Bupati Najmul Adakan Rapat Terbatas Satgas Penanganan Covid-19

2 min read

Tanjung, DS – Dalam rangka pencegahan virus corona tingkat kabupaten, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH menggelar rapat terbatas bersama kepala OPD terkait dan unsur Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (26/3). Hadir Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH dan Plt. Asisten III Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si.

Usai memimpin rapat penanganan virus corona, di hadapan awak media Bupati Najmul, menyampaikan perlu melakukan rapat terkait langkah-langkah tepat dan terukur dalam penanganan virus corona. “Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa formulasikan (mekanisme) penanganan sehingga bisa dilakukan hal-hal yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Najmul juga menyampaikan, untuk Dana Desa akan dirapatkan lantaran Surat Edaran No. 8 tahun 2020 dari Kementerian Desa memungkinkan digunakan untuk penanggulangan covid-19. “Nanti itu kita rapatkan kembali sesuai dengan regulasi mana yang bisa digeser atau tidak itu sudah ada ketentuannya,” jelasnya.

Ia mengemukakan anggaran yang sedang diusahakan untuk digeser. Dinas Kesehatan mengusulkan sekitar Rp 826 juta yang sedang dalam proses. Kemudian, OPD yang sudah menyampaikan usulan pergeseran, Dana Insentif Daerah (DID) untuk penanganan covid-19 sekitar Rp. 1 miliar lebih. Artinya dana insentif yang ada di masing-masing OPD juga digeser untuk kepentingan ini.

“Sekarang kita baru bisa mengakumulasi sekitar Rp 1,5 miliar dari masing-masing OPD dan ini masih ada OPD yang belum menyetorkan (rumusan) dana DID yang bisa digeserkan. Kesehatan kita harapkan melakukan pergeseran alokasi kesehatan itu sekitar Rp 7,46 miliar dan Rp 3 miliar dari RSUD untuk pelayanan,” terangnya.

Menurut orang nomor satu di KLU itu, pergeseran ini akan disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan untuk penanganan Covid 19. “Intinya kita ingin dana-dana yang ada yang bisa digeser. Ini kita lakukan pergeseran secepatnya agar bisa langsung melakukan penanganan,” tutur bupati seraya menambahan jika hari ini selesai, hari itu pula diekseskusi untuk kebutuhan penanganan Covid-19.

Koordinator Subsatgas Komunikasi Publik Covid-19, Evi Winarni, SP, M.Si, kepada awak media menyatakan, di Kabupaten Lombok Utara sudah ada Satgas untuk menangani dampak virus corona, terdiri dari seluruh unsur yang ada. Masing-masing satgas memiliki koordinator Subsatgas.

“Alhamdullilah di Lombok Utara belum atau tidak ada yang terinfeksi Covid-19. Per tanggal 25 Maret pukul 12 siang, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona berjumlah 36 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 2 orang dan 38 orang Orang Dalam Resiko (ODR) ini masih isolasi secara mandiri, sehingga totalnya per 25 Maret 76 orang,” tuturnya.

Pihaknya menyampaikan untuk Alat Pelindung Diri (APD) kendati terjadi kelangkaan namun sudah disiapkan anggaran dari dana tidak terduga untuk membeli APD. “Sampai hari ini, sementara masih bisa ditanggulangi untuk APD. Memang kami sedang melakukan pemesanan terkait dengan pengadaan APD tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya diadakan pula rapat koordinasi dipimpin langsung Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH, terutama mengulas persiapan untuk penanganan pencegahan Covid-19 serta agenda penyemprotan desinfektan.

“Mari kita ikuti anjuran-anjuran yang ada untuk mencegah penyebaran covid-19, mengimbau aparatur sipil negara dan masyarakat agar tidak keluar negeri atau keluar daerah yang terdampak serta menjaga kebersihan,” ujarnya. (api)

Tinggalkan Balasan