Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 17 Sep 2022 18:34 WITA ·

BSK Grup Resmikan Kantor yang ke 26


					Ali BD pada peresmian Kantor BSK Praya. ian Perbesar

Ali BD pada peresmian Kantor BSK Praya. ian

Praya, DS-BSK Grup yang terdiri dari Bank Samawa Kencana, Bank Segara Anak Kencana dan Bank Bima Abdi Swadaya, meresmikan kantor yang ke 26 di Praya, Lombok Tengah, Sabtu (27/9).

Hadir pada acara itu segenap jajaran direksi dan undangan seperti Gubernur NTB DR. Zulkieflimansyah yang didampingi Kepala Biro Ekonomi Setda NTB, tokoh masyarakat seperti Mamiq Ngoh dan Lalu Suprayatno serta masyarakat sekitar.

BSK yang dirintis sejak tahun 1996 kini memiliki gedung ke 26 sejak masa berdirinya dari Kota Mataram hingga Sape, Kabupaten Bima.

Komisaris BSK, DR. H. Moch. Ali Bin Dachlan, dalam pidatonya memaparkan bahwa kehadiran BSK bukan tanpa tantangan. Namun ditengah tantangan itu, BSK selama hampir 30 tahun sudah berkontribusi melalui penyaluran kredit yang mencapai trilyunan.

Sebagai alat ukur sederhana, Ali memaparkan keberadaan BSK Praya yang sudah beroperasi belasan tahun,. Pada tahun 2021, kredit yang disalurkan untuk usaha kecil menengah mencapai Rp 13,7 miliar. Hal itu jika dikalkulasikan seluruh bank yang ada selama puluhan tahun keberadaannya maka trilyunan dana sudah disalurkan.

Selain itu, kata Ali, setiap tahun BSK juga membayar pajak mencapai miliaran.
Namun tantangan yang dihadapi saat ini tidak kecil. Ali menyebut perkembangan teknologi informasi membuat apa yang dihadapi begitu berat dengan munculnya lembaga ekonomi yang bahkan tidak memiliki kantor.

Tantangan lain juga berupa kebijakan pemerintah yang menghadirkan produk KUR dan Syariah. Dalam Istilah Ali, produk yang dinamai Amaq KUR dan Inaq Syariah itu turut memengaruhi kebaradaan BPR. Amaq KUR merupakan kredit komando dan Inaq Syariah kredit tanpa bunga.

Namun situasi itu tetap dihadapi sehingga BSK Grup tetap berjalan bahkan dengan hadirnya kantor bank ke 26 di Praya yang sebelumnya mengontrak.

Ali BD pun mengupas situasi ekonomi nasional dengan berbagai kebijakannya. Termasuk pinjaman luar negeri yang tinggi serta kenaikan harga BBM. Dalam soal harga BBM banyak pihak membandingkan harga BBM di Indonesia dengan negara maju yang lebih tinggi. Bagi Ali, hal yang proporsional adalah membandingkan dengan negara-negara berkembang.
Kepala Biro Ekonomi Setda NTB, Lalu Wirajaya, yang mewakili Gubernur NTB yang tengah dalam perjalanan menuju Praya, mengatakan pandangan Ali BD sangat benar.

“Kalau bandingkan negara kita dengan Eropa tidak adil dengan Indonesia, ” ujarnya.
Menurut Wirajaya, hal yang sekarang jadi momok, presiden mengngatkan agar inflasi dijadikan isu prioritas. Pasalnya, Amerika dan Turki inflasinya sudah sangat tinggi.
“Amerika 9,1 persen inflasinya. Turki 79,6 persen. Dan Srilangka presidennya jatuh (akibat inflasi),” urainya. . “Presiden dalam dua bulan mengingatkan masalah inflasi. Inflasi kalau tak dikembalikan berbahaya,” lanjutanga.

Sementara itu inflasi NTB mencapai 5,88 dan Nasional 4,6 persen.
“Inflasi ibarat jaga tekanan darah. Tak boleh tinggi atau rendah. Harus dalam tataran normal. Sehingga inflasi dibutuhkan dalam memormulasi ekonomi nasional, ” Urai Wirajaya. Ian.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

10 Ribu Petani Tembakau Dibagikan Jamsos, Begini Kata Gubernur NTB

3 Oktober 2022 - 19:22 WITA

Laju Kenakan Inflasi Dominan Dipengaruhi Angkutan Udara

1 Oktober 2022 - 12:27 WITA

Investor Malaysia Ekspor Hasil Budidaya Udang dari Sumbawa

1 Oktober 2022 - 12:18 WITA

Satresnarkoba Polresta Mataram Blusukan Bagikan Bansos

30 September 2022 - 15:10 WITA

Bazar Pangan Murah Sambut Maulid Nabi

30 September 2022 - 14:56 WITA

Disperindag NTB Komit Beri Layanan Informasi Publik Bidang Perdagangan

29 September 2022 - 12:52 WITA

Trending di Ekonomi