BSK Samawa

BPOM Mataram Sosialisasikan Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah

Foto : Sosialisasi keamanan pangan jajanan anak usia sekolah. mad

Mataram, DS- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Mataram melakukan sosialisasi keamanan pangan jajanan anak usia sekolah (PJAS) di Wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat. Senin, (11/04/2022).

Kegiatan itu bertujuan tersosialisasikannya program keamanan PJAS, tersosialisasikannya materi keamanan pangan dan terkumpulnya database peserta (kontak person komunitas sekolah dan lintas sektor, alamat korespondensi sekolah dan lintas sektor, data pre test dan post test, data kepuasan pelanggan).

Peserta berjumlah 69 orang berasal dari komunitas sekolah (guru UKS), siswa SD/MI/SMP/MTs/SMA dan atau MA dan Pengawas sekolah yang dibawah pengawasan Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kota/Kab dan Kemenag Kota/Kab. Dan kegiatan ini diadakan di Hotel Lombok Astoria dan dibuka langsung oleh Wali Kota Mataram.

Kepala Balai Besar POM Mataram, Dra.I.Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt, mengatakan PJAS berperan penting dalam pemenuhan asupan energi dan gizi anak usia sekolah. PJAS merupakan pangan siap saji yang ditemui dan dijual di lingkungan sekolah serta secara rutin dibeli dan dikonsumsi oleh sebagian besar anak sekolah.

Kegiatan sosialisasi jalanan anak sekolah ini adalah Aksi Nasional Gerakan menuju PJAS yang Aman, Bermutu, dan Bergizi dan telah dicanangkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada tanggal 31 Januari 2011.

Menurutnya, dalam hal ini yang harus berperan penting dalam menjaga jajanan anak sekolah bermutu dan bergizi yaitu seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan lintas sektor di pusat maupun daerah serta pemberdayaan komunitas sekolah. “Termasuk, guru dan orangtua murid harus ikut berperan dalam mengawasi keamanan jajanan anak di lingkungan sekolah masing-masing.” Tuturnya seraya menambahkan akan lebih baik jika orangtua menyediakan bekal sekolah dari rumah sehingga asupan gizi dan keamanan pangan anak lebih terjamin.

Gusti Ayu adhi Aryapatni, berharap kegiatan ini dapat berdampak pada penurunan persentase PJAS yang TMS, peningkatan perlindungan hak anak untuk memperoleh pangan sekolah yang aman dan untuk memperoleh informasi keamanan pangan, serta adanya perubahan perilaku siswa orangtua siswa, guru, pedagang pangan, dan pengelola kantin,.

Untuk Provinsi NTB jumlah sekolah yang diintervensi program PJAS tahun 2011-2021 yakni 1.015 sekolah dan sekolah yang sudah memperoleh Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKPKS) sebanyak 87 sekolah dan sertifikasi sekolah dengan PJAS aman sebanyak 50 sekolah.

Ia menjelaskan untuk Intervensi sekolah dengan PJAS Aman di Kota Mataram tahun 2011 – 2021 sebanyak 176 sekolah. Sekolah yang sudah mendapatkan PBKPKS sebanyak 27 sekolah dan sertifikat sekolah dengan PJAS Aman sebanyak 10 sekolah.

Pada tahun 2022 Balai Besar POM di Mataram melalui Program Sekolah dengan PJAS Aman mengintervensi 92 sekolah yang terdiri dari 27 SD/MI, 27 SMP/MTs dan 38 SMA/MA. Untuk Kota Mataram jumlah sekolah yang diintervensi yaitu 10 sekolah dengan rincian 3 SD sederajat, 3 SMP sederajat dan 4 SMA sederajat baik sekolah negeri maupun swasta. Sedangkan, untuk Kabupaten Lombok Barat jumlah sekolah yang diintervensi yaitu 10 sekolah dengan rincian 3 SD sederajat, 3 SMP sederajat dan 4 SMA sederajat baik sekolah negeri maupun swasta. mad

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.