Menu

Mode Gelap

Seni Budaya · 27 Mar 2022 13:35 WITA ·

BAYI DAN ORANG TUA


					BAYI DAN ORANG TUA Perbesar

BAYI DAN ORANGTUA

Puisi H.Dienullah Rayes

Bayi dan si tua renta ketika meniti titian umur,
mengalami cuaca kebalikan.

Si bayi ketika terjun dari tebing kandungan bunda,
teriakan tangisnya memecah kesunyian,
gegas disusui air susu ibu,
sembari sang ibu mencium ubun-ubunnya
yang berdenyut,
sebuah kehidupan berlanjut.

Dalam hari-hari berlari,
si bayi mulai merentangkan lengan dsn tangan,
kemudian merangkak lalu belajar berjalan,
mulanya tertati-tati akhirnya bisa berlari,
ke ruang lain dalam rumah,
tempat ayah dan bunda berada.

Si tua bangka yang berkaki tiga,
karena ditopang tongkat berukir naga,
setelah pikun ia pun merangkak,
dari ruang tengah ke depan dan ke belakang,
tanpa tangan memandu beralas kasih sayang,
sang isteri sudah pergi menghadapNya,
anak-anak sudah menaiki rumah tangga sendiri,
di seberang lautan dalam hidup.mandiri.

Hidup yang suara meraih cahaya
hidup yang kenduri menginjak duri bahaya

27 Maret 2022.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kali Aare Swiss Menghanyutkan Puisi H.Dienullah Rayes

9 Juni 2022 - 09:05 WITA

DATANG dan PULANG,Puisi Dienullah Rayes

20 Mei 2022 - 17:39 WITA

Film Sera dan Joan Akan Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

20 Mei 2022 - 07:39 WITA

Eksplorasi Situs Kuno Suku Sasak, Paranormal dan Arkeolog Dilibatkan

16 Mei 2022 - 10:48 WITA

KOTA KATA-KATA LIMA ANAK BENUA, Puisi Dienullah Rayes

27 April 2022 - 19:03 WITA

AKAR SILSILAH INSAN, Puisi Dienullah Rayes

6 April 2022 - 18:21 WITA

Trending di Seni Budaya