BSK Samawa

Beda Tipis, Bawaslu RI Pantau Khusus Pilkada Sumbawa

FOTO. Inilah dua paslon, yakni Jarot-Mokhlis dan Mo-Novi yang bersaing ketat dan saling klaim kemenangan di Pilkada Sumbawa. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Selisih suara tipis yang terjadi pada proses perhitungan yang kini berlangsung di Pilkada Sumbawa antara Paslon nomor urut 5, Syarafuddin Jarot dan Mokhlis (Jarot-Mokhlis) dan Paslon nomor urut 4, Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo-Novi) menjadi atensi Bawaslu RI.

Komisioner Bawaslu RI Rahmat Bagja menegaskan, pihaknya akan mengawasi penuh penghitungan suara Pilkada Kabupaten Sumbawa. Sebab, perolehan suara kandidat beda tipis. 

Sehingga, sempat antara kedua paslon saling klaim kemenangan. “Kita akan mengawasi penuh itu. Jangan mudah diintervensi sama orang lain,” ujar Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/12).

Rahmat perlu mengingatkan para penyelenggara pemilu di Pilkada Kabupaten Sumbawa untuk bersikap profesional, independen dalam melakukan rekapitulasi suara.

Sebab, kata dia, selisih perolehan suara yang sangat tipis untuk posisi pemenang pilkada, dan ikut berlaganya adik Gubernur NTB Zulkiflimansyah, bisa menimbulkan potensi intervensi terhadap perhitungan suara. 

“Kami minta penyelenggara pemilu, baik KPUD dan Bawaslu Sumbawa untuk menindaklanjuti setiap laporan yang diterimanya,” kata Rahmat.

Menurut dia, sejatinya perhitungan suara di Sumbawa, sudah mendapatkan perhatian dari Bawaslu sejak awal. Bahkan, sempat ada beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa yang mendapatkan atensi khusus dari Bawaslu setempat. 

Apalagi, lanjut Rahmat, keikutsertaan adik Gubernur NTB Zulkiflimansyah, Dewi Noviany dalam pilkada ini juga menjadi perhatian khusus jajaran Bawaslu.

“Iya tetap diproses, bahkan atensi oleh Bawaslu Sumbawa. Adiknya Bang Zul kan? Jadi perhatian,” tandasnya.

Berdasarkan data Sirekap KPU sementara, pada Sabtu (12/12) sore sekitar pukul 17.00 Wita, dua (pasangan calon) paslon bersaing ketat. Paslon nomor urut 5, Syarafuddin Jarot dan Mokhlis (Jarot-Mokhlis) sementara unggul dengan 25.0 persen. 

Sementata paslon Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo-Novi) menguntit dengan 24,5 persen.  

Terpisah, Komisioner KPU RI Hasyim Asyari mengatakan jika ada laporan kesalahan data dalam rekapituliasi suara, maka keberatan atau laporan-laporan bisa langsung dikoreksi di KPU setempat dengan mekanisme yang ada.  

KPU RI sendiri akan tetap melakukan pendampingan terhadap KPUD yang melaksanakan perhitungan dan rekapitulasi suara pilkada.   Pemantauan dilakukan baik di tingkat provinsi maupun di tingkat KPU Kota dan Kabupaten yang menggelar Pilkada. 

“Jadi, itilahnya bukan pemantauan tapi supervisi dan monitoring,” ujar Hasyim yang dihubungi dari Mataram, kemarin.

Hasyim menjelaskan, KPU akan melakukan pendampingan dengan turun langsung ke daerah-daerah, termasuk ke Sumbawa.  RUL.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.