Berbagi Berita Merangkai Cerita

Caleg PDIP Bukan Politisi Kutu Loncat

0 23

MATARAM, DS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) NTB resmi mendaftarkan calon legislatifnya (caleg) ke kantor KPU NTB pada Selasa (17/7). Dipastikan, para caleg yang didaftarkan itu mayoritas merupakan kader asli yang telah lulus mengikuti sekolah partai yang diselenggarakan oleh DPP PDIP.

“Insya Allah, para caleg PDIP yang kita daftarkan kali ini bukanlah politikus asal-asalan. Karena, mereka seluruhnya sangat mumpuni dari sisi idiologi dan kemampuan managerial kepartainnya,” ujar Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat menjawab wartawan, di kantor DPD PDIP NTB, kemarin.

Ia mengaku, fenomena banyaknya politisi maupun tokoh-tokoh yang loncat pagar dari parpol satu ke parpol lainnya memang marak terjadi pada Pemilu 2019 ini. Bahkan, Rachmat telah didatangi sejumlah tokoh nasional maupun lokal NTB yang menghendaki maju melalui partainya.

Namun, kata Anggota DPR RI, pihaknya sejak awal berkomitmen akan fokus mengusung kader sendiri.  Sebab, partainya memiliki aturan main dan prasyarat yang berbeda dengan parpol lainnya. Diantaranya, harus masuk menjadi anggota partai terlebih dahulu. Selanjutnya, harus mengikuti sekolah partai, sehingga terbentuk kader idiologi Pancasila.

“Sampai tadi malam, ada banyak tokoh kelas lokal mapun nasional asal NTB yang datang mencari saya guna dicalonkan dari PDIP. Tapi, saya bilang kalau PDIP itu punya syarat. Dan itu, sudah saya jelaskan detail aturannya terkait wajib menjadi anggota partai terlebih dahulu, serta harus sekolah partai. Jadi, nggak gampanglah meski dia tokoh sekalipun. Tapi, kalau mau menunggu dan sabar pada periode Pemilu selanjutnya akan bisa kita calonkan,” tegas Rachmat.

Ia menegaskan, PDIP bukanlah partai sembarangan guna menampung para kutu loncat. Sebab, platform partai adalah partai kader. Oleh karena itu, idiologi perjuangan tetap harus dikedepankan.

Selain itu, pengusungan caleg juga dilihat dari sisi bobot penilain kader itu dimasyarakat. Hal ini sesuai dengan aturan partai. Yakni, AD/ART, instruksi Ketua Umum dan perintah harian.

“Sekali lagi, PDIP itu, pengkaderannya berjenjang dan kami konsisten tidak akan tergiur dengan ketokohan siapapun. Termasuk, akan merekrut caleg dadakan, enggak lah,” tegas Rachmat seraya mengakui, jika dirinya memiliki point tertinggi, yakni 5000 baru disusul kader lainnya, semisal Husni Djibril (Bupati Sumbawa/Sekretaris DPD PDIP NTB) dan para kader lainnya.

Terkait target PDIP NTB dalam Pileg 2019. Rahmat menjelaskan, pihaknya merencanakan khusus kursi di DPRD NTB, semua daerah pemilihan berjumlah yang berjumlah delapan dapil itu dapat terisi seluruhnya. Sehingga, mengalami peningkatan dari lima kursi pada pemilu lalu bisa meningkat menjadi delapan kursi.

“Pokoknya kita berusaha bekerja keras tanpa ada embel-embel Jokowi efect dan lainnya. Insya Allah, kita optimis dengan kemampuan kader kami, yang penting kita sudah berusaha menargetkan peningkatan kursi, tapi nanti kita serahkan hasilnya pada kekuasaan Allah SWT,” tandas Rachmat Hidayat.

Sementara itu, pantauan wartawan hingga pukul 15.30 Wita pada Selasa (17/7) kemarin. Selain PDIP, dua parpol lainnya. Yakni, PKS dan Hanura telah resmi mendaftarkan caleg mereka. Sehingga, melengkapi pendaftaran yang dilakukan PAN NTB pada Senin (16/7) lalu. RUL.

Leave A Reply