Berbagi Berita Merangkai Cerita

BPS Rekomendasikan Pemkab Lotim Tiga Dimensi Dongkrak IPM

11

SELONG, DS – Badan Pusat Statistik (BPS) merekomendasikan tiga dimensi yang harus diperhatikan demi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lombok Timur. Hal ini merujuk juga pada capaian IPM Lombok Timur di masa pandemi yang bergerak positif.

Meskipun peningkatan IPM Lombok Timur hanya naik 0,11%, namun termasuk menjadi yang terbaik ketiga di NTB. Karena kabupaten/kota lain justru mengalami minus dalam perkembangan IPM ini. Hal ini tak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Dengan peningkatan 0,11% tersebut, Lombok Timur naik satu peringkat dari posisi 9 ke posisi 8. Sedangkan demi mendongkrak kembali IPM Lombok Timur, upaya untuk menerapkan rekomendasi BPS akan dilakukan kedepannya.

Adapun 3 dimensi yang harus diperhatikan tersebut yang pertama adalah dimensi umur panjang dan hidup sehat. Indikatornya adalah usia harapan hidup.

Bentukanya berupa pemberian penyuluhan secara masif dalam peningkatan derajat kehidupan ibu dan anak. Sehingga terpatri kesadaran ibu untuk memberikan pengasuhan sesuai standar kesehatan.

“Kita temukan 24,71% anak diberikan makanan pendamping sebelum berusia 6 bulan. Padahal ini tidak boleh, karena organnya belum berfungsi maksimal seperti orang dewasa,” beber Kepala BPS Lombok Timur, Lalu Putradi.

BPS juga menemukan ada 9% anak dibawah 2 tahun memiliki berat badan dibawah di bawah 2,5 kg. Artinya ada masalah di pra dan pasca kelahiran.

16% anak bawah 2 tahun tidak diberi Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Padahal tahapan ini paling penting dilakukan setelah 30-60 menit dari persalinan. Karena memiliki manfaat besar untuk kekebalan tubuh bayi.

“Selain itu, ada 38% anak usia 1-5 tahun tidak mendapatkan imunisasi lengkap,” tuturnya.

Kedua, dimensi pengetahuan dengan indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Beasiswa bagi yang berprestasi harus diberikan. Terutama bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Pemerintah juga harus menambah fasilitas pendidikan untuk daerah pinggiran,” ucapnya.

Ketiga, Dimensi standar hidup layak dengan pemberian bantuan permodalan bagi petani dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ketiga dimensi rekomendasi BPS tersebut, saling berkaitan untuk peningkatan IPM.

“Peningkatan satu dimensi akan meningkatkan juga dimensi lainnya,” tandasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.