Menu

Mode Gelap

Politik · 27 Mar 2017 13:33 WITA ·

Bupati Ali : “Antar Kandidat, Jangan Tebar Fitnah”


					Bupati Lotim, H. Ali Bin Dachlan (berkacamata hitam) saat bersilaturahmi dengan masyarakat di dusun Muntaha, desa Kembang Kerang Daya, kecamatan Aikmel Perbesar

Bupati Lotim, H. Ali Bin Dachlan (berkacamata hitam) saat bersilaturahmi dengan masyarakat di dusun Muntaha, desa Kembang Kerang Daya, kecamatan Aikmel

MATARAM, DS – Kendati perhelatan Pilkada serentak di NTB masih menyisakan dua tahun lagi, aroma persaingan antara para kandidat bakal calon gubernur dan calon bupati di Lotim, Kota Bima dan Lombok Barat mulai terasa gesekannya. Bahkan, persaingan tersebut telah mulai menjurus ke arah yang tidak menyehatkan, diantaranya saling fitnah.

Bupati Lombok Timur, H. Ali Bin Dachlan, mengaku telah memeroleh ‘serangan’ fitnah dari kandidat lainnya. Meski tidak merinci jenis fitnah itu, salah satu bakal calon gubernur NTB itu mengingatkan agar para kandidat tidak melakukan fitnah dalam upayanya meraih simpati pemilih.

Sebab, fitnah itu tidak dibenarkan oleh agama. “Kalau mau maju untuk jadi kepala daerah, silahkan maju saja. Jangan menjatuhkan kandidat lain. Jangan sebar fitnah ini itu di tengah masyarakat. Mari berkompetisi dengan santun dan baik,” tegas Ali BD menjawab DS saat dimintai tanggapannya soal fitnah yang telah menimpa dirinya, Sabtu (25/3).

Sejauh ini, meskipun sangat besar berita yang menyebutkan bahwa dirinya akan maju menjadi calon kepala daerah NTB pada pilkada tahun 2018, Ali masih belum mau berbicara banyak tentang pencalonannya. Bahkan, untuk memasang baliho fotonya saja, Bupati Ali mengaku tidak pernah memerintahkan siapapun untuk memasangnya di jalan raya.

“Kalaupun ada, itu murni partisipasi masyarakat yang mendukung pencalonannya untuk bisa menjadi pemimpin NTB periode 2018-2023,” ujarnya.

Kepala Daerah nyentrik berkacamata hitam itu menambahkan, perhelatan pilkada masih sangat jauh waktu pelaksanaanya. Sehingga, Ali pun mengajak para kandidat gubernur agar jangan saling sikut.

“Pilkada itu adalah ajang adu gagasan. Sekali lagi, saya sendiri tidak pernah memerintahkan siapapun untuk memasang baliho foto saya di jalan biar dilihat orang. Demi Allah, saya tidak pernah menyuruh orang untuk memasang baliho. Baliho-baliho foto saya yang ada itu, murni partisipasi masyarakat yang menginginkan saya maju dalam pilkada,” tandas Ali BD.fahrul

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

PDIP NTB ubah mindset Memakmurkan Masjid dengan Menanam Pohon Buah Produktif

12 Mei 2022 - 16:14 WITA

Masuk Lima Gubernur Berpotensi Maju Pilpres 2024, Miliki Kendaraan PKS, Pangi : Peluang Zulkiefimansyah Terbuka Lebar

10 Mei 2022 - 16:55 WITA

Eufhoria Mudik Buat Ekonomi Rakyat di Kampung Menggeliat

9 Mei 2022 - 17:14 WITA

Trending di Politik