari destinasi wisata Taman Nasional Gunung Rinjani terkait pendakian yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Kabar baik itu adalah disetujuinya jumlah kuota maksimal pendaki yakni dari 30% jumlah pendaki normal menjadi 50% dan waktu kunjungan pendakian yang awalnya dua hari satu malam menjadi tiga hari dua malam.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan keterangan pers di Pendopo Wakil Gubernur, Jumat 13 November 2020. Namun begitu, ia tetap meminta kepada wisatawan untuk tetap mentaati protokol kesehatan selama melakukan aktivitas pendakian atau wisata lainnya.

“Alhamdulillah kabar gembira bahwa kuota pendakian rinjani ditambah, setelah me-review apa yang kita lakukan selama ini. Lama pendakian juga Alhamdulillah ditambah, tentunya ini harus kita syukuri,” tutur Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur meminta para pendaki untuk tetap melestarikan lingkungan dan menjaga alam Rinjani saat mendaki. Dalam pendakian, Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini juga meminta kepada para pendaki untuk memastikan kesehatan dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan selama pendakian berlangsung.

“Intinya, pada saat pandemi ini masih belum berakhir. Kita harus yakinkan pendakian Gunung Rinjani ini tetap tertib, aman dan terkendali,” tergasnya.

Senada dengan Umi Rohmi, Kepala Balai TNGR, Dedy Asriady mengatakan penyelenggaraan kunjungan wisata alam harus dengan mempertimbangkan status wilayah keberadaan lokasi wisata yang ada. Dimana sesuai ketentuan BNPB RI selaku Pelaksana Gugus Percepatan Penaggulangan Bencana Covid-19, bahwa wilayah wisata yang boleh dibuka adalah daerah zona hijau dan kuning saja. Tidak dibolehkan untuk daerah yang merupakan zona merah Covid-19.

“Sehingga sistemnya nanti bisa jadi buka tutup. Karena sangat tergantung dengan lokasi wisata setempat masuk Zona Hijau-Kuning atau Zona Merah. Karena itu sangat butuh kerjasama semua pihak untuk bersama-sama menekan penyebaran Virus Covid-19 di lokasi Wisata tersebut,” terang Dedy.

Pihak TNGR pun menerapkan protokol Covid-19 yang ketat terhadap para wisatawan. Baik dari mulai pintu masuk, saat di lokasi wisata, maupun saat ke luar pintu wisata. Wisatawan antara lain diwajibkan menggunakan masker, menjaga jarak minimal satu meter, membawa surat keterangan bebas Covid-19 (untuk yang dari luar provinsi NTB) atau Bebas Gejala Flu
untuk yang berasal dari pulau Lombok. Selain itu, setiap wisatawan wajib membawa Handsantizer, dan trash bag penampungan sampah.

Dalam menyelenggarakan kunjungan wisata alam di TN Gunung Rinjani, Dedy mengaku sejak awal bersama-sama Pemerintah Provinsi NTB, Pemda KLU, Lombok Tengah, Lombok Timur serta stakeholder terkait lainnya, telah merancang berbagai ketentuan guna menunjang kelancaran pembukaan destinasi wisata alam di TN Gunung Rinjani pada masa new normal yang meliputi persiapan protokol, internalisasi, konsultasi publik dan Sosialisasi, edukasi dan simulasi.

“Sebagai langkah optimalisasi penyelenggaraan wisata alam di kawasan TN Gunung Rinjani di masa pandemi, kami senantiasa melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Gugus Tugas Covid-19 tingkat desa, kecamatan, kabupaten maupun provinsi, Memastikan protokol kesehatan diterapkan oleh pengunjung maupun petugas di seluruh destinasi wisata alam,” tururnya.

Pengunjung diingatkan untuk melakukan upgrading aplikasi booking online e-Rinjani, menyediakan fasilitas pendukung wisata, protokol kesehatan maupun penanganan sampah, meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang evakuasi dan pengelolaan pengunjung, sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat (pengunjung, TO, pecinta alam, dan lain-lain). Selain itu pihaknya menunjuk dan melibatkan kelompok
masyarakat adat dan bank sampah di desa sekitar kawasan dalam pengelolaan sampah serta koordinasi dan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan mitra Balai TN Gunung Rinjani lainnya.

“Mari bersama-sama mengawal dan menyelenggarakan kegiatan wisata alam secara bijak dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB,” katanya.

]]>
20675
Diperiksa Kesiapan Februari 2021, Pengerjaan Aspal Sirkuit MotoGP Mandalika Baru 23,77 Persen https://dutaselaparang.com/diperiksa-kesiapan-februari-2021-pengerjaan-aspal-sirkuit-motogp-mandalika-baru-2377-persen/ Fri, 13 Nov 2020 10:06:05 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=20669 FOTO. Para pekerja terus mengebut pengerjaan aspal untuk sirkuit MotoGP Mandalika Lombok. Hingga kini, proyek pengaspalan yang dilakukan ITDC bersama mitranya baru mencapai kisaran 23,77%. (FOTO. RUL/DS). MATARAM, DS – Pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah, terus dikebut. Sirkuit yang ditargetkan rampung pada   tahun 2021 itu akan memiliki sebanyak 17 tikungan dengan total panjang […]]]>

FOTO. Para pekerja terus mengebut pengerjaan aspal untuk sirkuit MotoGP Mandalika Lombok. Hingga kini, proyek pengaspalan yang dilakukan ITDC bersama mitranya baru mencapai kisaran 23,77%. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah, terus dikebut. Sirkuit yang ditargetkan rampung pada   tahun 2021 itu akan memiliki sebanyak 17 tikungan dengan total panjang sirkuit 4,31 kilometer (Km).

Hanya saja, sirkuit Mandalika masuk dalam reserve venue di jadwal sementara yang sudah diterbitkan Dorna Sports, dengan status subject to homologation.

Data Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku penyelenggara MotoGP Indonesia di Mandalika, menyebutkan sirkuit Mandalika juga memiliki 40 garasi di area paddock.

Sedangkan, kapasitas tempat duduk di grand stand akan tersedia untuk sebanyak 50.000 orang penonton. “Sementara, area berdiri tersedia untuk 138.000 penonton. Dimana, hospitality suites akan dibangun dengan kapasitas 7.700 pengunjung,” ujar Chief Strategic and Communication Officer MGPA Happy Harinto dalam siaran tertulisnya, Jumat (13/11).

Happy mengaku, seluruh fasilitas yang sudah direncanakan di sirkuit MotoGP Mandalika telah sesuai ketentuan yang dipersyaratkan oleh Dorna Sports selaku vendor utama dari perhelatan MotoGP.

“Fasilitas sementara sampai tahun 2021 tetap seperti yang tertera,” kata dia.

Happy mengungkapkan, progres pembangunan sirkuit untuk groundwork sudah mencapai 87,5% hingga 7 November 2020. Selain itu, ground improvement juga sudah mencapai 97,31%. Namun, masih ada pekerjaan lain seperti membangun tunnel (terowongan) yang juga akan dilaksanakan.

“Untuk progres pengerasan aspal yang lapisannya mencapai 22 cm sejauh ini, baru mencapai 23,77%. Tapi, kita akan upayakan sebelum pelaksanaan MotoGP akan sudah pula dirampungkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R.M Manuhutu mengatakan, semua target konstruksi sirkuit sudah sesuai jadwal. Sehingga, Dorna Sports kemungkinan akan melakukan pemeriksaan sirkuit Mandalika pada Februari 2021 mendatang.

Selain itu, Odo menerangkan MGPA telah meneken kontrak pelaksanaan MotoGP selama 10 tahun. Sehingga, perhelatan MotoGP tak hanya di tahun 2021.

“Dan kontraknya kan untuk 10 tahun sampai 2031. Jadi sebenarnya lihatnya bukan hanya saat ini. Tapi lihatnya ini upaya kita untuk mempromosikan Mandalika, untuk menciptakan demand-nya,” tandas Odo. RUL.

]]>
20669
Kunjungi NTB, Kepala BNPB Canangkan Penghijauan di Kawasan Mandalika https://dutaselaparang.com/kunjungi-ntb-kepala-bnpb-canangkan-penghijauan-di-kawasan-mandalika/ Fri, 13 Nov 2020 05:08:44 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=20659 Pencanagan penghijauan di Kawasan mandalika Lombok Tengah,DS- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng) yang telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas nasional terus dipercantik dan diperindah. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan melakukan penghijauan di kawasan Mandalika. Aksi penanaman pohon ini pula yang dilakukan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Wakil […]]]>

Pencanagan penghijauan di Kawasan mandalika

Lombok Tengah,DS- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng) yang telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas nasional terus dipercantik dan diperindah. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan melakukan penghijauan di kawasan Mandalika.

Aksi penanaman pohon ini pula yang dilakukan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo di Kawasan Mandalika, Jum’at, 13 November 2020.

Gubernur mengaku kedatangan Kepala BNPB ke NTB selalu konsen terhadap penghijauan. Untuk itu Ia mengharapkan dengan adanya penghijauan di kawasan Mandalika menjadi langkah awal untuk mendukung perhelatan MotoGP tahun depan.

“Jadi nanti kita ajak anak-anak SMA/SMK untuk menghijaukan area ini. Saya kira anak-anak SMA/SMK akan senang sekali untuk hadir disini,” jelasnya.

Sementara itu, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan dirinya sangat terkesan dengan kawasan Mandalika yang begitu indah. Ia sangat yakin dengan potensi yang dimiliki oleh Provinsi NTB ini akan mampu magnet yang dikenal oleh dunia.

“Karena kawasan Mandalika adalah kawasan prioritas nasional dan ini tentunya tidak kalah dengan daerah lain,” jelasnya.

Doni mengatakan, pihaknya akan menyumbangkan sejumlah tanaman bunga seperti bougenvil dan flamboyan untuk memperindah kawasan Mandalika. Dalam lima tahun kedepan, menurutnya kawasan Mandalika harus dipenuhi bunga dan pohon untuk mengurangi risiko longsor dan banjir.

“Saya yakin orang semakin banyak datang ke Lombok karena menikmati keindahan alamnya,” jelasnya.

Kegiatan ini turut pula diikuti Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Asisten I dan II Setda NTB, sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov serta jajaran PT. ITDC

]]>
20659
Sandi Amaq Rinjani: Benahi Selatan Bagian dari Grand Design Pariwisata dan Penyangga Moto GP https://dutaselaparang.com/sandi-amaq-rinjani-benahi-selatan-bagian-dari-grand-design-pariwisata-dan-penyangga-moto-gp/ Wed, 11 Nov 2020 12:26:38 +0000 https://dutaselaparang.com/?p=20596 SELONG, DS – Menyongsong gelaran Moto GP yang akan dihelat di Lombok Tengah pada 2021, menuntut Lombok Timur harus siap sebagai daerah penyangga. Untuk itu, pemerintah kabupaten harus melakukan pembenahan di segala aspek. Staf Khusus Bupati Lotim Bidang Pariwisata, M. Nursandi, atau yang lebih dikenal dengan nama Sandi Amaq Rinjani, mengakui ketertinggalan Lombok Timur dalam […]]]>

SELONG, DS – Menyongsong gelaran Moto GP yang akan dihelat di Lombok Tengah pada 2021, menuntut Lombok Timur harus siap sebagai daerah penyangga. Untuk itu, pemerintah kabupaten harus melakukan pembenahan di segala aspek.

Staf Khusus Bupati Lotim Bidang Pariwisata, M. Nursandi, atau yang lebih dikenal dengan nama Sandi Amaq Rinjani, mengakui ketertinggalan Lombok Timur dalam mengurus pariwisata. Hal ini terlihat dari belum adanya rancangan besar Rencana Induk Pembanguna Pariwisata Daerah (Ripparda) yang dimiliki Lombok Timur.

“Kabupaten Lombok Timur ini yang paling tertinggal dalam mengurus pariwisatanya. Andai saja memulai dari tahun-tahun sebelumnya, saya yakin kita tidak akan terlalu lelah membenahi destinasi unggulan kita,” kata dia.

Meskipun demikian, menurutnya pembenahan kawasan Ekas di Kecamatan Jerowaru menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah kabupaten untuk mewujudkan grand design pariwisata.

“Saya yakin kawasan yang sedang dibenahi itu, bagian dari grand desain besar itu. Saya yakin, pak Bupati dan Kadispar sudah memikirkan itu,” ucapnya.

Dikatakannya lebih lanjut, potensi wisata yang dimiliki kawasan selatan Lombok Timur harus dikembangkan secara merata. Maka, kawasan tersebut akan menjadi salah satu pilihan favorit wisatawan dalam menghabiskan waktu berliburnya.

“Bagi saya, tidak hanya Ekas mestinya. Semua kawasan wisata di wilayah selatan itu harus diperlakukan sama. Namun kan dana pemerintah terbatas. Satu persatu kita benahi,” ujarnya.

Ia pun memberikan kredit bagi pemkab Lombok Timur yang telah mulai melangkah untuk menyusun Ripparda sebagai acuan dalam pengembangan wisata Lombok Timur.

“Meskipun terlambat, tentu langkah ini patut kita sukuri. Pemerintah sebelum-sebelumnya, tidak pernah memikirkan itu,” keluh sutradara film Merarik ini. Dd

]]>
20596