Berbagi Berita Merangkai Cerita

BPJamsostek Bayar Rp 10 M untuk 1.493 Warga Lotim yang Kena PHK

41

Akbar Ismail

SELONG, DS – Dampak pandemi Covid-19 rupanya benar-benar dirasakan oleh masyarakat pekerja. Hal ini terlihat dari banyaknya yang mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) ke BPJamsostek.

Sejak Januari hingga Mei 2021 ini, tercatat sebanyak 1.493 orang mengajukan klaim JHT ke BPJamsostek Lombok Timur. Sekira 92% diantaranya merupakan pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan.

Mirisnya lagi, mereka yang mengalami PHK merupakan anak muda yang masih berada pada jenjang usia produktif.

“Rata-rata mereka masih muda, hampir 90% kelahiran tahun 90-an,” tutur Kepala Cabang BPJamsostek Lotim, Akbar Ismail, Rabu (19/05).

Pembayaran klaim yang telah digelontorkan BPJamsostek mencapai Rp.10,6 miliar untuk masyarakat Lombok Timur. Namun mereka yang mengalami PHK tidak bekerja di Lombok Timur. Akan tetapi bekerja di luar daerah, mayoritas bekerja di Kalimantan.

Jumlah tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan diprediksi lebih jauh dari ini. Mengingat klaim yang bisa dibayarkan oleh BPJamsostek di Kabupatan besarannya maksimal Rp.40 juta. Sementara untuk klaim JHT diatasnya, dibayarkan oleh BPJamsostek Provinsi.

“Sebenarnya lebih banyak lagi, karena batas kami hanya 40 juta. Selebihnya diserahkan ke provinsi,” tuturnya.

Ia pun berharap agar pemerintah daerah menghimbau perusahaan untuk memdaftarkan karyawannya juga dalam program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Sehingga saat terkena PHK, kompensasi yang didapatkan jauh lebih besar.

“Sekarang kan ada JKP. Wajibkan perusahaan mendaftarkan karyawannya sebagai jaminan kehilangan pekerjaan,” tandasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.