Catatan Tengah Malam, Corona Ditengah Kerja Kemanusian Gotong Royong,  Oleh. Ir. Made Slamet (Ketua DPC PDIP Kota Mataram/Anggota DPRD NTB)

3 min read

Pandemi Corona merupakan ancaman bersama yang harus dilawan secara bahu-membahu dan gotong royong. Oleh sebab itu, melawan virus Corona tak bisa hanya bertumpu pada pemerintah semata, tapi juga dibutuhkan peran aktif swasta, ormas, parpol, dan masyarakat.

Sejauh ini, kendati ledakan kasusnya kian meningkat tiap harinya. Namun pandangan saya, upaya pencegahan atau penanggulangan terhadap perkembangan virus Covid-19 oleh semua pihak terkait, justru berjalan dengan baik.

Ibarat kata Pepatah Bijak “Satu Disakiti, maka Semua Kita Akan Juga Sakit”. Maka, pada kasus virus asal Wuhun, Negara RRC itu, semua pihak sudah mengerahkan segenap kemampuannya termasuk, Pemerintah baik pusat maupun daerah.

Hanya saja, memang di lapangan kita jumpai banyak kendala dan persoalan. Sejatinya, hal itu sangat lumrah. Mengingat, kita tidak tahu siapa musuh kita senyatanya.

Maka, patut pula adanya imbauan yang diterbitkan oleh pemerintah dan aparat keamanan (TNI dan Polisi) selama ini, hal ini tidak lain dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai virus tersebut.

Sehingga, kesadaran kita yang mesti perlu kita budayakan. Mengingat, hal itu akan melahirkan sebuah kedisiplinan yang berimplikasi pada keselamatan diri sendiri, keluarga maupun orang lain.

Namun faktanya, sikap ini yang masih kurang kita lakukan. Padahal, di ruang medis yakni Rumah Sakit di semua wilayah Indonesia, belahan dunia. Termasuk, di Provinsi NTB. Tenaga medis kita berjuang mengorbankan nyawa mereka guna menyelematkan saudara kita yang terpapar virus ganas ini.

Marilah pada momentum Bulan Ramadhan yang sangkral bagi Umat Islam, saya mengajak dan mengimbau agar kita semua agar mulai berfikir jernih guna melakukan intropeksi terhadap diri sendiri terlebih dahulu terkait sikap kita dalam menyikapi Pandemi Covid-19 ini.

Kata Bijak mengatakan, dalam situasi serba sulit ini, jangan kita gampang mengumbar umpatan dengan gampang menyalahkan orang lain. Namun, proses lah yang perlu kita lihat, sehingga hasil pun akan mengikuti prosesnya.

Dengan demikian, kerja kemanusian saling membantu dan gotong royong wajib kita tumbuhkan. Yakni, yang punya rezeki berlebihan, alangkah baiknya membantu saudara dan tetanggannya yang tidak mampu dan terdampak Pandemi Covid-19 ini.

Pun, kita semua semua, khususnya yang punya Power Kebijakan juga berkewajiban mengawal kerja dari petugas atau pemerintah. Tetapi, sikap keikhlasan dan kearifan serta tepo seliro untuk bersama-sama bergandeng tangan agar segera keluar dari teror virus yang mengerikan ini juga perlu kita lakukan.

Ya, kritikan dan saran terhadap  kinerja pemerintah dan aparat di lapangan memang perlu tetapi. Syaratnya, tanpa tendensi kental politik apalagi serempet kanan dan kiri. Selanjutnya, membenturkan pemerintah dan aparat dengan rakyatnya.

Saat ini, jelas memang semua perut pada lapar karena kita makannya tidak serakus dulu, otak kita stres karena untuk beribadah saja tidak se leluasa dulu. Ini semua karena keadaan akibat pandemi virus Corona.

Jadi, sekali lagi jangan membenturkan pemerintah dengan kondisi ini dengan bersikap mencoba menjadi pahlawan kalau tidak mau dicap diri sebagai seorang PROVOKATOR.

Marilah kita saling rangkul. Hargai kerja kemanusian Tim Medis yang bekerja 24 jam meninggalkan keluarga mereka. Begitupun aparat TNI dan Polisi, yang menjaga situasi Kambtibmas aman hingga kini, disaat kita semua tengah tertidur pulas.

Salam Damai untuk Negeriku yang lagi dapat cobaan. Marilah kita berdoa agar musibah ini cepat selesai, sehingga kita bisa normal serta pembangunan bisa berjalan baik di daerah kita dan Negeri kita ini. (*)