Berbagi Berita Merangkai Cerita

Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah Diresmikan

0 15

Lombok Barat,DS- Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah akan segera hadir di NTB. Tepatnya, di Desa Golong, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (Ground Breaking) pembangunan sekolah pada kegiatan Milad Muhammadiyah ke-107 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Kamis (06/02/2020).

Hal ini menjadi langkah positif dalam menambah fasilitas pendidikan sebagai upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di NTB. Selain peletakan batu pertama pembangunan Boarding School, acara ini juga diisi dengan pengajian dan rangkaian kegiatan lainnya.

Gubernur NTB yang pada kesempatan ini diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri, SH menyambut kedatangan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Ketua Pimpinan Pusat Aisiyah beserta rombongan yang telah hadir mengunjungi NTB.

Masyhuri mengatakan, sejak dulu Muhammadiyah dengan idealisme dakwahnya merupakan salah satu ujung tombak bagi pencerahan kepada ummat. Diusianya kini, Muhammadiyah diharapkan terus aktif mengembangkan nilai-nilai Islam selain  terus mempererat hubungan dengan organisasi lainnya sehingga mampu berkolaborasi, bersinergi dan berikhtiar dalam pembangunan di NTB.

Muhammadiyah sendiri tercatat sebagai salah satu organisasi Islam tertua di NTB. Sejak berkembang di NTB pada tahun 1918, Muhammadiyah terus memperkuat pengaruhnya melalui kegiatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

“Tentu saja hal ini menunjukkan komitmen kuat Muhammadiyah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kader Muhammadiyah,” lanjut Masyhuri.

Menurutnya, penerapan Boarding School juga dianggap sangat efektif dalam membentuk karakter individu yang ber-akhlakul kharimah. Oleh karena itu, Ia sangat mendukung pembangunan sekolah tersebut.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si mengajak masyarakat untuk bersyukur karena sebentar lagi NTB, khususnya Kabupaten Lombok Barat akan memiliki sekolah yang mempunyai kualifikasi istimewa dan juga berkwalitas.

Di hadapan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Fauzan juga mengungkapkan bahwa di Lombok Barat sendiri jumlah pondok pesantren lebih banyak jumlahnya dibanding sekolah negeri. Dengan adanya Boarding School tersebut, ia berharap dapat membangun sinergi dengan lembaga pendidikan yang lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M. Si, berharap kedepannya Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah dapat menjadi sekolah percontohan. Kerjasama antar lembaga pendidikan Islam juga diharapkan makin padu dan kompak.

“Ini program yang memang harus terpadu, dimana semangat Lombok Barat, NTB dan pimpinan pusat harus mejadikan Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah itu memang menjadi percontohan,” kata Haedar Nashir.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar mempunyai rasa memiliki. Haedar Nashir juga mengatakan bahwa keberadaan Boarding School ini bisa memberi warna baru namun tetap saling menguatkan antar lembaga satu dengan yang lainnya.

“Keberadaan lembaga pendidikan ini, Insya Allah akan saling menguatkan dengan apa yang dimiliki saudara-saudara kami di Nahdlatul Wathan Nahdlatul Ulama dan semua ormas keislaman yang memiliki lembaga pendidikan di Lombok Barat dan di NTB ini,” sambungnya lagi.

Selain itu, keberagaman dan perbedaan menurut Haedar Nashir harus menjadi kekuatan. Baginya, itu merupakan ciri khas yang memiliki keindahan masing-masing dan justru saling melengkapi.

“Berbeda disana-sini itu wajar, bahkan memang harus berbeda biar khasnya ada, itu indah, kalau sama malah tidak asyik,” ujarnya.

Sebelum itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, H. Falahuddin, M.Ag mengaku bangga dengan antusiasme para pengurus Muhammadiyah dan juga warga sekitar. Ia juga mengungkapkan ide awal berdirinya Boarding School Mu’allimin yaitu menduplikasi sekolah kader yang ada di Yogyakarta. Namun untuk saat ini, sekolah  ini hanya untuk laki-laki saja.

“Yang ingin menyekolahkan putranya, untuk sekarang putra, ke Mu’allimin Yogyakarta, nanti tidak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta. Nanti cukup di Narmada,” sebut Falahuddin.hm

Leave A Reply