Berbagi Berita Merangkai Cerita

Banyak Pohon di Kota Mataram Ditebangi, Walikota Mohan Minta Ganti

164

FOTO. Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Proyek pelebaran jalan yang kini dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTB di wilayah Kota Mataram, menuai reaksi Pemkot setempat.

Pasalnya, puluhan pohon pelindung yang selama ini menjadi paru-paru kota bagi warga Mataram, terpaksa ditebang untuk kepentingan pelebaran jalan tersebut

Sejumlah proyek pelebaran jalan yang memotong puluhan pohon di Kota Mataram. Yakni, di Jalan Catur Warga, Jalan Pendidikan hingga Jalan R Suprapto Ampenan.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengaku, telah menegur langsung pelaksana proyek pelebaran jalan di Dinas PU NTB untuk menata kembali kawasan itu.

“Kita berkeinginan agar ada program penanaman ulang pohon pelindung. Ini agar adanya penggantian tanaman membuat lingkungan kita makin asri kembali. Penanaman pohon kembali harus secara langsung menjadi satu kesatuan dengan program pelebaran jalan,” tegas Mohan pada Jumat, (9/4).

Pelebaran jalan di Jalan Catur Warga, Jalan Pendidikan hingga Jalan R Suprapto Ampenan dikonsep memiliki badan jalan 9 meter, bahu dan saluran pada bagian kiri dan kanan masing-masing tiga meter sehingga totalnya menjadi 15 meter. Sementara, lebar jalan termasuk bahu dan saluran yang ada saat ini berkisar 10-11 meter.

Mohan mengatakan, untuk aktivitas penebangan pohon pelindung secara masif di sepanjang jalan yang terdampak pelebaran tersebut tidak pernah dikomunikasikan dengan dirinya.

Tapi ternyata program ini sudah dirancang sebelumnya dan telah menjadi pembicaraan antara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Effendi Eko Saswito dengan Wali Kota Mataram sebelumnya H Ahyar Abduh.

“Ketika saya mulai menjabat, progam itu sudah harus diekesekusi sebab anggarannya sudah ada. Pelebaran jalan ini menjadi komitmen pemerintah pusat dan provinsi, jadi sekarang kita jalani saja dan kita ingatkan agar segera ditanami pohon lagi,” tegas Mohan.

Namun, wali kota khawatir penebangan pohon dengan jenis mahoni dan kenari secara masif tersebut dapat menghilangkan identitas kawasan tersebut, apalagi jenis pohon tersebut selain sebagai pelindung dan menambah keasrian kota juga sebagai peneduh.

“Tapi sekarang tiba-tiba kosong. Karena itu, kita berharap pelaksana bisa segera menaman pohon dengan jenis yang sesuai dan cepat tumbuh besar,” katanya.

Mohan mengapresiasi dan berterima kasih atas atensi pemerintah pusat terhadap pertumbuhan kota yang diprediksi pada tahun 2024, akan terjadi peningkatan tingkat kepadatan kendaraan sehingga ruas jalan yang ada saat ini tidak akan dapat menampung volume kendaraan.

“Untuk itu kita tetap mendukung, dan terkait dengan sharing pemerintah kota untuk pembebasan lahan terhadap lahan masyarakat yang terdampak pelebaran akan kita siapkan bertahap,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman menyebutkan, untuk anggaran pembebasan lahan pelebaran jalan sekitar 3 meter bagian kiri dan kanan tersebut telah disiapkan Rp5 miliar.

“Anggaran Rp5 miliar itu sudah termasuk biaya operasional seperti konsultasi publik, sosialisasi masyarakat, pendaftaran, penaksir harga serta pematokan. Kemudian baru biaya pembebasan lahan,” ujarnya.

Miftahurrahman menilai, besaran anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan itu saat ini memang masih jauh dari kebutuhan. Akan tetapi, karena proyek pelebaran jalan biasanya membutuhkan waktu panjang, sehingga tahapan negosiasi dengan pemilik lahan bisa dilakukan. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.