Berbagi Berita Merangkai Cerita

Beda Jenis Bantuan Terdampak Covid, Kadinsos Lotim: Panduan Ada, Tidak Bisa Protes

0 58

SELONG, DS – Dimasa tanggap darurat Covid-19, pemerintah menggelontorkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana non-alam ini. Ada empat sumber bantuan yang akan dibagikan secara merata bagi seluruh masyarakat yang terdampak yaitu dari Pemerintah Pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Lombok Timur, H. Ahmad mengatakan tidak boleh ada penerima ganda dalam penyaluran bantuan sosial tersebut. “Satu kali menerima bantuan. Tidak boleh dua. Supaya berkeadilan,” tegasnya.

Pihaknya telah melakukan pendataan dan melakukan pemutaran data agar tidak ada data ganda yang tercatat dalam daftar penerima bantuan. Ia juga meminta agar pemerintah desa segera memberikan data melalui skretariat Dinsos untuk dilakukan verifikasi oleh tim.

Penelusuran data dilakukan terhadap masyarakat yang namanya tidak tercantum dalam penerima berbagai bantuan sosial yang selama ini telah digelontorkan. Seperti, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), atau Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Jadi itu yang kita sisir sekarang. Orang yang tidak masuk BPNT atau PKH. Kemudian juga tidak masuk BST. Sisanya itu JPS (Jaringan Pengaman Sosial) Kabupaten dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa. Insaallah semua masyarakat akan dapat,” yakinnya.

Adapun jenis bantuan yang diberikan oleh pemerintah Pemprov NTB dan Pemkab Lotim berupa sembako. Sedangkan bantuan bsp yang berasal dari Pemerintah pusat berupa uang tunai, begitupun dengan BLT desa.

“Yang dari provinsi sembako, kabupaten sembako. BLT dan BST itu yang berbentuk uang. Nilainya Rp. 600 ribu selama 3 bulan,” terangnya.

Ketika ditanya tentang kemungkinan terjadinya kecemburuan sosial karena jenis bantuan yang diberikan berbeda, Ahmad mengatakan hal tersebut telah sesuai dengan panduan yang ada. Pemerintah kabupaten Lombok Timur sendiri tidak memiliki kewenangan untuk merubah jenis bantuannya.

“Kalau yang BST jelas. Sudah ada panduannya, tidak bisa protes. Bukan kita yang menentukan,” ucap Ahmad seraya menambahkan perlunya kerjasama dari berbagai pihak, dalam mengawal pembagian bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 ini. Peran pilar sosial di akar rumput sangat vital untuk mencegah tidak terjadinya penerima bantuan ganda.

“Ada Tagana, ada pendamping, ada TKSK, untuk bersama-sama (mengawasi,red). Supaya tidak terjadi dobel,” tegasnya. dd

Leave A Reply