Berbagi Berita Merangkai Cerita

Catatan Harian Negeri Ini

24

Puisi H. Dienullah Rayes

A.
satu itu bilangan angka,
Maha Satu,Tuhan menunjuk langit,bumi,
Dia dipagari iman yang yakin di sukma,
insan kendali lisan dan amalkan.
hidup pun kepak sayap dan kipas napas badan.
terbang dan terbanglah ke langit keabadianNya.

B.
corona itu sakit,penyakit menular yang debu galian kuburan,
jaga diri selalu hati hangat seirama napasNya,
buka rumah suci cuma jauhi kerumunan,
pakai masker bila pengembara di bawah matahari,bulan,
beli nasi kotak,makan di rumah,
bersama anak-isteri terkasih,
menyemai damai,manis terasa ruas waktu santai.
senyum-tawa mengusik sunyi sepi.

C.
kita harus berlari di jalan hari menggebu,
kita selalu ngantuk dan begitu dungu,
berjalan injak bayangan sendiri tak mandiri,
jaring laba-laba teknologi mengurung segala arah.
harus disikapi,kita hidup di rumah leluhur berkeadaban,
berjantung Ketuhanan Yang Maha Esa.

D.
kini kaum atheis bermimpi lagi,
ingin kibarkan bendera merah non agamis.
pada hal mereka sudah mati,bukan mati suri,
kita tak ingin negeri taman bunga merah putih ini,
bersimbah darah lagi.

E.
satu bangsa yang berkeadaban,
satu tanah air yang hijau menawan,
satu bahasa yang betkebudayaan.

F.
dalam abad iptek hari ini,
kunang-kunang yang mengilaukan embun pagi,
disileti terik matahari,sebuah kuasa,
yang sirna dan fana.

Sumbawa,yang kaki langit.
16.07.2021.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.