Berbagi Berita Merangkai Cerita

Buka Usaha Konter dan Jasa Servis HP Antar Jemput, Mahasiswa Loteng Raih Ratusan Ribu Saat Pandemi Covid-19

78

/FOTO. Inilah Bayu Martayali (kanan) dan koleganya mahasiswa asal desa Gerantung yang sukses membuka usaha konter lengkap dengan servis HP, laptop saat pandemi Covid-19 di Kota Praya, Loteng. (FOTO. RUL/DS)

LOTENG, DS – Di tengah ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir, ternyata ada diantara mereka yang tidak menyerah dengan keadaan. Mereka lalu banting setir dalam berusaha. Seketika grup-grup Whatsapp dibanjiri barang dagangan.

Adalah sekelompok mahasiswa asal Desa Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah yang kini membuka konter di Kawasan Kota Praya.

Menariknya, gagasan membuka usaha dengan cara urunan itu, dipicu ketidakpastikan kapan perkuliahan akan dimulai. “Inilah awal kita melaunching membuka konter hand phone pada awal Juli lalu bersama kawan-kawan mahasiswa lainnya,” kata Inisiotor konter HP, Alam Cellular Praya, Bayu Martayali pada wartawan, Minggu (20/9).

Menurut Bayu, sekelompok mahasiswa yang ikut berbisnis itu berasal dari sejumlah kampus di Kota Mataram. Diantaranya, Universitas Mataram (Unram), Universitas Islam Negri (UIN) Mataram dan Universitas Pendidikan Mandalika.

Ia mengatakan, modal awal usaha itu hanya berkisar Rp 500 ribu. Uang itu merupakan uang jajan yang mahasiswa yang dikumpulkan akibat tidak bisa berkuliah secara normal.

Kini, masyarakat di ibukota Kabupaten Lombok Tengah, mulai merasakan dampak adanya konter yang dirintis oleh para mahasiswa itu. Apalagi, pada situasi siswa diharuskan belajar daring di rumah, mahasiswa siap mendatangi rumah warga yang membutuhkan jasa paket pulsa dengan pola daring.

“Alhamdulillah, pola kita mendatangi pelanggan dengan kita membantu mengaplikasikan serta menginstal laptop para siswa telah membuat usaha konter berjalan dan berkembang hingga kini,” jelas Bayu.

Ia mengatakan, omzet yang terus meningkat membuat usahanya terus berkembang. Dimana, tidak hanya paket pulsa dan bermacam-macam jenis HP seluler yang dijual oleh mahasiswa.

Namun, fasiltas sewa laptop dan menerima service perbaikan handphone juga dilakukan. “Kami juga menyiapkan jasa perbaikan barang elektronik. Diantaranya, televisi. Semua proses jasa servis, kami siap antar jemput,” ungkap Bayu.

Terkait omzet, menurut dia, setiap harinya pihaknya mampu mengantongi keuntungan mencapai Rp 200-300 ribu per harinya. Oleh karena itu, dalam pengembangan usaha, pihaknya mempersilahkan masyarakat menjadi agen untuk menjual jasa dan produk yang ditawarkan di konternya tersebut.

“Insya Allah, kami akan berikan harga yang spesial,” tandas Bayu. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.