Bupati Lotim: Jangan Berpolemik! Masjidil Haram Saja Ditutup

2 min read

SELONG,DS- Bupati Lombok Timur menegaskan akan memberikan tindakan tegas bagi masyarakat yang masih berkerumun dalam jumlah besar. Hal ini juga akan dilakukan terhadap tempat-tempat ibadah yang masih belum mematuhi imbauan Pemerintah.

“Tolong tutup pak Kapolres. Tidak ada lagi toleransi. Geret mereka yang menghalangi ke kantor Polisi,” tegas Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy saat memimpin rapat Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 pada Senin (30/03/2020).

Langkah tersebut terpaksa diambil oleh Pemerintah Daerah untuk meminimalisir resiko pernularan Covid-19 di Lombok Timur yang sudah masuk kategori Zona Merah (Red Zone). Terlebih jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Lombok Timur mengalami peningkatan secara signifikan dalam beberapa hari.

Adapun data jumlah ODP di Lombok Timur per pukul 13.00 Wita hari ini (Senin, 30/03/2020), telah mencapai 378. Angka ini pun masih memungkinkan untuk bertambah mengingat banyaknya masyarakat Lombok Timur yang pulang dari luar daerah dan luar Negeri. Masyarakat tersebut juga telah dimasukkan dalam data Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan jumlah 3.083 orang.

Dari data tersebut, tinggi kemungkinan potensi penyebaran Covid melalui tempat ibadah.
“Masjid semuanya ditutup. Saya minta semua Camat, bersama Kapolsek, Danramil, berdiri di depan masjid, dimana yang masih buka waktu Jumatan,” tegas Bupati seraya meminta agar masyarakat tidak terus berpolemik terkait penutupan tempat ibadah untuk sementara waktu. Ia mencontohkan Masjidil Haram di Mekah pun ditutup untuk mencegah penyebaran wabah berbahaya Covid-19.

“Bisa bayangkan tidak, Masjidil Haram itu kurang apa berkahnya. Ditutup. Ulama Al-Azhar itu kurang apa ilmunya? Mereka mengatakan, Minal masyrik minal maghrib. Ditutup,” ujarnya. “Kan so kanak-kanak beruk ne tioq (Kenapa anak kemarin sore,red) berfatwa macam-macam,” lanjutnya.

Menanggapi hal ini Dandim 1615/Lotim, Letkol Inf. Agus Prihanto Donny, menegaskan kesiapan TNI untuk melaksanakan instruksi Bupati tersebut.

“Kebijakan Ketua Gugus Tugas, Pak Bupati, akan kita laksanakan dengan maksimal. Yang menjadi perhatian kami adalah aturan berkumpul,” tegas Donny.

Ia pun siap jika pihaknya terpaksa harus berbeturan dengan masyarakat yang tidak patuh terhadap arahan Pemerintah dan tetap berkumpul di masjid untuk Jumatan.

“Kalau masih ada, terpaksa kita berbenturan dengan masyarakat. Kita dibenci sama masyarakat, tidak apa-apa. Demi menegakkan aturan,” tandasnya.

Senada dengan Dandim, Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatriyo menyatakan kesiapan personil Kepolisian untuk mendukung kebijakan Bupati. “Jika masih sulit dibubarkan dengan suara, jangan salahkan kita kalau nanti disemprot,” ucap Kapolres.

Ia pun menyebut telah memiliki data Masjid yang masih Jumatan meskipun telah dihimbau jauh-jauh hari untuk tidak dilaksanakan. dd

Tinggalkan Balasan