BSK Samawa

Banyak Alumni Pekerja Migran asal NTB yang Berhasil Buka Usaha

Gde Aryadi mewakili Gubernur NTB

Mataram,DS-Kepala Disnaker NTB, Gde Aryadi, mengemukakan banyak alumni pekerja migran asal NTB yang berhasil membuka usaha di daerah sendiri. Usaha yang dgeluti seperti d bidang kuliner, agrobisnis dan penjualan bahan bangunan.

Selain membuka usaha di NTB, Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna asal NTB itu juga membuka usaha di daerah lain seperti di Kota Bandung. “Mereka mempekerjakan karyawan puluhan bahkan hingga ratusan orang,” kata Gde Aryadi belum lama ini.

Memberdayakan PMI purna sudah dilakukan pemerintah setempat dengan membekali berbagai keterampilan. Selain pemerintah, terdapat juga LSM yang konsen dalam pemberdayaan terhadap mereka. Sebagian besar mereka teribat dalam UMKM dalam usaha catering atau kuliner.

Aryadi menyebut beberapa PMI purna seperti alumni Jepang yang memiliki karyawan hingga 40 orang. Ia menyebut Oktavianus yang sudah memiliki perusahaan baja ringan. Pun usaha printing yang dikelola PMI purna asal Lombok Tengah yang pekerjanya puluhan orang. Terdapat pula PMI purna asal Lombok Utara yang mengelola kopi Rempek dan sudah bekerjasama dengan pengusaha Turki.

Pada Hari Pekerja Migran Internasional Lotim di Lombok Timur beberapa waktu lalu, salah seorang PMI purna benama Asmuni menyuplai kebutuhan konsumsi acara untuk 3.000 orang.

“Ini contoh-contoh baik, pekerja migran yang dulu bekerja dengan menempuh jalur prosedural dan menimba pengalaman di luar negeri disamping mendaptkan gaji juga mendapatkan pula wawasan. Dan, itu modal kerja menghadapi tantangan menjadi pengusaha sukses, kattanya.

Mantan Karo Humas Setda NTb itu mengatakan perlu pemberdayaan PMI purna termasuk kepada keluarganya agar mereka sukses berusaha.

“Ketika mendapatkan remmittance, diberi keterampilan dan didampingi dalam manajemen usaha. Orang punya uang banyak kalau tidak punya manajemen yang baik uangnya habis. Memang tidak bisa lansung jadi tapi perlu waktu dan keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Menurut Aryadi, PMI purna yang berhasil membuka usaha tidak hanya PMI di tigkat menengah melainkan juga di tingkat grassroot. ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.