Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Bupati Lotim Bantah Ada Penerbitan Baru Ijin Retail Modern

131

SELONG, DS – Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy membantah adanya penerbitan 30 ijin baru untuk pendirian retail modern. Dalam surat yang menyebar luas di berbagai platform media sosial, dikatakan Bupati, bukanlah penerbitan ijin baru.

Ia pun mengatakan, Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), belum memberikan ijin tehadap 30 titik yang disebutkan dalam surat tersebut. “Retail ini kan belum ada ijin. Sudah pernah tidak PTMPTSP memberikan ijin? Saya kira belum,” kata Sukiman, Jumat (10/07/2020).

Menurut Sukiman, surat tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap 30 titik lokasi pembangunan retail. Baik yang sudah beroperasi namun tidak memiliki ijin, ataupun yang sudah memiliki ijin namun belum beroperasi hingga saat ini.

“Artinya begini, ada toko-toko retail yang belum punya ijin tetapi sudah beroperasi. Yang kedua, ada ijin yang diberikan oleh pemerintah yang lama, tetapi belum diwujudkan di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, dalam hal perijinan, pemerintah Kabupaten memiliki ruang lingkup yang kecil. Sulit bagi Pemkab untuk membendung masuknya investasi ke daerah, yang juga bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, jika ada penerbitan ijin, tentunya harus melalui proses yang sangat ketat dengan memenuhi persyaratan-persyaratan dari Pemerintah daerah. “Itu baru proses perijinan. Belum ada ijin yang diberikan,” yakinnya.

Demi membendung dominasi retail modern, Sukiman kembali menjanjikan untuk membesarkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes akan kembali didorong untuk bersaing dengan retail modern. Tentunya, dengan melakukan pembinaan dan modernisasi dalam manajemennya.

Selain mendukung pengembangan BUMDes, Sukiman juga meyakini prilaku berbelanja masyarakat saat ini sudah beralih ke warung-warung. Hanya diperlukan modernisasi juga pada warung-warung masyarakat agar dapat menghadirkan kenyamanan dalam berbelanja. Seperti berbelanja di retail modern.

“Niat kita untuk membesarkan BUMDes itu sudah pasti. Tanpa mengurangi hal-hal yang lain. Kita harus bina lagi, harus modernisasikan lagi warung-warung kita. Minimal hampir sama dengan mart-mart yang ada itu,” tandasnya.

Untuk mewujudkan hal itu, disadarinya perlu permodalan dan manajemen yang baik. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.