Bupati Tolak Tanda Tangani Maklumat MUI Terkait Pelaksanaan Idul Fitri dan Sholat Jumat

2 min read

SELONG, DS – Dalam rapat koordinasi yang digelar Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dengan seluruh pimpinan OPD dan Camat se-Lombok Timur Senin (19/05/2020), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Timur, TGH. Ishak Abdul Ghani, menyampaikan maklumat tentang panduan sholat idul fitri, takbiran 1441 H disaat pandemi Covid-19. Maklumat MUI ini, berpedoman pada fatwa MUI nomer 28 tahun 2020 star panduan sholat idul fitri, takbiran saat pendemi.

“Bukan kita menyampaikan yang tertulis aja tapi tetapi secara dialog juga yang dilakukan oleh majelis ulama indonesia pusat,” ucap TGH. Ishak.

Maklumat tersebut juga dikeluarkan MUI Lotim, karena tim Gugus Tugas dinilai mampu mengedalikan wabah Covid-19. Sesuai dengan edaran menteri agama RI nomer SE 6 tahun 2020 tentang panduan ibadah lengkap dan idul fitri 1 syawal 1441 H di tengah pandemi.

“Kalau bapak tadi mengatakan setiap desa satu masjid (rapid tes,red), kemudian dipadukan dengan penyampaian kadis kesehatan, kelihatannya kita buka seluruhnya saja,” sarannya. “Kabupaten Lombok Timur dipandang mampu mengendalikan wabah Covid-19. MUI Lombok Timur menyampaikan maklumat bersama. Jadi nanti kami minta tanda tangan beliau-beliau yang didepan ini,” lanjutnya.

Berikut isi maklumat yang dibacakan langsung oleh Ketua MUI Lotim dihadapan Bupati, dan peserta rapat yang hadir pada kesempatan tersebut.

  1. Sholat idul fitri bisa dijalankan dengan berjamaah di masjid di lapangan terbuka dengan ketentuan:
  2. Kawasan tersebut diyakini tidak ada penyebaran Covid-19.
  3. Pelaksanaan shalat idul fitri tersebut harus mengikuti protokol pencegahan Cobid-19 sebagai berikut/
  4. Setiap Masjid, mushola, lapangan terbuka, menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun.
  5. Setiap jamaah harus memakai masker.
  6. Disarankan untuk sementara tidak berjabatan tangan.
  7. Sholat idul fitri dengan ayat-ayat pendek.
  8. Khotbah dengan memenuhi rukun-rukun khutbah dan tausiah singkat.
  9. Masing-masing jamaah membawa sajadah sendiri-sendiri.
  10. Disarankan para orang tua dan muda menempati tempat yang berbeda.
  11. Sholat idul fitri hanya diikuti oleh jamaah yang bermukim pada tempat tersebut.
  12. Bagi masyarakat yang sakit agar bersabar untuk sholat idul fitri di rumah.
  13. Para pengurus masjid harus membentuk panitia penanggung jawab untuk mengecek jamaah yang sakit dan yang bukan mukimnya.
  14. Kegiatan takbiran dilaksanakan dengan sendiri-sendiri, di masjid-masjid, atau mushola, dengan pengeras suara tanpa berkumpul.
  15. Maklumat ini berlaku juga untuk pelaksanaan sholat Jum’at.
  16. Maklumat ini akan disebarkan ke seluruh penjuru Lombok Timur. Dan apabila ada kejadian luar biasa dibeberapa kawasan, maklumat ini untuk ditinjau ulang.

Demikian isi maklumat MUI yang diminta untuk ditanda tangani pada hari itu oleh Pimpinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Saya akan menandatangani maklumat itu pada Jumat malam. Tidak sekarang. Ini kan kaitannya dengan Idul Fitri, bukan Jumatan,” tegas Bupati, H.M Sukiman Azmy, menjawab permintaan penanda tanganan maklumat dari ketua MUI Lombok Timur tersebut. Seraya menyebutkan penandatangan maklumat MUI tersebut akan dilakukan, apabila empat syarat yang diajukannya dapat terpenuhi.

Empat syarat yang dimaksud adalah seperti yang telah diberitakan sebelumnya di media ini. Yaitu minimnya hasil rapid tes di perbatasan, rapid tes berbasis masjid, rapid tes berbasis pasar, dan sembuhnya sisa dua orang pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di RSUD dr. Soedjono Selong. Dd