BSK Samawa

Bawaslu Lombok Timur Akan Rekrut 4.010 Pengawas TPS

Suhaidi

SELONG,DS- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Timur akan merekrut sebanyak 4.010 Pengawas tempat pemungutan suara (TPS) untuk pemilu 2024 mendatang. Perekrutan akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Sebanyak 4.010 pengawas TPS yang akan direkrut ini disesuikan dengan jumlah TPS yang ada di semua wilayah di Lombok Timur yaitu sebanyak 4.010 TPS. Di setiap TPS nantinya ditempatkan satu orang pengawas TPS. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Bawaslu Lombok Timur, Suhaidi Mahsun.

“Sebanyak 4.010 pengawas TPS yang akan kita rekrut. Proses petekrutan kuotanya dua kali kebutuhan, ” kata Suhaidi.

Sesuai ketentuan yang berlaku dalam hal ini Undang- undang Nomor 7 Tahun 2017 perekrutan pengawas TPS akan dilakukan terhitung 23 hari sebelum dilakukan pemungutan suara. Pengawas TPS yang lulus dalam perekrutan akan dikontrak selama satu bulan.

“Kalau dihitung mundur, perekrutan akan kita mulai dari tanggal 19 Januari mendatang, ” jelas Suhaidi seraya menambahkan pengawas TPS akan bertugas mengikuti dan mengawasi semua proses pemungutan dan perhitungan di tingkat TPS. Setelah selesai pemungutan mereka menyerahkan salinan C 1 hologram untuk disampaikan di tingkat kecamatan.

“Pada dasarnya yang membentuk Pengawas TPS ini adalah Panwascam. Merekalah nantinya akan berkoordinasi dengan Pengawas desa. Besaran insentif yang akan mereka terima sekitar Rp 1,2 juta, ” cetus Suhaidi.

Selain masalah pengawas TPS, dikesempatan itu Suhaidi juga menyinggung masalah pengawasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Lombok Timur. Berkaitan dengan pengawasan ASN ini telah mulai dilakukan sehak awal tahapan pemilu berlangsung. Namun sejauh ini pihak masih belum menemukan adanya oknum ASN yang melalukan pelanggaran.

” Sebelumnya kita memang sempat menerima laporan terkait dugaan pelanggaran yang dilalukan oleh Kadis Dikbud Lombok Timur. Namun setelah kita lalukan penanganan dan menggali bukti- bukti sejauh ini kita belum menemukan jika yang bersangkutan terbukti melalukan pelanggaran. Setelah kita rapatkan kita sepakat kasusnya dihentikan,” tandas Suhaid.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.