Berbagi Berita Merangkai Cerita

Buka Munas JSIT IV, Wagub Minta Sekolah Islam Beri Pendidikan Islam Terbaik ke Siswa

0 26

MATARAM, DS – Musyawarah Nasional (Munas) Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) keempat di Pulau Lombok, NTB, resmi dibuka Wakil Gubernur H. Muhamad Amin,  Jumat (28/7) malam.

 

Dalam sambutannya, Wagub Muhammad Amin mengaku bersyukur sudah banyak sekolah-sekolah yang  menerapkan konsep pendidikan yang berbasis islami di NTB. Untuk itu, ia berharap Sekolah Islam Terpadu (SIT) dapat memberikan pendidikan islam yang baik kepada siswanya sekaligus menangkal paham-paham radikal.

 

Amin berharap event seperti ini dapat memberi efek positif pada citra NTB sebagai destinasi wisata halal. “Jadi, bapak/ibu tidak perlu ragu untuk mengadakan pertemuan berskala nasional di tempat kami. Semoga Munas JSIT IV menghasilkan rumusan, gagasan cerdas dan bisa jadi referensi bagi pemerintah pusat dan daerah untuk sektor pendidikan,” kata Amin.

 

Terpisah, Ketua JSIT Sukro Muhab mengharapkan Munas JSIT IV bisa memunculkan gagasan dan rekomendasi bagi organisasi dan juga memberikan kontribusi lebih terhadap sektor pendidikan Indonesia. “Kita berharap sekolah Islam terpadu bisa menjadi pusat peradaban dengan segala upaya kita dalam mendidik generasi penerus bangsa,” ungkapnya Sukro.

 

Sukro memaparkan, sekolah Islam terpadu sudah berada pada jalur yang tepat dalam pembentukan karakter anak didik yang selalu ditanamkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam aspek keislaman.

 

Selain kurikulum nasional yang ditetapkan pemerintah, JSIT memadukannya dengan kurikulum Islam terpadu dan juga kurikulum global. Ketika pemerintah mencanangkan program penguatan karakter, JSIT sudah menerapkannya lebih dulu.

 

Selain ilmu pengetahuan, JSIT juga menanamkan pendidikan karakter berbasis keagamaan kepada anak didik, mulai dari peningkatan kualitas ibadah shalat lima waktu, shalat tahajud, puasa senin-kamis, hingga menghapal Alquran.

 

Sukro mengatakan jumlah Sekolah Islam Terpadu (SIT) semakin meningkat setiap tahunnya. Ketika Munas pertama kali diadakan pada 2003 anggota SIT yang terdaftar baru berjumlah 126 sekolah. Namun pada 2006 meningkat menjadi 387 sekolah, dan terus mengalami laju pertumbuhan signifikan yakni pada 2009 menjadi 874 sekolah, 2013 berjumlah 1.984 sekolah dan hingga saat ini berjumlah 2.462 sekolah. “Hal ini menunjukkan SIT terus dipercaya oleh masyarakat dalam menghadirkan pendidikan Islam,” kata Sukro.

 

Ia juga mengajak kepada seluruh organisasi dan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan untuk sama-sama bergandengan tangan dalam menangkal arus globalisasi yang menyebabkan ketimpangan moral dan kerusakan mental para generasi muda.

 

Terkait radikalisme yang sering melekat pada sekolah Islam, kata Sukro, SIT bekerja sama dengan MPR RI dan DPR RI untuk mengadakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. “Ini menunjukkan bahwa sekolah Islam tidak anti Pancasila dan anti NKRI. Bagi kami, NKRI adalah harga mati yang harus dipelihara dan dijaga,” tandas Sukro. fahrul

Leave A Reply