Berbagi Berita Merangkai Cerita

BPBD Ajak Dewan Ikut Kepung Penanganan Kekeringan di Lombok Timur

22

SELONG, DS – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Iwan Setiawan mengajak anggota DPRD ikut mengepung penanganan kekeringan di Lombok Timur. Iwan berharap, para anggota dewan baik di DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi asal Lombok Timur, dapat mengusulkan pembelian mobil tangki dalam dana pokok pikiran (Pokir) dewannya masing-masing.

“Harapan untuk anggota DPRD Provinsi yang di dapil Lotim maupun DPRD Kabupaten, bisa memasukkan usulan mobil tangki di pokir 2021. Kalau tidak di serbu secara gotong royong, bencana kekeringan ini sulit kita atasi. Mari kita kepung bersama,” ajak dia.

Apalagi, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menetapkan surat keputusan (SK) status tanggap darurat kekeringan terhadap 15 kecamatan. Terhitung sejak tanggal 14 September sampai dengan 31 Desember 2020.

Adapun 15 kecamatan tersebut adalah Jerowaru, Keruak, Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Suela, Sambelia, Terara, Montong Gading, Sikur, Sembalun, Pringgabaya, Aikmel, Lenek, dan Suralaga.

Dengan terbitnya SK ini berdampak pada pengusulan anggaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur sebesar Rp. 1,9 miliar. Pengusulan anggaran ini berasal dari dana tak terduga Pemkab Lombok Timur.

Iwan mengatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk pendistribusian air bersih selama masa tanggap darurat. Serta aktivasi pos pemadam kebakaran di Kecamatan Sambelia.

“Karena sampai hari ini sudah tiga kali terjadi kebakaran lahan. Yaitu di Padak Guar, Sambelia, dan Belanting,” tuturnya.

Dari 15 kecamatan yang termasuk dalam status daftar darurat kekeringan, ada sembilan kecamatan yang mengalami kekeringan yang parah. Jika dikerucutkan lagi, dalam sembilan kecamatan tersebut terdapat 28 desa dengan status zona merah.

Oleh sebab itu, ia berharap keberadaan mobil tangki di Lombok Timur sama dengan jumlah desa dalam zona merah tersebut. Agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara optimal.

“Sebelum SK ini ditetapkan, pendistribusian tetap kita laksanakan juga semenjak tanggal 3 Agustus sampai 13 September. Rata-rata 40 ribu liter perhari yang kita distribusikan. Sehingga totalnya 1.640.000 liter air yang kita salurkan selama 43 hari,” rincinya.

Dalam penanganan bencana kekeringan ini, BPBD juga tidak bisa sendiri. Sehingga menggandeng OPD lain, termasuk Polres, dan PMI dalam pendistribusian air bersih. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.