Berbagi Berita Merangkai Cerita

Beri Pelayanan ke Pasien Covid-19, RSUD Mataram Siapkan Layanan Kesehatan di Rumah

26

FOTO. dr H Lalu Herman Mahaputra. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, mulai memberikan pelayanan kesehatan di rumah terhadap pasien Covid-19 yang memilih melakukan isolasi mandiri. Kebijakan jemput bola itu untuk memantau dan memastikan perkembangan kesehatan pasien.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr H Lalu Herman Mahaputra, mengatakan pelayanan kesehatan di rumah (home care) bagi pasien Covid-19 dilakukan sejak terjadinya lonjakan pasien positif baru Covid-19, setelah libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Setiap hari, tim home care turun ke rumah pasien Covid-19 memantau secara ketat kondisi dan perkembangannya, sekaligus memastikan mereka benar-benar isolasi di rumah dan memberikan suplemen,” ujarnya pada wartawan, Rabu (13/1).

Dokter Jack mengungkapkan saat ini menangani sekitar 30 pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.”Mereka itulah yang dipantau ketat oleh tim home care kami. Pelayanan home care bagi pasien Covid-19 kami berikan gratis,” tegasnya.

Terkait jumlah pasien Covid-19 yang masih dirawat, terdata jumlahnya mencapai sebanyak 140 pasien hingga kini. Selain itu, ada yang melakukan isolasi mandiri karena dalam kondisi baik, ada juga yang dirawat di rumah sakit pemerintah dan swasta karena mengidap komorbid.

“Sedangkan, di RSUD Mataram, saat ini yang dirawat jumlahnya mencapai sebanyak 11 pasien Covid-19. Dengan lonjakan kasus ini, kapasitas ruang isolasi kami masih memungkinkan sebab untuk pasien Covid-19 kami siapkan sebanyak 50 tempat tidur,” jelas Dokter Jack.

Sementara itu, merujuk data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram, tercatat jumlah pasien Covid-19 mencapai sebanyak 1.527 orang hingga Rabu (13/1) pukul 12.00 Wita.

Sementara itu, jumlah pasien yang masih dalam perawatan berjumlah sebanyak 140 orang, kemudian 1.289 orang sembuh dan 98 orang meninggal dunia.

Sedangkan, terkait dengan kebutuhan untuk pengamanan pasien Covid-19 dan antisipasi terjadinya kericuhan ketika ada pasien yang meninggal. Dokter Jack memastikan, pembuatan posko keamanan itu belum bersifat mendesak.

“Sejauh ini, kasus-kasus penanganan pasien masih bisa kita tangani dan kondisi cukup kondusif. Jadi untuk pembuatan pos pengamanan saat ini belum mendesak,” tandas
dr H Lalu Herman Mahaputra. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.