Blusukan ke Pasar, Pj Bupati Lotim Pastikan Stabilitas Bapok Aman Hingga Bulan Puasa

Juaini Taofik blusukan ke pasar

Selong,DS – Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur, HM Juaini Taofik, blusukan ke pasar Pancor, Jumat (19/1/2024). Kunjungan bersama sejumlah pimpinan OPD itu merupakan satu bentuk program yang diinisiasinya demi mengendalikan inflasi.

“Tugas dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada kami Pj adalah terus memantau perkembangan harga dalam rangka mengendalikan inflasi. Nah Hari ini saya ngecek apakah sama harga yang dilaporkan dengan harga yang ada di pasar, jadi kan harus kita lihat, kita dengar bahkan kita belanja sendiri gitu kan,” ucap Pj Bupati Juaini Taofik.

Kegiatan tersebut akan menjadi kegiatan rutin Pemda Lombok Timur setiap Jumat hingga nanti bulan Ramadhan mendatang.

“Setiap Jumat lah sampai bulan puasa mungkin kita fokus dulu ke pasar, karena inflasi ini juga sangat ditentukan dengan kecepatan kita mengatasi masalahnya,”ujarnya.

Dia mencontohkan, pada bulan November lalu harga beras di Lombok Timur terbilang cukup tinggi, namun setelah dilaksanakannya operasi pasar mulai Desember di minggu kedua harga beras di pasaran berangsur stabil.

“Bahkan sampai hari ini saya cek harga beras masih diangka Rp14 ribu yang premium yang medium juga Rp11-12 ribu,” katanya.

Artinya lanjut Taofik, komoditi beras di Lombok Timur sudah aman, namun saat ini yang menjadi PR selanjutnya masih fluktuatif harga bawang merah dan harga bawang putih

“Saya terima misalnya laporan dari kapas pasar dan saya kroscek dengan pedagangnya kemarin harga bawang merahnya sempat dia Rp32 ribu, hari ini ada yang Rp30 ribu,” imbuhnya.

Dia memastikan, harga bawang dipasaran memang dikisaran Rp30 ribu, namun itu masih tergantung kelasnya.

Lebih jauh dia melanjutkan, komoditi bawang merah ada beberapa varian. Misalnya, yang super benar itu sampai diangka Rp35-40 ribu. Sedangkan yang medium masih bertahan diangka Rp25 ribu.

“Jadi kalau yang pukul rata itu kan harga yang standar, standar itu maksudnya yang medium dikisaran harga Rp25ribu,” tuturnya.

Meski demikian, ditegaskannya, inti inflasi itu selama barang ada jumlahnya tidak berkurang lalu daya beli masyarakat itu ada maka tidak akan terjadi inflasi

Sedang, daerah bisa dikatakan inflasi apabila permintaan bertambah sedang supply-nya itu berkurang.

“Jadi yang paling poin itu menurut saya harus kita cek ketersediaan pasokan, kita mulai susah itu kalau sudah stok berkurang,” jelasnya.

“Nah ini kan mendekati bulan puasa juga ini sudah posisi Rajab, Sakban, Ramadan ini biasakan peningkatan konsumsi kita tinggi tapi enggak bisa kita langsung berbuat di romadhonnya harus kita ambil langkah-langkah, misalnya kita kroscek di pasaran mungkin ada yang perlu ditambah. Bawang misalnya kalau kurang kita datangkan dari Jawa, tapi kalau stok kita masih ada di sini ya ndak usah dulu,” tutupnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.