Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 22 Okt 2019 20:05 WITA ·

Berobat di Dompu Bisa Bayar dengan Sampah


					Berobat di Dompu Bisa Bayar dengan Sampah Perbesar

MATARAM,DS-Pengelolaan Posyandu Keluarga terintegrasi Bank Sampah merupakan contoh baik yang bisa diadopsi oleh kabupaten/kota lainnya di NTB. Kepala Dinas Kesehatan Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes, di hadapan Wagub NTB pada Rapat Koordinasi Pembagian peran Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-NTB terkait program Revitalisasi Posyandu, Zero Waste dan TPKJM Tingkat Provinsi NTB di Mataram, Selasa (22/10/2019), menjelaskan bahwa menggunakan sampah sebagai alat transaksi dalam membayar biaya pengobatan di puskesmas telah diujicoba sejak empat bulan yang lalu di UPTD Puskesmas Kempo.

Puskesmas Kempo sendiri memiliki 35 posyandu yang seluruhnya adalah Posyandu Strata Keluarga yang terintegrasi dengan program Jumpitan Sampah. “Masyarakat hanya perlu membawa sampah ke Posyandu dan ditukarkan dengan stiker. Nantinya ketika berobat ke Puskesmas, stiker ini bisa ditunjukan ke petugas loket puskesmas sebagai alat pembayaran,” tutur Hj. Iris.

Terintegrasinya Posyandu Keluarga dengan Program Jumpitan Sampah membuat partisipasi masyarakat untuk datang ke posyandu semakin besar. “Yang datang ke Posyandu tak hanya Ibu hamil dan Balita, tetapi juga remaja hingga masyarakat lanjut usia. Persis seperti tujuan utama terbentuknya Posyandu Keluarga tersebut,” terangnya.

Hj. Iris menambahkan, sampah yang ditukarkan di Posyandu Keluarga terintegrasi Program Jumpitan Sampah ini diterima sudah dalam bentuk sampah yang sudah dipilah, khususnya pada sampah jenis plastik. Sampah plastik ini sendiri dihargai beragam. Sampah gelas air mineral dibandrol seharga Rp 1.500/kg, botol plastik air mineral ukuran 11 liter Rp 2.500/kg, hingga botol bekas oli dan sejenisnya Rp 3000/kg.

“Jadi bapak-bapak yang bekerja di sawah sekarang rajin mengumpulkan sampah plastik bekas pupuk atau semprotannya dan ditukarkan ke Posyandu,” imbuh Hj. Iris.

Tak hanya mengintergrasikan Posyandu Keluarga dengan Program Jumpitan Sampah, Kabupaten Dompu melalui Dinas Kesehatan juga menciptakan inovasi pemberian makanan tambahan pada balita berupa IBU JARI atau Inovasi Bubur, Jagung, Kelor, Ikan. Inovasi ini sendiri mengantarkan Kabupaten Dompu menjadi Kabupaten Inovatif tingkat provinsi beberapa waktu yang lalu. Kini, Posyandu di Dompu tengah mengupayakan untuk pengadaan kolam ikan, serta tanaman sayur dan buah-buahan di setiap desa khususnya pada desa yang menjadi lokus stunting.

Capaian Kabupaten Dompu dalam revitalisasi Posyandu merupakan buah kerjasama pemerintah daerah dengan berbagai perangkat daerahnya.

Hj. Iris menjelaskan ada berbagai upaya yang telah dilakukan Kabupaten Dompu untuk mewujudkan hal tersebut. Diantaranya dengan menciptakan Peraturan Bupati mengenai Posyandu Keluarga. Kemudian, dengan melakukan pendampingan Posyandu yang intens dari petugas puskesmas, kader, dan relawan yang ada. Relawan sendiri berasal dari siswa dan siswi sekolah yang diberdayakan setiap sore hari sepulang mereka dari sekolah. Seluruh petugas Posyandu inilah yang selalu mendampingi masyarakat Dompu.

“Ini semua memang membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Dan kami telah benar-benar berkomitmen untuk mewujudkan revitalisasi posyandu ini,” tandasnya. Hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PKK Punya Peran Besar Cegah Narkoba

19 Mei 2022 - 07:03 WITA

Wagub NTB Semangati Anak-anak untuk Vaksinasi

19 Mei 2022 - 06:58 WITA

Ratusan Ternak di Loteng dan Lotim Positif PMK, DPRD NTB Minta Pemprov Turun Tangan Bantu Lakukan Vaksinasi Ternak

18 Mei 2022 - 17:45 WITA

Kepala Bernanah Terus-Menerus, Bocah 5 Tahun Digelontor Bantuan

17 Mei 2022 - 06:59 WITA

Mudik Lebaran Idul Fitri, RSUD Provinsi NTB Siap Beri Pelayanan 24 Jam

4 Mei 2022 - 18:04 WITA

Jadikan Mata Telinga Gubernur, “NTB Care” Gulirkan Bantuan Kursi Roda untuk Said

26 April 2022 - 22:18 WITA

Trending di Kesehatan