Berbagi Berita Merangkai Cerita

BUPATI SUKIMAN AZMY LAUNCHING ASURANSI TERNAK SAPI

0 102

SELONG,DS- Asuransi ternak sapi/kerbau akhir-akhir ini dirasakan memberi dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Tren peserta asuransi/pemegang polis dari tahun ketahun, mengalami peningkatan. Adanya jaminan ganti rugi dari pihak Pemerintah melalui asuransi PT. Jasindo membuat peternak semakin nyaman berusaha dibidang peternakan.

Pemda Lotim melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat melaunching program Asuransi Ternak Sapi (AUTS). Program ini, bentuk perhatian Pemerintah pada peternak di Daerah ini. Launching oleh Bupati H.M.Sukiman Azmy Selasa ( 30/04 ), berlangsung di Dusun Tanak Mira Desa Wanasaba Lauq, Kecamatan Wanasaba, dihadiri OPD terkait, Perwakilan PT.Jasindo, Camat Wanasaba, Kepala Desa Wanasaba Lauq, dokter Hewan, paramedis, inseminator, para peserta AUTS dan kelompok ternak.

Bupati H.M.Sukiman Azmy dalam sambutannya sekaligus melaunching “AUTS ” mengatakan, ada 2 janji yang diucapkan dulu disaat sosialisasi kepada kelompok tani (Poktan) dan kelompok peternak, yaitu akan mengasuransikan ternak dan memberikan bantuan hewan ternak kepada peternak. Selain ternak, pemerintah juga menyediakan asuransi bagi nelayan. Diharapkan Sukiman, ada partisipasi pemerintah provinsi dalam bentuk bantuan ternak. Dinas terkait diharapkan aktif jemput bola ke provinsi.

Harapan juga disampaikan kepada seluruh peternak agar memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk dan biogas. Karena, era sekarang harus kembali ke pupuk organik. Atas nama pemerintah, Sukiman mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan PT. JASINDO yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik (asuransi) kepada para peternak.

Direktur PT. Jasindo, Aldo Aldustur, dalam sambutannya menyampaikan Program Asuransi ini diberikan khusus untuk sapi betina. Manfaat program ini, jika sapi peternak mati, peternak mendapatkan santunan sebesar Rp 10 juta. Dengan ketentuan, sapi itu mati disebabkan karena kecelakaan, sakit, melahirkan bahkan hilang karena kecurian. Nilai itu diberikan, dengan harapan dapat menjadi motivasi para peternak untuk membeli indukan yang baru.
Khusus sqpi jantan, disebutkannya, tetap mendapatkan asuransi. Hanya saja, mekanisme sapi jantan berbeda dengan sapi betina. Harapannya kedepan dapat menimbulkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya berasuransi di tengah-tengah masyarakat.

Khususnya kepada para peternak/petani, dengan program ini ia berharap dapat memberikan ketenangan dalam menjalankan usaha ternak sapi/ kerbau dengan tetap mengedepankan metode peternakan yang baik. Harapan pada Pemda Lotim, bantuan seperti ini dapat diperluas tidak hanya perlindungan terhadap sapi, namun juga dapat mendukung terhadap program asurasi usaha tani padi, tani jagung serta perlindungan terhadap jiwa nelayan di daerah ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim, Ir. Tall’aat, dalam laporannya mengatakan, tahun 2019 Pemda Lotim akan memberikan subsidi (mengratiskan) biaya asuransi ternak, melalui dana APBD sebesar Rp 400 juta untuk 10 ribu ekor ternak sapi atau kerbau betina. sampai Maret 2019, sudah terdaftar calon peserta AUTS sebanyak 2.300 ekor. Pada tahun 2019 Pemda menanggung 20 persen dan Pemerintah Pusat 80 persen, sehingga peternak digratiskan dari premi yang seharusnya dibayar Rp 200 ribu per ekor/tahun. Target dari Pemerintah Pusat, tahun 2019 sebanyak 2000 ekor dari 5000 ekor yang di targetkan untuk Provinsi NTB. Sehingga ada kekurangan 8.000 ekor.

Lebih lanjut dilaporkan, tujuan launching AUTS ini, merupakan bentuk kerjasama antara Pemda Lotim dengan perusahaan Asuransi PT.Jasindo Mataram. Serta memperkenalkan secara luas kegiatan Asuransi ternak kepada masyarakat.
Sejak digulirkannya program AUTS/K 2016 sampai dengan 2018, Lotim merupakan Kabupaten terbanyak memanfaatkan asuransi. Termasuk, juga terbanyak melakukan klaim ganti rugi akibat kematian dan kehilangan ternak.

Pada tahun 2016 dari 1.321 pemegang polis di NTB, diantaranya 737 polis ( 55,77 ) dari Lotim, dan terjadi klaim sebanyak 4 ekor, Tahun 2018 meningkat menjadi 61 ekor yang diklaim dari 1.088 ekor polis (43,20) dari 2.518 ekor total polis se NTB. Pada tahun 2018, terjadi peningkatan peserta asuransi sebanyak 3.649 ekor dan terjadi klaim sebanyak 66 ekor senilai Rp. 449.250.000. dimana kasusnya kebanyakan adalah potong paksa.

Sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lotim, untuk menyukseskan program asuransi, peran UPT di Kecamatan sangat penting. “Kita patut berterimakasih atas terbentuknya UPT. Poskeswan dan Peternakan di 10 (sepuluh) Kecamatan di Lotim, yakni UPT. Poskeswan dan Peternakan Terara, Sikur, Masbagik, Aikmel, Suela, Pringgabaya, Selong, Sakra, Keruak dan Sukamulia, yang natinya menjadi perpanjangan Dinas,” katanya.

Lounching kegiatan asuransi ternak ini sekaligus dirangkaikan dengan pelayanan pengobatan masal ternak dan pelayanan IB yang direncanakan disemua Kecamatan tergantung tersedianya obat-obatan dan vitamin, sedangkan pelayanan IB dilakukan melalui upaya khusus sapi wajib bunting (UPSUS SIWAB) yang direncanakan tahun 2019 ini sebanyak 19.000 STRAW sapi bali dan sapi persilangan.

Pada kesempatan itu Bupati didampingi Direktur PT. Jasindo, menyerahkan secara simbolis polis asuransi untuk 10.000 ekor sapi kepada peternak Program Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTS/K), klaim asuransi kepada peternak atas kasus mati bangkang dan kasus potong paksa serta penyerahan cindera mata dari PT. Jasindo kepada Pemda Lotim dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim.hm

Leave A Reply