Berbagi Berita Merangkai Cerita

Belasan Siswa SMK dan SMP di Mataram Terjaring Razia Satpol PP NTB

0 36

MATARAM, DS – Aparat Satpol PP NTB menemukan rekaman video call percakapan berbau pornografi di salah satu handphone siswa SMK di Kota Mataram yang terjaring dalam razia pelajar di wilayah itu, Selasa (11/2).

Kasi Operasi dan Pengendalian Sat Pol PP NTB, Made Adi Kertawijaya, membenarkan temuan rekaman video call berbau pornografi di dalam handphone (HP) salah satu milik siswa yang terjaring dalam razia pelajar di Kota Mataram.

“Rekaman videocall pornografi ini kita temukan tersimpan di dalam HP salah satu siswa SMK yang terjaring dalam razia pelajar. Ternyata, rekaman video call porno ini dilakukan bersama pacarnya,” ujar Made Adi menjawab wartawan di Kantor Sat Pol PP NTB.

Selain ditemukan rekaman percakapan berbau porno, banyak di antara HP siswa yang terjaring juga tersimpan video serupa yang tak sepantasnya dimiliki oleh para siswa tersebut. Tak hanya itu, saat digeladah ditemukan juga batangan rokok di dalam tas para siswa.

“Kita sayangkan pengawasan sekolah lemah soal ini. Apalagi dari HP para siswa yang kita amankan isinya miris film porno semua,” kata dia
Made menegaskan, pihak Sat Pol PP hanya bisa memberikan teguran dan pembinaan. Sedangkan, untuk sanksi pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah untuk memberikan sanksi kepada siswa yang bersangkutan.

“Kita hanya berikan pembinaan dengan meminta mereka untuk menghafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kalau hukuman kita serahkan ke sekolah melalui guru Bimbingan Konseling (BK). Tapi sebelum kita serahkan ke pihak sekolah siswa – siswa ini kita data dan berikan surat pernyataan untuk tidak ngulangi perbuatannya,” jelasnya.

Made menyebutkan, total siswa yang terjaring dalam razia tersebut sebanyak 23 orang dari sejumlah sekolah di Kota Mataram, seperti siswa SMK 5 Mataram, SMK 4 Mataram, SMP 12 Mataram, dan SMK Pariwisata.

“Mereka ini kita amankan saat sedang bolos dari jam pelajaran sekolah di seputaran Mataram, seperti di sebuah warung di belakang Kantor BPK Mataram, kafe dekat Lombok Epicentrum Mall,” ungkap Made.

Menurut dia, razia pelajar oleh Sat Pol PP NTB tersebut merupakan kegiatan rutin untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama, sasaran penertiban di daerah-daerah yang dinilai rawan terjadinya gangguan Kamtibmas. Kemudian, di tempat-tempat yang sering dijadikan para siswa untuk bolos sekolah.

“Kasus ini juga terungkap berkat laporan masyarakat yang resah terhadap ulah para siswa di tempat itu,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply