Berjuang Melawan Stunting, ASSH Indonesia Tekankan Pentingnya Peran Ayah

Selong, DS-Action Against Stunting Hub (ASSH) Indonesia semakin gencar melakukan edukasi pencegahan dan penanganan stunting.

Di Lombok Timur, Tim ASSH Indonesia mengajak ibu ibu senam pagi dan mengikuti talkshow bertema perjuangan keluarga melawan stunting di lokasi Car Free Day (CFD) Taman Rinjani Selong, Minggu (06/07).

Selain edukasi, Tim ASSH Indonesia melayani pemeriksaan status gizi, cooking demi MPASI dan menyediakan pojok stimulasi anak dan wahana bermain anak. Kegiatan ini rangkaian kegiatan Action Against Stunting Day 2023.

Sedangkan talkshow yang menghadirkan tokoh agama dan duta ASSH Indonesia itu menekankan pentingnya pentingnya peran keluarga untuk pencegahan dan penanganan stunting. Kerjasama antar orang tua sangat diperlukan terutama sosok ayah dalam mendukung pertumbuhan anak.

Duta ASSH Indonesia dr. Raania Amaani mengungkapkan dari hasil penelitian peran ayah dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak akan sangat berpengaruh terhadap kestabilan emosi dan nutrisi anak.

“Biasanya keluarga yang peran ayahnya sangat besar, anaknya nafsu makannya lebih baik dan anaknya lebih bernutrisi”, ucapnya.

“Kemudian pembelajaran mengenai prinsip prinsi hidup biasanya lebih mengenak kalau datang melalui sosok ayah”, sambung putri Wakil Gubernur NTB ini.

Di sisi lain, papar Raania, kebiasaan merokok dari ayah sejatinya dihindari. Karna dampaknya tak hanya bagi kesehatan si ayah dan keuangan keluarga tapi juga sangat berisiko melahirkan anak stunting.

“Rokok itu sendiri bisa meningkatkan resiko stunting bahkan bisa 10 kali lipat”, imbuhnya.

Hal senada disampaikan Dr. Rita Anggorowati selaku Ketua Tim Edukasi dan Shared Value AASH Indonesia. Stunting itu, terangnya, tak hanya soal makanan, tapi juga soal peran keluarga sebagai unit terkecil penting dalam melakukan pencegahan stunting.

Dia menekankan peran sosok ayah karna selama ini pengasuhan masih lebih banyak dilakukan seorang ibu dan ayah dianggap hanya bertugas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Karna ternyata para istri butuh dukungan suami sehingga terhindar dari stress karna kondisi ibu yang stress berdampak tidak terlalu baik terhadap pengasuhan maupun penyediaan makanan”,tutupnya.

Indonesia sendiri menjadi salah satu dari tiga negara yang menjadi tim studi dalam mempelajari tipologi stunting dalam naungan

Action Against Stunting Hub (AASH) fokus melakukan studi dan mempelajari tipologi stunting dan membawahi tiga negara termasuk Indonesia. ASSH didanai oleh pemerintah Inggris melalui United Kingdom Research and Innovation Global Challenges Research Fund (UKRI-GCRF).

Di Indonesia, upaya ini digawangi oleh SEAMEO RECFON (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition) dan Lombok Timur terpilih menjadi lokus area dalam studi ini.LI

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.