Berbagi Berita Merangkai Cerita

BPS Lombok Timur Asuransikan Ribuan Petugas Sensus

34

Foto : Penyerahan dari BPJamsostek kepada BPS Lotim

SELONG, DS – Badan Pusat Statistik Lombok Timur mendaftarkan seluruh petugas sensus 2020 sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Sebanyak 1.105 orang yang didaftarkan terdiri dari 1.008 petugas sensus, dan 97 Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka).

“Selain petugas sensus, ada yang namanya Koseka (Koordinator Sensus Kecamatan). Jadi semua petugas sensus dan Koseka kita asuransikan,” terang Kepala BPS Lombok Timur, Lalu Putradi, saat serah terima bukti kepesertaan dari BPJamsostek, Selasa (08/09/2020).

Pendaftaran kepesertaan BPJamsostek bagi petugas sensus dirasa perlu dilakukan, mengingat tingginya mobilitas petugas. Tidak menutup kemungkinan resiko, di perjalanan dapat menimpa para petugas tersebut.

“Itu sebagai bentuk antisipasi dari kita selaku pemberi pekerjaan. Supaya ada penjaminan terhadap kesehatan keselamatan kerja mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, pendataan oleh petugas di lapangan telah mencapai progres 50%. Diharapkan proses pendataan akan terselesaikan pada tanggal 15 September mendatang.

“Sekitar 50% kondisi kemarin. Harapan kita, tanggal 15 September sudah selesai di lapangan. Berikutnya tinggal perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJamsostek Lombok Timur, Akbar Ismail mengatakan seluruh petugas sensus yang didaftarkan secara otomatis mendapat jaminan keselamatan kerja.

“Hak dasarnya itu ada dua. Kecelakaan dan kematian. Inilah yang diperoleh teman-teman di lapangan,” tuturnya.

Pemanfaatan layanan kesehatan bagi kecelakaan kerja tetap menggunakan mekanisme asuransi. Begitupun dengan pemberian santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Artinya, peserta akan mendapatkan haknya saat ada kejadian yang menimpa dalam menjalankan tugasnya.

“Untuk kecelakaan kerja dan kematian, mekanismenya adalah asuransi. Begitu ada kejadian, maka itu digunakan. Harapan kita tentu tidak ada kejadian, meskipun resiko pasti ada,” jelas pria yang sebelumnya bertugas di bumi Cendrawasih selama 10 tahun tersebut. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.