Berbagi Berita Merangkai Cerita

Baru Bang Zul Peduli dan Berikan Dana Rp 9 Miliar, Tiga Kecamatan di Sumbawa Belum Merdeka

41

MATARAM, DS – Sebanyak tiga kecamatan di Kabupaten Sumbawa, hingga kini belum teraliri listrik secara memadai meskipun Indonesia sudah 75 tahun merdeka.Selain listrik, warga di tiga kecamatan, yakni, Batu Dulang, Orot Telu dan Lendang Luar juga mengeluhkan infrastruktur jalan.

Untuk menempuh desa-desa di tiga kecamatan yang selama ini dikenal merupakan penghasil produk kopi tepal, buah-buahan dan sayur-sayuran itu, dibutuhkan waktu berjam-jam dengan melintasi jalan tanah yang rusak parah.Bahkan, pada malam hingga subuh, mereka terpaksa beraktivitas dalam gelap gulita.

Pjs Bupati Sumbawa, Ir. Zainal Abidin, mengatakan kendati bangsa Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun, sebanyak 18 ribu lebih kepala keluarga yang mendiami wilayah tersebut belum bisa merdeka seutuhnya.

“Di sana itu akibat jalannya parah, harga mie instan bisa mencapai Rp 3.500 per bungkusnya. Bayangkan saja, ini masalah akses jalan sudah berpuluh-puluh tahun lamanya, tapi enggak diperhatikan sama sekali,” kata Zaenal pada wartawan usai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD NTB, Selasa (20/10).

Menurut dia, sejak era beberapa kepala daerah, baik Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa, justru baru pada era Gubernur Zulkieflimansyah ada langkah maju memikirkan akses jalan di tiga kecamatan di wilayah yang terisolir di Sumbawa itu.

Kepala Biro Kerjasama Setda NTB mengatakan, Pemprov NTB sudah mengalokasikan dana sekitar Rp 9 miliar dari awal Rp 60 miliar di APBD NTB 2020 untuk memperbaiki akses jalan di tiga wilayah kecamatan tersebut.

Zaenal mengatensi keseriusan Gubernur untuk membantu tiga wilayah yang akan dijadikan pusat agribisnis di Sumbawa tersebut.Apalagi, total jarak jalan di tiga kecamatan itu mencapai sepanjang sekitar 92 kilometer dengan posisi tiga kecamatan itu berada diatas ketinggian antara 800-1000 meter diatas permukaan laut (Mdpl).

“Hitungan kita, dana perbaikan jalannya butuh dana mencapai Rp 250 miliar. Memang ini berat, makanya tahap awal kita siapkan dulu DED-nya, hal ini untuk mempemudah pengerjaan ruasnya untuk bisa kita kerjakan bertahap. Tapi yang utama sudah ada komitmen awal dari pak Gubernur untuk memperbaiki ruas jalan sepanjang 21 kilometer dengan dana Rp 9 miliar itu,” jelas Zaenal.

Terkait aliran listrik. Menurut dia, pihaknya sudah mulai mengaliri aliran listrik tidak melalui PLN, namun menggunakan listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). “Tapi memang sifatnya terbatas dan tidak menyasar semua warga disana. Awalnya kita coba rancang pakai PLTS tapi gagal karena sinar mataharinya sangat minim. Jadi memang infrastruktur listrik dan jalan sangat dibutuhkan warga di tiga kecamatan untuk akses pemasaran produk hasil perkebunan mereka yang sangat berlimpah saat ini,” tandas Zainal Abidin. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.