Berbagi Berita Merangkai Cerita

Banyak Warga Meninggal Dunia di Bima Masih Hidup

1.308

Pertemuan LABKD di kecamatan Bolo dengan prokes C19

BIMA,DS-Data kependudukan dan pencatatat sipil adalah hal yang sangat penting karena terkait dengan hak-hak dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, termasuk dalam perencanaan  pembangunan. Namun, masih banyak dijumpai data yang tidak sinkron secara de facto dan de yure. Di Kabupaten Bima misalnya, banyak warga yang secara de facto sudah meninggal dunia namun masih hidup secara de yure.

Kasubbag Program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima,M.Ahyar,dalam zoom meeting di Kantor Camat Bolo yang difasilitasi LPA NTB-Kompak belum lama ini mengatakan pada faktanya data kependudukan berdasarkan sumbernya ada yang secara de facto yaitu yang ada di desa. Pada data ini Pemdes dan masyarakat desa yang sangat paham terhadap data riil penduduk di desa. Namun, terdapat data de yure yaitu data yang tercatat di Dukcapil. Data tersebut berdasarkan laporan atau pengajuan masyarakat dan desa ke Dukcapil.

“Harapan antara  data desa dengan dukcapil harus sama, perlu dilakukan penyamaan persepsi dan pencocokan data dan hal itu belum dilakukan di Kabupaten Bima,” kata Ahyar. Untuk itu kehadiran LABKD  (Layanan Adminduk Berbasis kewenangan Desa) dipandang perlu sebagai salah satu solusi Indonesia menuju satu data. Artinya, data Dukcapil dan data di desa tidak boleh berbeda sehingga semua peristiwa di desa harus dilaporkan ke Dukcapil.

Ia mengakui perubahan data di Dukcapil yang sangat tidak bisa diantisipasi adalah data kematian. Hal ini tidak lepas dari persoalan tidak semua peristiwa kematian dilaporkan kecuali jika tidak ada keperluan saja. Masih banyak orang yang meninggal namun secara de yure masih hidup. Seharusnya, kata Ahyar, data kematian itu dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan surat keterangan kematian.

Peraturan Daerah tentang Kewenangan Desa No 1 Tahun 2011 diganti dengan Perda No 1 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan sudah mengatur tentang LABKD. Pasal 4 menyangkut kewenangan Bupati yang ditugas kepada Desa untuk melakukan pelayanan adminduk di desa dan mengangkat petugas (PNS) yang dapat dibantu oleh PPKD.

LABKD sebagai Solusi

Tujuan akses pelayanan adminduk di desa melalui LABKD adalah mudah dari segi persyaratan dokumennya, cepat dari segi waktu pengurusannya dan jarak tempuhnya, murah dari segi biaya dan transportasi, dan pelayanan adminduk aksesnya cukup sampai desa.

Anggaran LABKD diberikan kewenangan kepada desa untuk mengatur dan menggunakannya, bisa menggunakan  Dana Desa (DD). Pemanfaatannya tidak diarahkan oleh desa untuk petugas Dukcapil, tetapi untuk seluruh rangkaian kegiatan di desa mulai dari pendataan sampai pada pencetakan dokumen di desa dan penganggaraan sesuai dengan kebutuhan di desa baik untuk perangkat lunak maupun perangkat keras.

“Beberapa hal yang menjadi Kewenangan Desa terkait LABKD yaitu : Verifikasi dan validasi; Pendataan dan mencatat dokumen; Penganggaraan yang  didukung oleh Perda; dan Cetak Dokumen,” papar Ahyar.

Secara teknis, dilakukan cetak dokumen  di desa melalui proses pelaporan dan dikomunikasikan dengan Dukcapil via online atau melalui email dan whatsapp. Disamping itu, mengantarkan dokumen ke Dukcapil dan dilayani secara khusus. Setelah diproses di Dukcapil maka dokumen akan dikirim kembali ke email desa yang bisa mencetak langsung di desa.

Camat Bolo , Mardiana, SH, mengatakan LABKD adalah sebuah layanan yang sangat dibutuhkan di kabupaten khususnya desa, terkait data mulai tingkat terbawah. Untuk mendapatkan data perlu ada kegiatan pendataan.

Kegiatan LABKD ini sangat memerlukan dukungan. Beberapa hal yang telah dilakukan adalah kerjasama Pemerintah Desa melalui peran Posyandu terpadu,  PPKD dan Pokja Adminduk.  Hal yang tidak kalah menarik adalah keterlibatan dasawisma desa. Minimal 1 dasawisma mengurus 10-20 KK.

“Untuk itu Desa berhak berhak merancang kewenangan terkait LABKD berdasarkan kewenangan yang diberikan dan kerjasama dengan Dukcapil,” katanya. ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.