Berbagi Berita Merangkai Cerita

Bukit Nanggi, Pesona Surga di Atas Awan

0 18

SELONG,DS-Bukit Nanggi merupakan salah satu destinasi wisata andalan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bukit dengan ketinggian 2300 MDPL itu berada tepat di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Aktivitas wisata Bukit Nanggi dibuka pada awal tahun 2015 lalu dan kini menjadi primadona di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal itu dikarenakan pamandangan bukit dengan cuaca sangat dingin itu terbilang sangatlah indah.

Dari puncak Bukit Nanggi, kita dapat menikmati sunrise (matahari terbit) dan sunset (matahari tenggelam) dengan sangat jelas. Beberapa pulau yang terletak di Kecamatan Lombok Utara, Lombok Barat, serta Pulau Sumbawa bisa kita lihat dengan mata telanjang.

Karena itulah Bukit Nanggi akrab disebut sebagai negeri di atas awan. Pasalnya, dari puncak bukit ini dapat dinikmati indahnya hamparan awan putih terselimut jingga. Hamparan awan tersebut dapat kita nikmati lebih cantik saat pagi menjelang matahari terbit. Dari puncak Nanggi, juga dapat dilihat keindahan Gunung Rinjani yang dikenal sangat mendunia.

Bagi anda pencinta olahraga ekstrim, Bukit Nanggi patut masuk daftar tujuan wisata. Sejak melangkah dari kaki bukit, jalur menantang sudah terhampar di depan mata. Setelah sampai di pertengahan jalan, kita kembali dipertemukan dengan jalur terjal, berliku dan berdebu. Di sini dianjurkan untuk tidak menoleh ke belakang, kecuali bagi yang memiliki nyali kuat, Pasalnya, tebing terjal seolah menggelitik jantung anda hingga gemetar. Karena tantangan itulah, waktu yang dibutuhkan untuk sampai di puncak Nanggi cukup lama, yakni tiga sampai empat jam perjalanan, tergantung fisik dan tenaga masing-masing.

Karena keindahan dengan berbagai tantangannya itu Bukit Nangi sering dijadikan tempat merayakan momen-momen penting. Awal tahun 2016 lalu misalnya, pemuda setempat mengadakan Nanggi Lampion Festival dalam rangka menyambut tahun baru 2016. Acara tersebut pun terbilang sukses diikuti oleh ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Tak ketinggalan, upacara bendera 17 Agustus juga dilakukan pada Agustus 2016 lalu. Kegiatan itu diminati oleh ribuan pengunjung. Kegiatan yang lebih besar lainnya dipastikan akan dilakukan pada momen-momen penting lainnya.

Perlu diketahui, biaya yang harus dikeluarkan untuk menikmati destinasi wisata nan indah tersebut tergolong sangat murah. Harga karcis masuk hanya Rp 10.000/orang. Sementara itu, anda bisa memarkir kendaraan anda di rumah-rumah warga setempat dengan biaya parkir Rp 10.000/kendaraan. Bagi yang mau ditemani pemandu wisata, cukup membayar Rp 50.000–100.000/malam untuk setiap rombongan, tergantung kesepakatan.

Bagi yang berencana menapaki kaki di Bukit Nanggi, ada beberapa tips yang perlu diketahui. Yang pertama, tumbuhkan rasa sadar diri untuk tidak merusak alam dan tidak membuang sampah sembarangan. Selanjutnya, pakai baju lengan panjang dan celana panjang. Hal itu agar anda aman dari ilalang dan tumbuhan berduri yang tumbuh di sepanjang jalan menuju puncak Nanggi.

Bawa persediaan makanan yang cukup, terutama air minum, sebab di puncak Nanggi tidak dapat ditemukan sumber mata air. Dan juga bawa pakaian atau selimut tebal untuk melawan serbuan angin yang sangat dingin di puncak bukit. Tentunya, alat memasak, obat-obatan dan tenda adalah barang wajib.

Bukit Jomblo

Pesona Bukit dengan ketinggian 2300 MDPL itu dipastikan membuat siapa saja terpikat.

Sehingga tak jarang para pendaki mengabadikan momen itu dalam bentuk foto.

Berbagai atraksi serius hingga lucu ditunjukkan oleh para pendaki saat dibidik oleh kamera. Tak jarang para pendaki menulis nama pacar mereka pada selembar kertas untuk selanjutnya disorot oleh mata kamera. Namun siapa sangka, dari sanalah Bukit Nanggi mendapat julukan sebagai “Gunung Jomblo”. Bagaimana tidak, menurut penuturan para pendaki yang sudah menulis nama pacar mereka pada selembar kertas dari puncak Bukit Nanggi, tak lama mereka pun putus alias JOMBLO.

“Saya sangat sayang pada pasangan saya, maka tak berlebihan kalau saya menulis namanya di puncak Nanggi, eeh setelah saya turun bukit, sehari kemudian pacar saya minta pusus,” tutur Nizal, salah seorang pendaki, beberapa waktu yang lalu

Namun, kejadian yang aneh dialami oleh Jong dan Dhinar. Dari puncak Bukit berkabut itu mereka menulis nama pasangan masing-masing pada selembar kertas. Tak berselang lama, mereka pun diputuskan oleh pasangannya secara bersamaan pula.

“Entahlah, saya juga tidak tahu. Tapi apa ia ini gara-gara saya menulis namanya di Nanggi?” tutur Jong dengan nada heran.
Tak hanya mitos di atas selembar kertas, konon bagi pendaki yang membawa pasangannya (pacar) ke Bukit Nanggi, diyakini hubungan mereka tidak berlangsung lama.

Hal itu yang dialami oleh salah satu pasangan yang tidak mau disebut namanya. Ia membawa pacarnya berkemah, menikmati malam indah nan menawan dari puncak Nanggi. Rencana pernikahan pun mereka pikul sejak jauh-jauh hari sebelum mereka ke puncak Nanggi hingga turun gunung. Sungguh tak diduga, kejadian diluar harapan harus ditelan mentah-mentah terutama oleh si cowok. Wanita yang dia sayangi menikah dengan pria lain.

Entah anda percaya atau tidak, yang jelas kejadian serupa sudah banyak dialami oleh orang-orang yang pernah menapaki kakinya di Bukit Nanggi. Sehingga status JOMBLO pun harus mereka emban. Ahmad Yani

Leave A Reply