Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 1 Jul 2019 06:36 WITA ·

BPBD : 53,78 Persen RTG Mulai Terbangun di NTB


					Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik saat meninjau progres pembangunan RTG di wilayah kecamatan Gunungsari, Lobar Perbesar

Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik saat meninjau progres pembangunan RTG di wilayah kecamatan Gunungsari, Lobar

MATARAM, DS – Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi berupa pembangunan rumah tahan gempa (RTG) pascagempa di wilayah terdampak di NTB terus dilakukan pemprov hingga kini. Tercatat, saat ini, progres rumah yang selesai dibangun dan rumah yang sedang dalam pembangunan mencapai 119.768 rumah atau 53,78 persen dari total keseluruhan rumah rusak akibat gempa di NTB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H. Ahsanul Khalik menyatakan, guncangan gempa dengan kekuatan magnitudo cukup besar pada akhir Juli hingga Agustus 2018 mengakibatkan sebanyak 222.564 rumah warga NTB rusak.

Rumah rusak berada di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah (Pulau Lombok), serta Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat (Pulau Sumbawa) mengalami kerusakan. Kategori kerusakan meliputi 75.138 rumah rusak berat, 33.373 rumah rusak sedang, dan 114.055 rumah rusak ringan.

Ahsanul mengaku, jika per 27 Juni 2019, terdapat sebanyak 47.672 rumah sudah selesai dibangun dan bisa ditempati kembali. 47.672 rumah yang sudah terbangun terdiri atas 11.101 rumah rusak berat, 7.944 rumah rusak sedang, dan 28.627 rumah rusak ringan.

Menurut dia, progres jumlah yang telah selesai dibangun mengalami penambahan selama periode Mei hingga Juni 2019 sebanyak 5.731 unit dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. “Saat ini, persoalan dan kendala yang terjadi di lapangan terus diminimalisir dengan memberikan pendampingan dari sekitar tujuh ribu personel fasilitator yang terdiri atas relawan, TNI, Polri, dan pemda,” ujar Ahsanul menjawab wartawan, Sabtu (29/6) kemarin.

Mantan Kepala Dinas Sosial NTB itu menyatakan, pihaknya telah menerapkan prosedur pencairan dan administrasi pelaporan yang sederhana namun tetap transparan untuk mempercepat proses pembangunan fisik dan penyerapan dana. Warga terdampak gempa juga memiliki kebebasan menentukan jenis rumah tahan gempa (RTG).

Ahsanul merincikan, jika BNPB telah mentransfer Rp 5.110.900 miliar. Dana Rp 4.921.679 miliar telah ditransfer langsung ke rekening kelompok masyarakat (pokmas). Sementara, sisa dana sebesar Rp 189.221 juta masih berada di BPBD untuk 237 pokmas yang telah terbentuk. “Sehingga, ada sekitar 10.654 KK yang rekeningnya belum terisi sesuai data verifikasi rumah rusak,” kata Ahsanul. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‘Begawe Ngujur’ Cara Nelayan Ampenan Sambut Kunjungan PLN

21 Mei 2022 - 15:36 WITA

Sarapan di Mataram, The Sultan Food Aja

20 Mei 2022 - 17:36 WITA

PT DNA akan Menyerap Semua Jagung Petani

18 Mei 2022 - 16:39 WITA

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Trending di Ekonomi