Berbagi Berita Merangkai Cerita

Belum Diambil oleh Pemilik, Ribuan Sertifikat Menumpuk di BPN Lotim

42

SELONG, DS – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) telah memasuki tahun ketiga pelaksanaanya. Program sertifikasi lahan yang sebelumnya dikenal dengan nama Prona ini, bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam kepemilikan sertifikat tanah.

Namun sayangnya, semangat pemerintah ini berbanding terbalik dengan antusiasme masyarakat Lombok Timur. Pasalnya, masih ada ribuan sertifikat tercetak, yang belum diambil oleh pemiliknya. Padahal, sertifikat tersebut lama menumpuk di kantor BPN Lombok Timur.

Dijumpai beberapa waktu lalu, Kepala BPN Lombok Timur, Lalu Mandra Prawiranegara pun sangat menyesalkan hal ini. Dan berharap agar pemilik segera mengambil sertifikatnya di kantor BPN Lombok Timur, dengan membawa bukti-bukti kepemilikan.

“Kita bolak-balik kesana kemari. Kita bawa 1000, hanya 50 yang datang ambil sertifikatnya,” keluhnya seraya menjelaskan, bahwa sertifikat tersebut merupakan sisa yang dibawa kembali, karena tidak diambil pemiliknya saat penyerahan di desa-desa.

“Ini sudah gratis, didatangi, sudah jadi, diantarkan juga. Saat kita bagikan di desa pun, mereka tidak datang,” sesalnya.

Padahal, kata Mandra, tidak ada biaya pengambilan sertifikat yang diberlakukan oleh BPN Lombok Timur. Sertifikat milik masyarakat dapat diambil tanpa biaya sepeserpun.

Dijelaskannya lebih lanjut, sertifikat yang menumpuk dikantornya tersebut merupakan sertifikat yang telah terbit semenjak program PTSL pertama di tahun 2018 lalu.

Sementara itu, bagi masyarakat yang belum mendapat bagian dalam program PTSL diharapkan untuk bersabar. Karena sesuai dengan target Pemerintah Pusat, seluruh bidang tanah akan tersertifikasi di tahun 2025 mendatang.

“Yang belum mendapat program PTSL, tidak usah berebut. Semua pasti akan kebagian, hanya tunggu waktu. 2025 seluruh desa harus terpetakan,” tandasnya.

Ia pun meminta masyarakat agar menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan, termasuk juga menanam pal batas lahan miliknya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.