Belum Cukup Umur, Rencana Kawin Catin Anak Berhasil Digagalkan

Foto : Kades Menggala memberikan pemahaman dampak negatif perkawinan anak dinkediaman Catin.

KLU,DS-Rencana perkawinan anak di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, berhasil digagalkan. Calon pengantin (Catin) bersama keluarganya memahami setelah tim yang cukup solid dari desa P4AI, dan aparat desa memberikan pencerahan terkait regulasi yang melarang perkawinan anak.

Rencana perkawinan itu terjadi Senin (11/7) ketika Catin urun rembug di salah satu keluarga untuk menggelar akad nikah. Hal ini didengar Forum Anak Desa Menggala yang kemudian melaporkannya ke P4AI. Pihak P4AI KLU kemudian menghubungi Kades Menggala yang dengan sigap turun tangan ke lokasi.

Catin perempuan yang masih duduk di bangku kelas III Aliyah beserta keluarganya akhirnya menunda rencana tersebut. Pihak desa kemudian melanjutkan komunikasi dengan keluarga pria untuk memberikan pandangan terkait dampak negatif perkawinan anak.

Catin perempuan misalnya, terancam putus sekolah. Selain itu, dampak lain seperti kesehatan dan ekonomi bukan tidak mungkin mengancam tidak hanya ibu dan ayah melainkan juga anak-anaknya.

Kades Menggala, Lalu Sapta, ketika dihubungi, Kamis (14/7), mengakui penggagalan rencana perkawinan anak di desanya.

“Setelah kami berikan pemahaman akhirnya mereka menyetujui untuk menunda perkawinan itu,” ujar Lalu Sapta.

Menurutnya, rencana perkawinan anak itu ditunda dalam beberapa bulan kedepan sambil menunggu usia Catin perempuan 19 tahun.

“Hanya tinggal beberapa bulan yang perempuan sudah 19 tahun, Jadi mereka memahaminya untuk menunda,” lanjut Sapta.

Kades Menggala mengakui mesti turun.langsung bersama sekdes dan P4AI untuk mengupayakan agar perkawinan anak tidak terjadi di desanya. kejadian itu sekaligus menjadi ajang sosialisasi pencegahan perkawinan anak.

Namun, tidak lama berselang kejadian serupa muncul ketika pria asal Kediri melarikan anak gadis Desa Menggala. Menurut Sekdes Menggala, Pujiono, waktunya tidak lama setelah peristiwa pertama

Pihak desa bersama aparat terkait kemudian melacak kemana gadis kecil yang masih berusia 17 tahun itu dilarikan.

“Sudah diketahui alamatnya dan sedang dilacak ke sana (Kediri),” ujar Kades Menggala.

Menurutnya, selama berhasil menggagalkan perkawinan anak, pihaknya terus memantau ke kediaman si gadis.

Ia bertekad perkawinan anak tidak terjadi di desanya. Selama ini jika kebablasan disebabkan keterlambatan menerima informasi. “Sering setelah kejadian baru kami tahu,” ujarnya. ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.