BSK Samawa

Bertaruh Nyawa untuk Mengajar Bukan Keistimewaan Seleksi PPPK

Selong, DS- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur, H Mugni, menegaskan tidak ada keistimewaan bagi tenaga honorer tertentu dalam seleksi PPPK. Seleksi tetap dilakukan secara terbuka.

“Tetap persaingan terbuka dan bebas,” kata Mugni, Selasa (30/04/2024)

Selain itu, lanjut Mugni, tidak terdapat jalur jalur khusus dalam pengangkatan tenaga PPPK maupun ASN di Lombok Timur karena bukan termasuk daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (3T).

“Kita Lotim tidak masuk kategori 3T, jadi tidak ada afirmasi dalam pengadaan ASN,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan perjuangan Erni Srianti (37), guru honorer yang mengajar di pulau terluar Kabupaten Lombok Timur, yaitu Pulau Maringkik.

Ia selama 16 tahun terakhir pulang pergi menumpang perahu dari Dermaga Telong Elong untuk mengajar di SDN 1 Satu Atap (Satap) Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak.

Selain dirinya, di SD tersebut terdapat dua guru lainnya yang masih berstatus honorer, serta empat guru honorer di SMP.

Erni berangkat mengajar dari rumahnya di Desa Montong Belai, Kecamatan Keruak. Setiap pagi mereka pergi ke sekolah menyusuri laut. Selalu istikamah meski kerap menghadapi cuaca ekstrem di tengah perjalanan.

“Ya setiap hari seperti ini, sudah 16 tahun lima bulan sejak saya mulai ngajar tahun 2008,” ungkap Erni, Jumat, 26 April 2024 lalu.

Bermacam lika-liku dihadapi Erni sebagai guru honorer di pulau terluar Lombok Timur itu. Perahunya dihantam ombak hingga terbalik menjadi salah satu pengalaman yang akan abadi diingatan Erni.

“Pernah perahu kita terbalik. Kejadiannya waktu itu tahun 2013 dan 2014 karena cuaca buruk. Beruntung kita masih selamat,” ucapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ia harus ‘banting tulang’. Mulai dari berjualan kue di sekolah hingga kerja serabutan.

“Kalau dari gaji kan jauh dari cukup, tapi ya tetap kita syukuri. Sempat saya jualan kue di sekolah, tapi berhenti. Sekarang kerja serabutan nyetrika pakaian, itupun kalau ada tetangga yang butuh bantuan,” ungkapnya.

Dia pun berharap, para guru, terutama guru honorer seperti dirinya mendapat perhatian dari pemerintah. Terutama pada aspek kesejahteraan. Ia mengaku pernah mencoba keberuntungan beberapa kali mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tetapi tak kunjung lulus.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.