Berbagi Berita Merangkai Cerita

“Berdamai” Bukan Berarti Beraktivitas Tanpa Protokol Covid-19

7

Tanjung, DS – Terkait rencana pembukaan kembali kawasan destinasi pariwisata tiga gili, Bupati Lombok Utara mengajak semua pihak membuat konsep baru “berdamai” dengan Covid-19. Berdamai dengan Covid-19 bukan berarti melakukan aktivitas tanpa protokol Covid-19.

“Berdamai itu bukan berarti melakukan aktivitas tanpa protokol Covid-19,” kata Najmul Akhyar.

Hal itu ditegaskan Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH kepada awak media usai menerima kunjungan Wakil Gubernur NTB beserta rombongan dari jajaran Forkopimda dan kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB terkait perkembangan terkini pandemi virus corona di Gumi Gora sepekan terakhir.

Lebih lanjut disampaikan bupati, bahwa penekanan konsep baru itu lebih pada upaya penyiapan konsep-konsep yang mesti diterapkan pemerintah daerah maupun stakeholders yang terkait mengacu kondisi terkini di mana tren penyebaran Covid-19 di KLU mengalami kenaikan pasca memasuki gelombang kedua pandemi.

Dituturkan bupati ketika menjawab pertanyaan awak media terkait rencana pembukaan kembali aktivitas pariwisata di tiga Gili yang telah dibahas dalam rakor beberapa waktu lalu. Di mana rencana itu, menurut Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah, perlu dipikirkan dan dimatangkan kembali.

Merespons pertanyaan awak media tersebut, Bupati Najmul menegaskan bahwa hal itu telah didiskusikan singkat bersama wagub. Kesimpulannya, tandas bupati, bukan berarti rencana yang telah disepakati itu dibatalkan, tetapi tetap dilanjutkan dengan prinsip kehati-hatian, lantaran Wagub NTB tidak menginginkan timbulnya cluster baru lagi. Artinya, jika pencegahan penyebaran Covid-19 di tiga gili sudah sangat maksimal diupayakan, tetapi ternyata pertahanannya toh juga jebol. Hal itulah, sambungnya, yang menjadi atensi khusus wakil gubernur, sehingga persiapannya harus betul-betul matang.

“Mari kita jaga gili ini untuk jangka panjang sehingga kita harus menemukan jalan tengah. Pertama, bagaimana protokol Covid-19 berjalan dengan baik. Kedua, ekonomi bisa berjalan dengan normal karena gili bukan hanya untuk ekonomi masyarakat setempat tetapi ribuan orang yang menggantung kehidupannya di gili ini,” terangnya.

Berdasarkan pemikiran itu, kata bupati, pihaknya akan membuat konsep terkait keuntungan dan kerugian terlebih dahulu ketika dibuka kembali aktivitas wisatanya. Sebetulnya perihal yang dibutuhkan di tiga Gili adalah upaya dan “mindset” properti pariwisata.

“Sesuai keinginan pengusaha kita di gili, tentunya kita harus mencari titik temu terhadap kepentingan menyelamatkan gili dari perekonomian pariwisata sekaligus juga menyelamatkan gili dari Covid-19,” jelas Bupati Najmul.

Kemudian terkait tenaga medis (nadis) yang positif terpapar Covid-19, diakui bupati memang ada beberapa nadis di KLU positif terjangkit corona. Saat ini mereka tengah ditangani denga baik. Bahkan tenaga medis menjadi prioritas penanganan karena mereka pihak terdepan penanganan pasien yang lain.

“Prioritas untuk tenaga kesehatan. Kami melakukan pengawasan khusus kepada mereka, termasuk tempat perawatannya juga khusus, di hotel atau di rumahnya. Tetapi perlu digaris bawahi, ini bukan berarti istimewa. Jangan sampai ada masyarakat merasa tidak adil. Intinya, perlakuan kita sama saja,” tutup orang nomor satu di KLU itu. api

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.