Basis Partai Islam Warnai Perilaku Politik Warga NTB

Ali BD

Selong,DS – Rektor Universitas Gunung Rinjani (UGR) Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan, menilai basis partai Islam mewarnai perilaku politik warga NTB. Sejarah mencatat, perilaku pemilih NTB sama dengan Sumatera Barat yang merupakan basis Partai Masyumi tempo dulu. Karena itu, dia tidak heran jika calon-calon presiden yang dipilih oleh warga NTB berbasis muslim.

Sebelumnya, Ali BD menyebut Anis Baswedan bisa mendominasi suara warga NTB. Namun dalam perkembangannya, setelah resmi ada penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilih Prabowo memang banyak yang migrasi ke Anis. Akan tetapi, hadirnya Prabowo-Gibran membuat peta politik bisa berubah.

Kalau bersifat lokal NTB ini, sambung mantan Bupati Lotim dua periode ini, pasangan Capres dan Cawapresnya nomor urut dua ini bisa tampil unggul. Prabowo dinilai bisa mempertahankan suara pada Pemilu 2019 silam. Meski terjadi penurunan. Tahun 2019 lalu bisa tembus mendekati 70 persen, dan tahun 2024 mendatang diramalkan bisa 50 persen lebih.

Tampilnya orang non parpol sebagai ketua tim di NTB ini dinilai Ali BD cukup bagus karena bisa leluasa bergerak. “Bagus orang non partai leluasa bergerak. Karena tak punya ketersenggolan dengan partai pendukung dalam cari dukungan,” ungkapnya.

“Sebagian akan migrasi ke Amin, ada tambahan tapi tidak signifikan. Kemungkinan besar, Prabowo yang dulu saat lawan Jokowi tetap akan unggul lalu nomor dua Anis dan ketiga Ganjar Mahfud. itu petanya di NTB,” kata Ali. Rasionalisasinya, alamiah dulu kekuatan PDIP dengan partai pendukungnya banyak. Tapi hanya bisa 28-30 persen. Sedangkan Prabowo dulu bisa mendekati 70 persen,” tambahnya.

Soal potensi satu atau dua putaran dalam Pilpres mendatang, menurut Ali BD, sama sama memiliki kemungkinan. Karenanya, ia yakin jika semua paslon bekerja keras untuk satu putaran. Tapi, pasti juga sudah siapkan skenario untuk dua putaran.

Soal dukungan siapa akan pindah kemana, kta dia, itu saling tarik menarik antar pasangan calon. Dua kemungkinan sama, saling menariknya. “Kemungkinan dua atau satu putaran itu fifty-fifty, kelompok nomor satu ataupun dua, juga melakukan pendekatan dan langkah-langkah kalau terjadi dua putaran,” imbuhnya.

Selanjutnya diingatkan Ali BD, tim dari pasangan nomor urut tiga semestinya tidak terlalu banyak mengkritik nomor urut dua. Ali BD mengistilahkan tim Ganjar ini menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

Hal ini karena posisi pasangan Ganjar, yakni Mahfud MD saat ini masih menjadi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Karena posisinya masih memerintah, maka pasangan nomor urut tiga itu tidak perlu menyerang pasangan nomor urut dua.

Kalau mau mencari simpati pemilih, semestinya Tim Gama itu memilih diam.”Kalau diam, bisa saja orang simpati, ini kelihatan sekali dia (Gama-red) ketakutan, jadi yang baik itu lebih baik diam. Orang akan kasian dan orang simpati,”imbuhnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.