Berbagi Berita Merangkai Cerita

Bupati KLU Apresiasi Perjuangan Dokter Desa

0 10

KLU,DS- Bupati KLU, H.Najmul Akhyar mengapresiasi perjuangan para dokter desa. Ia pun merasa perihatin atas kondisi dokter-dokter yang jauh naik sampai ke bukit-bukit hanya untuk mencari ibu-ibu yang tidak pernah datang ke Puskesmas.

Ketika meresmikan embung pertanian sekaligus penyerahan alat dan mesin pertanian tahun 2019 dirangkai dengan penyerahan buku rekening kepada kelompok penerima manfaat RJIT, Kamis (13/2/2020), Bupati Najmul Akhyar, berterima kasih atas kerja keras dan pengabdian luar biasa dokter desa tersebut.

Menurut Najmul Akhyar, pada tahun 2020 Pemkab Lombok Utara kembali mengangkat dokter desa untuk menambah 16 orang dokter desa yang tersisa.

“Alhamdulillah kita juga mendapatkan tambahan dari Menteri Kesehatan sekitar 20 dokter lagi, sehingga harapan kita seluruh desa itu terpenuhi dokter desa dan ambulan desa,” katanya.

Bupati mengaku sudah berdiskusi dengan para dokter yang bertugas di desa-desa di Lombok Utara. Saat ini, beberapa orang dokter desa tengah melanjutkan studi ke jenjang pasca sarjana. Selain itu, ada juga yang lulus CPNS sehingga tersisa masih 16 orang dokter desa. Ia meminta agar dokter-dokter desa yang ada bisa lebih aktif lagi dalam melaksanakan tugas-tugasnya di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU Ir. H. Nanang Matalata, menyampaikan kesempatan itu merupakan momen peresmian embung atau bangunan penampung air yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

Nanang menyebutkan tahun ini hampir sembilan bangunan berupa embung, parit dan lainnya yang dibangun pihaknya. Tahun 2019 DAK dipusatkan di kelompok tani Makmur Jaya Dusun Gol Mudjid Desa Karang Bajo.

“Setiap tahun kegiatan-kegiatan ini terus kita upayakan peningkatannya. Begitupun pembiayaannya setiap tahun hampir Rp 45 miliar. Dana yang dialokasikan di Dinas KPP baik bersumber dari APBD maupun APBN,” ungkapnya.

Kegiatan khusus dialokasikan untuk membiayai pembangunan sarana dan prasarana seperti embung, dam, parit, jaringan irigasi. Ada juga peningkatan kapasitas petani berikut alsintan atau alat-alat mesin pertanian.

“Insya Allah ke depan ini terus kita tingkatkan karena memang khususnya pertanian tanaman pangan dalam rangka swasembada pangan. Kita juga diberikan target oleh pemerintah pusat harus ada peningkatan 7,5 persen setiap tahun,” urai Matalata.

Selain itu, ada juga peningkatan target hingga tiga kali peningkatan ekspor produk pertanian. Target itu, tambahnya, target sangat tinggi yang dibebankan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi dan kabupaten. Bahkan setiap tahun pemerintah pusat meningkatkan anggaran untuk pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.

Terlebih lagi untuk pendampingan pembiayaannya juga bersumber dari KUR. Untuk sementara ini, Lombok Utara termasuk daerah yang paling sedikit yang memanfaatkan KUR pada hal KUR sangat membantu masyarakat. Khusus untuk tanaman pangan saja anggarannya hampir Rp 9 T disiapkan oleh pemerintah pusat. Untuk provinsi NTB dapat pagu Rp 450 M. Anggaran besar ini harus kita manfaatkan,” ujar Kadis KPP ini.

Pada kesempatan itu, Nanang Matalata juga menyampaikan soal asuransi pertanian mengingat Lombok Utara termasuk daerah rentan. Dalam setahun hanya Rp 36.000 saja, sementara pemerintah pusat mensubsidi Rp 420.000. Namun ganti rugi yang dapat diterima petani jika gagal panen senilai Rp 6 juta,” tuturnya.

Ditempat yang sama, ketua kelompok tani Makmur Jaya Hartono melaporkan bahwa kelompok tani yang diketuainya dibentuk pada 15 Februari 2011. Adapun kegiatan kelompok yang dilakukan terkait dengan menanam padi pada musim hujan lalu dilanjutkan dengan menanam jagung atau kacang tanah.

Ditambahkan Hartono, sejak tahun 2011 pihaknya sudah menerima banyak bantuan dari pemerintah di antaranya konseler tahun 2017, kultivator dan hand sprayer pada kegiatan cabe tahun 2018, traktor dan pembangunan embung tahun 2019. Khusus untuk embung ini dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) seraya bersyukur karena sudah terealisasi.

Mengakhiri laporannya ia mengharapkan embung ini dengan sistem grafitasi yang bisa mengairi areal persawahan seluas kurang lebih 20 ha tetapi saat ini belum ada perpipaannya. Ia berharap nantinya kelompok tani setempat diberikan irigasi tertutup dalam jenis perpipaan sehingga bisa membantu untuk kegiatan pada kelompok tani makmur jaya,” tutupnya.

Usai penyerahan buku rekening dan foto bersama Bupati meninjau embung pertanian dan budidaya lebah madu trigona didampingi Kadis KPP, Camat Bayan, anggota kelompok tani setempat dan hadirin. (api/humaspro)

Leave A Reply